Wisata Gratis Ho Chi Minh ~ Hanoi ~ Halong Bay Persembahan dari MCI


Seperti judul blog ini, Negeri Mimpi…seperti itulah kiranya saya dengan mimpi mimpi saya yang pada waktunya menjadi kenyataan. Duluuu sewaktu saya kecil, saya sering berhayal bisa terbang ke negeri negeri yang jauh yang sebelumnya belum pernah saya singgahi. Alhamdulillah mimpi mimpi itu satu satu menjadi kenyataan. Begitu banyak kejutan manis yang Allah berikan kepada saya. Setelah sebelumnya saya menerima jalan2 gratis ke Hongkong akhir bulan Maret lalu, lalu pertengahan Agustus ini lagi lagi saya beruntung, mendapatkan trip gratis menjelajah Vietnam dengan segala fasilitas nomor 1 dari Millionare Club Indonesia (MCI) karena memenuhi kualifikasi penjualan Nano Spray dan Magic Sticknya selama challenge berlangsung. Continue reading “Wisata Gratis Ho Chi Minh ~ Hanoi ~ Halong Bay Persembahan dari MCI”

BACKPACKING 2 #MALAYSIA


Mungkin sudah basi cerita pengalaman backpacking saya ini. Tapi saya Cuma ingin berbagi…tulisan ini sebetulnya sudah saya tulis agak lama berselang . See… bahwa pengalaman yang menakjubkan itu membekas dan sulit dilupakan detailnya.

Nah, dari terminal Golden Mile Complex kami akan meneruskan perjalanan ke Malaysia dengan bis malam Sri Maju. Sebelumnya kami kelaparan, menunggu jadwal kedatangan bis yang lama membuat kami menggelandang di emperan terminal golden mile complex. Muka sudah kucel, badan pegel pegel, dan gatel-gatel karena seharian berkeringat menjelejah jalanan singapura

Bosan menunggu lama dan karena lapar melanda, akhirnya kami menyeberang jalan, mencari ‘warung makan’ yang masih buka di sana. Ternyata pertokoan di seberang terminal sudah tutup. Saya melirik arloji, jam 10 malam, masih sore untuk ukuran kota Yogya…tapi sekeliling terminal ini seperti kota mati.

Agak lega ketika kami melihat aktifitas memasak di salah satu ‘warung’ yang masih buka. “akhirnyaaa” begitu bisik bathin kami masing2. Sudah mengambil posisi tempat duduk yang nyaman, teman-teman memilih menu, tapi aku coba tanya apakah makanan itu halal?

“sorry, here containing pork dishes”
, dengan logat Singlish yang kental pemilik warung itu bilang. Owhhh unfortunately…padahal sudah lapar sangat. Apalagi si Alif sudah mulai ngambeg…lelah bercampur lapar.

Untunglah tak jauh dari ‘warung’ tadi ada minimarket ; semacam Alfamart atau Indomaret yang menyediakan kopi panas dan mie instant plus hot watter. Lumayan buat ganjel perut. Dengan santainya kami menyeruput (kopi, soft drink, dan teh), di halte persis di depan terminal golden mile complex. Gak perduli dibilang ‘katrok lan ndeso’ oleh pejalan kaki dan mereka yang naik turun bis. Owalahhh….

***
Pukul 4.30 am, kami tiba di Hentian Puduraya. Perhentian Pudu Raya terletak di jalan Pudu Raya, Masih lengang….tapi se-sepinya…namanya juga terminal sama saja seperti di Indonesia…BANYAK CALO-nya heheh. dan atas rekomendasi teman, kami akhirnya melepas lelah di Hotel Puduraya. Kami menunggu lama di lobby hotel sampai jam 07.00 am, karena kalau masuk jam 05.00, kami akan kena charge seharga tarif 1 malam ; RM 49. Nah..mending nunggu kan?
Kami ambil 2 kamar…tentunya.

Setelah melanjutkan tidur, bangun dan tidur lagi..hehe, kami turun ke bawah (Letak terminal ada di bawah kamar hotel) Kami menuju loket pembelian tiket. Jangan takut, terminal ini sangat informatif, kita bisa memilih kemana saja kita akan pergi dengan tarif yang reasonable. Untuk tiket PP Puduraya-Genting-Puduraya, kami hanya membayar RM 11.

