Menghitung Hari


usg

Ini adalah trimester III kehamilanku. Kehamilan ini  sangat membahagiakan, karena aku dikelilingi orang-orang yang sangat mencintaiku. Sahabat, teman, dan dukungan keluarga membuat hari-hari berlalu begitu cepat. Nggak terasa !

Banyak hal ajaib yang terjadi, meskipun ini bukanlah kehamilan pertamaku.  Aku tetap  merasa bahwa saat ini adalah  kehamilanku yang pertama. Sama….karena keduanya sama sama membahagiakan. Sama sama membuatku bersemangat. Disinilah aku memulai babak baru dalam kehidupan, sama seperti enam tahun lalu, saat aku mengandung Alif, buah hati yang kami banggakan. Continue reading “Menghitung Hari”

Advertisements

Solilokui


Katamu, di kotamu…hujan datang lebih awal.  Pertengahan Juni hujan lebat acap membuat kotamu tergenang. Ada apa di bulan itu ?. Bulan dimana musim belum seharusnya berganti.   Banjir. Air meluah. Sama dengan airmata perpisahan kita ratusan purnama lalu.

Dan saat hujan kecilkecil pertama turun di pertengahan Oktober di kotaku …kau lebih dahulu memilih berlalu. Menyisakan  luka yang kian hari kian bernanah. Meninggalkan aku  dalam kenangan kisahkisah yang tak mampu kuhapus. Continue reading “Solilokui”

Farewel…


Ketika kuterjaga di fajar yang gemetar, kusingkap selimut malam perlahan. Kau datang tiba-tiba tanpa kata. Diam saja. Tak juga kutemukan apa-apa di mata coklatmu, kecuali secuil kebimbangan yang entah sejak kapan bergelayut di sana? Kau datang di setiap sunyi, di setiap bimbang, di manapun…, pada saat apapun. Pagi hingga petang….Siang hingga malam. Kau ada…

Seperti pagi ini, saat embun menebar aroma khas pagi, kuncup harapku memutik. Pelangi menari, bak bianglala warna-warni, menambah kesegaran pada kabut yang belum terangkat. Aku akan datang, ke suatu tuju. Tempat adamu di situ. Continue reading “Farewel…”

Yang tercecer kemudian


Ah….engkau seperti mengasing, aku pun terasing. dunia terus berpusing, dan kita selalu berada dalam sisi yang berbeda. “ketepe“, kata silvia dalam film “interpreter”, “kita berada di dua sisi sungai. dan menunggu sebuah alasan untuk bisa merapat.”

aku tak tahu, apakah kita juga tengah “menunggu sebuah alasan” untuk dapat merapat. tapi, hari-hari yang lewat, ternyata tak mengubur apa pun tentang kamu. jelajahanku, sejauh apa pun, pasti tetap akan singgah ke halamanmu. seakan ada simpul syaraf yang secara otomatis menuntunku ke sana. Continue reading “Yang tercecer kemudian”

Karena kutau, kau akan datang


Pergilah seperti uap, karena kutau, kau akan kembali sebagai hujan.

“Kalau kau ada waktu, jemput aku di bandara Jum’at pagi. Aku berangkat dengan penerbangan pertama”

Aku menimang-nimang ponselku setelah membaca pesan yang sangat tibatiba itu. Bimbang. Kaukah itu? yang berjanji datang menemuiku, setelah ratusan purnama kulewati tanpamu?

Ya, tentu…aku akan menjemputmu”

Continue reading “Karena kutau, kau akan datang”

Mulan Jameela dan Dewi Dewi Disodomi?


Saya bukan penggemar Mulan Jameeldong ini. Hanya beberapa lagunya saja yang sering mampir di telinga saya, dan tak satupun yang hapal.

Sambil memasang kancing blazer, sayup sayup suara si Mulan terdengar. Awalnya gak terlalu memerhatikan. Tapi lama lama saya kok penasaran juga dengan liriknya yang menurut saya aneh dan membuat saya berpersepsi ganda hehehe….

Continue reading “Mulan Jameela dan Dewi Dewi Disodomi?”

Anak-anak dan pertanyaan mereka yang tak bisa diabaikan


Alif    : “Bunda, ceritain waktu kakak lahir dong !”

Saya : “Waktu kakak lahir, kaki kakak diangkat sama dokternya, trus dibalik, kepala kakak di bawah, pantat kakak ditepuk-tepuk biar nangis”

Alif   : “Berarti dokter itu sukanya nangisin anak bayi ya?”

Saya : “Oooo bukan begitu sayang, bayi yang baru lahir memang disuruh nangis, biar paru-parunya berkembang, kalau gak nangis berarti bayinya sakit”

Continue reading “Anak-anak dan pertanyaan mereka yang tak bisa diabaikan”