Sebelum berangkat ke Genting, kami makan di sebuah restoran berlabel ‘halal’ di depan perhentian Puduraya. (ahh gak ada makanan enak di sini)

Nah ini dia tips & trik di perhentian Pudu Raya yang mungkin berguna :
1. siapkan pecahan RM kecil atau RM cent untuk bertransaksi dengan pedagang makanan di sekitaran Pudu
2. bayar 30 cen sebelum masuk ke toilet, atau diceramahi budak tak tau aturan, tisu toilet semacam tisu pak seharga Rp. 1000 di tanah air , dijual 30 cen lebih murah
3. jika terpaksa naik teksi dari sini menuju penginapan atau lokasi wisata tawarlah setengah harga dengan cara sopan.
4. jangan berlama-lama melepas lelah di surau, pasti di usir
5. pastikan tidak salah platform jika ingin bepergian dengan bas luar kota (menuju singapura, misalnya)

Di Genting Highland.

Genting Highlands adalah tempat wisata yang paling tersohor di Malaysia. Inilah Las Vegasnya Malaysia. Genting Highlands berada di daerah pegunungan yang tinggi (tidak seperti Las Vegas yang berada di gurun) dengan begitu udara di sini sangat dingin jadi anda bisa melakukan banyak kegiatan outdoor tanpa harus takut kepanasan. Lokasi Genting Highlands ini mirip dengan Puncak.

Di sini ada banyak sekali tempat bermain baik untuk anak-anak hingga dewasa. Ada permainan yang outdoor juga indoor. Yang paling menarik adalah theme park yang ada di Genting Higlands.

Genting Outdoor Theme Park mirip dengan Dufan yang ada di Jakarta akan tetapi pilihan permainan Roller Coaster-nya lebih banyak. Kalau di Dufan hanya ada Halilintar, di sini ada 5 jenis Roller Coaster.
Tapiiii… saya tak berani mencobanya, satupun.

Ini dia wahana yang mengerikan yang ada di sana

1. Corkscrew. Mirip dengan halilintar tapi yang ini putarannya tidak hanya sekali tapi 2 kali.
2. Cyclone. Nah ini versi kecilnya Corkscrew, cocok dinaiki oleh anak-anak kecil. Tidak ada batasan tinggi untuk naik wahana permainan ini.
3. Flying Coaster. Roaller Coaster yang satu ini lebih seru daripada Corkscrew. Kalau Corkscrew duduk, di sini anda terbang.
4. Flying Dragon. Permainan ini mirip dengan Cyclone hanya lebih besar dan keretanya di desain menjadi naga. Jadilah permainan ini dinamakan Flying Dragon (Naga Terbang).
5. Rolling Thunder Mine Train. Roaller Coaster ini akan mengajak anda berjalan-jalan masuk ke dalam pegunungan berbatu dan gua yang gelap seperti nuansa pertambangan di dunia-dunia barat.

Saya yang takut ketinggian ini cuma mencoba permainan pancing boneka, Balon udara, balapan gocart, dan Alif….dia coba semua wahana yang ada disana.

Di arena bazar, permen2 unik berbentuk lucu saya beli untuk oleh2.

Bis yang menjemput kami kembali ke Puduraya datang. Hari mulai gelap…kabut membungkus bukit, dingiiin sekali. Kami membeku *lebay. Untunglah pak sopir jago di tikungan, kami gak muntah muntah dibuatnya.

Pukul 09.00 pm, kami tiba di perhentian puduraya, dan langsung menikmati malam yang hiruk pikuk di Jalan Petaling yang letaknya gak jauh dari puduraya ; sekitar 200 m saja. Di jalan Petaling ini semua penjual menjajakan produk2 China. Semacam kakilima di Pasaraya Padang, atau Pasar Sore di Malioboro Yogyakarta. Asiknya berbelanja di sini…kita bisa tawar menawar loh…untuk membeli barang sebaiknya kalian menawar separuh harga dulu. Sama bener ya kaya di Pasar Beringharjo hehe.

Ada banyak yang aku beli di sana, mulai dari jam tangan abal2 sampai yang mahal, gantungan kunci dan aneka souvenir untuk oleh2 (yang ternyata lebih murah dibeli di Pasar Seni yang letaknya tak jauh dari Jalan Petaling ini juga).

Hampir jam 12 malam kami pulang menuju hotel dengan kaki yang teramat sangat pegal.

I’ll continue my traveling story in next note ok…:)
(foto2 yang lainnya menyusul)

5 Days, Yet So Many Experiences…


Day 1

Rencana 2 bulan sebelumnya akhirnya terlewatkan dengan seru. Kami pulang membawa oleh2 pengalaman dan cerita yang tak habis-habis rasanya ingin kami ceritakan. Awalnya kami (saya dan partner kerja saya) iseng mencari penerbangan murah ke Singapura. Biasanya orang berlibur akhir tahun, ehh kami malah mencari-cari peluang libur di awal tahun. Hasilnya, kami dapat tiket Airasia return Singapura-Jogja dengan harga tujuh ratus ribu sahaja. Terima kasih Airasia….

Continue reading “5 Days, Yet So Many Experiences…”

LIBURAN HORE LIBURAN


Lama sekali blog ini ndak apdet. Saya benci setiap blogwalking lihat cerita yang bagus bagus di blog tetangga. Ada yang gathering-lah, ada yang kencan, ada yang cinta-cintaan..lah saya? saya terbenam dalam tumpukan pekerjaan. Fyuh..bener bener deh. Orang kerja buat cari hidup, lah saya..kok malah cari mati hehhe…

Tapi untunglah kantor ngadain liburan, buat penyegaran…dan saya langsung berjingkrak riang gak alang kepalang. Karena BALI adalah tujuan wisata kami.

Berangkat dengan rombongan besar ada senengnya dan banyak ndak senengnya. Tapi ahhh namanya juga libur gratisan, saya mah enjoy-enjoy saja.

Liputannya di postingan berikutnya yak.

Kerjaan saya sudah menanti. Dua tumpuk berkas yang kejar tayang sudah teronggok di meja. see ya

Menikmati Keindahan Bukittinggi Dalam Jenak


               Splendid suns

Laiknya keriangan anak kecil mendapatkan permainan baru, dendang riang di dalam hati saya lantunkan sepanjang perjalanan menuju Bukittinggi. Tak sekejappun mata terpejam. Membelalak sambi berecak kagum tiada henti menyaksikan pemandangan yang sebelumnya belum pernah tertangkap kornea mata.

Menyusuri kelok jalan menanjak, menurun, merasakan angin masuk lewat kaca jendela yang sengaja dibuka menampar wajah hinga kebas. Hamparan kebun teh, Danau Ateh, Danau Bawah, Danau Singkarak, Situs bersejarah Batu Batikam, dan Batu Angkek-Angkek, mempunyai cerita tersendiri di hati saya. Kepak sayap mungil kupu-kupu di bebatuan air terjun itu, membuat saya iri ; mengapa tak bisa lebih lama di sini? Waktu seolah melaju dalam kecepatan penuh.

Continue reading “Menikmati Keindahan Bukittinggi Dalam Jenak”

Obat Bosan itu ternyata …..


            Meede

Owalahhhh kemaren saya sempat dibunuh sepi, dan dilanda bosan…*buset dah bahasanya…ternyata obatnya  sepele saja. Saya ndak perlu piknik ke Bali atau Lombok dengan uang hasil merampok di gudang uang Oom tribal itu.  Makasih deh Oom atas tawaran pinjaman uangnya  . Saya lebih memilih melarikan kendaraan saya ke toko buku di pucuk jalan Kaliurang sana. Kebetulan ada undangan diskusi buku Rahasia Meede di sana. Ughhh hati saya dipenuhi rasa ketidaksabaran  untuk bisa ketemu dengan penulis muda yang sedang digandrungi tua muda itu…

Gerimis menyambut saya, persis ketika saya memarkir kendaraan di muka toko buku MP Book Point Jl. Kaliurang Km 6,3. Disambut senyum petugas parkir dan ibu muda berhidung bangir, bermata bola pingpong…hmmm cantik sekali. Dia memersilahkan saya masuk sambil membukakan pintu utama bangunan yang dipenuhi buku yang tertata rapi. Ini kali pertama saya datang ke sini. Hmm so cozy

Continue reading “Obat Bosan itu ternyata …..”

Ah Padang… Ku Tak Ingin Pulang…


                     Dam

Masih banyak yang ingin saya ceritakan dalam perjalanan saya ke Padang tempo hari. Rasanya kurang afdol bila saya tak menuntaskannya. Bakal gentayangan arwah saya nanti, kalau masih ada hal menarik  yang belum saya ceritakan. Sekali lagi saya ingin tegaskan, bahwa pemandangan alam kota Padang betul betul memikat hati. Karena kota ini memiliki kelengkapan nuansa, yaitu pantai dan pegunungan. Kota ini juga dikelilingi oleh pegunungan di sebelah utara dan timur, serta pantai di bagian baratnya. Terbayang kan betapa cantiknya kota ini? Hampir saja saya tak ingin pulang karena terbuai kecantikannya. 

Tak cukup jari tangan dan kaki untuk menghitung jumlah obyek wisata yang ada di sini. Saya tak perlu pergi jauh, karena di setiap jengkalnya tercipta keindahan tersendiri.  

Pantai Pasir Jambak misalnya, berlokasi di dekat Bandara Internasional Minangkabau. Pantai yang berjarak 25 km dari kota Padang ini begitu menawan. Udaranya bersih dan  sepanjang pantainya ditumbuhi jajaran pohon kelapa. Saya seperti berada di sebuah negeri antah berantah. Sebuah negeri yang jauh dari kebisingan. Damai sekali. Sayang….sepertinya saya datang bukan di saat yang tepat. Pantai ini sepi pengunjung (atau memang bukan jam berkunjung?, loh kok seperti di rumah sakit ya?).

Continue reading “Ah Padang… Ku Tak Ingin Pulang…”

Padang nan eksotis itu


Pantai

Sejak mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, terik matahari dengan gegap gempita menyambut kedatangan saya. Dan karena Padang adalah kota pantai, maka tak heran bila wangi angin laut menggelitik ingin saya untuk segera bercanda dengan ombaknya.

Ketika Damri yang mengantar saya ini berhenti, saya langsung disambut oleh keriuhan Pasar raya Padang yang menciptakan romantisme tersendiri bagi saya. Sopir angkot yang tak henti menekan klakson; memanggil penumpangnya, penjual obat, tukang sol sepatu, pedagang asongan, dan tukang ojek melengkapkannya.

Saya tidak sedang berada dalam arus orang-orang yang bergegas. Ritme bergerak sangat lamban. Dalam satu siang, saya bisa menikmati semangkuk soto setelah sebelumnya menyempatkan diri menikmati secangkir kopi di lobi hotel, berjalan-jalan di Kampung Cina yang berada di sepanjang Jl. Pondok dan Jl. Niaga, dekat Muaro, sebuah kawasan yang belakangan saya tahu direncanakan akan menjadi Padang Bay City (merupakan rencana proyek kawasan terpadu wisata, perdagangan, dan permukiman mewah (apartemen) yang dibangun di area seluas 33 hektare hasil reklamasi Pantai Padang) itu.

Continue reading “Padang nan eksotis itu”

Dan..angkot yang nyentrik itu ada di sini…



Datang ke suatu tempat yang baru dan belum pernah dikunjungi, selalu mendatangkan keingintahuan. Saya pasti ingin tahu rasa makanan khasnya, blusukan ke pasar tradisional, dan mencicipi yang satu ini ; angkot padang yang terkenal itu.

Bila Mbak Sipit, yang lebih memilih taksi daripada angkot yang katanya butuh kesabaran ekstra kalau ingin menjadi penumpangnya, saya malah sudah sejak jauh hari berharap bisa naik angkot di kota itu. Bahkan pesan singkat saya kirim untuk tour guide saya jauh sebelum hari kedatangan saya;

Bilo ambo tibo, jan lupo ajak ambo naiak angkot tu yo”

Sayangnya, siang itu…. saya hanya bisa keliling Padang dengan angkot hanya berdua saja dengan supirnya. Angkot jurusan Pasaraya-Jati-Siteba akhirnya menjadi pilihan saya. Kebetuan siang itu angkot sepi penumpang. Saya bisa duduk di depan, persis bersebelahan dengan pengemudinya membuat saya leluasa melihat kota indah ini dari balik jendela. Continue reading “Dan..angkot yang nyentrik itu ada di sini…”