Sahabat Sejati Itu…


Tiba-tiba di siang yang mendung ini saya teringat sahabat-sahabat terbaik saya semasa SMA. Serta merta saya dirundung rasa rindu dan haru yang teramat sangat. Teringat Merli, perempuan bertubuh mungil, nampak ringkih namun sejatinya ia adalah perempuan tegar. Kebalikan dengan saya, yang nampak kuat dari luar…tapi sesungguhnya saya sangat mudah menangis. Banyak hal yang sering kami berdua. Merli adalah sahabat tanpa rasa iri terhadap apapun yang dicapai atau dimiliki oleh orang lain. Nampak kekanakan dari sikapnya, namun sangat dewasa dalam bertindak.

Bapak, Ibu dan keluarga besar kami..menerima Merli sebagai bagian dari keluarga kami. Merli anak Bapak dan Ibuku juga. Merli adalah pencatat sejarah kenakalan saya.

Ingat, saat kami diminta untuk menari pada salah satu acara yang melibatkan seluruh sekolah di kota kecil bernama Prabumulih. Selepas menari, kami mendapat honor yang jumlahnya tidak sedikit untuk ukuran kami saat itu. Tujuh puluh lima ribu rupiah, honor yang menggembirakan yang kami belikan sepatu senakers dengan merk namun warna yang berbeda. Sepatuku biru dan Merli berwarna merah. Sejak itu, kami sering membeli barang2 yang sama, meskipun seringnya selera kami berbeda dan kami tidak pernah ngotot dengan pilihan masing-masing.

Sahabatku yang lain, Imelda…perempuan berkacamata nan lembut. Tidak pernah berselisih paham dengan siapapun, sangat pengalah, dan sangat dewasa (untuk seusia kami saat itu). Sederhana dan tidak banyak maunya, meskipun ia dari keluarga yang berada. Pemurah dan senang sekali menolong teman yang kesusahan. Saya salah satunya.

Imelda ini adalah sahabat saya sejak saya SMP, waktu itu saya adalah murid baru, pindahan dari SMP YKPP 4 Prabumulih. Imelda bukan tipe perempuan yang meledak-ledak, cenderung diam. Tapi aku ingat betul, dialah teman perempuan pertama saya di SMPN II itu.

Nilai raportnya selalu bagus, tak heran karena ia sangat rajin belajar, tidak seperti saya (lagi-lagi). pribadi saya-Imelda sangat bertolak belakang. Tidak berlebihan kalau saya merasa tenang bila sedang bersama Imelda. Dia seperti ibu…tenang, dewasa dan bijaksana.

Perempuan yang lengkingannya bisa menggegerkan sekolahan ini bernama Ichi. Ichi Dianti lengkapnya (maaf kalau salah ya Chi). Tomboy, ceplas-ceplos, supel, sangat menyenangkan…tidak ada sedih di matanya. Semua hari yang dilewati ceria bersamanya. Ichi itu seperti kembang api, seperti balon udara warna warni, seperti terompet tahun baru, seperti…hmmmm seperti apapun yang ramai. berdua saja dengan dia seperti bersepuluh. Ceria…bahagia bersamanya.

Hampir mirip dengan Ichi, tapi yang satu ini sedikit lebih kalem. Namanya Lily. Anak kedua dari 4 bersaudara. Rumahnya sering kami jadikan tempat berkumpul. Tiduran di kamarnya yang bagus, belajar masak bersama, tidur bersama, pokoknya semua yang biasa dilakukan bersama, kami lakukan di rumah Lily.

Lily sangat menonjol di sekolah. Dia manis, menarik dan menyenangkan. Dia punya banyak teman karena dia sangat mudah bergaul dan sangat suka menolong. Lily juga setia kawan, terbukti saat saya dikeluarkan guru matematika karena kesalahan yang bukan salah saya, Lily menginterupsi guru matematika yang bawel itu, dan memilih untuk keluar, menemani saya. Jadilah siang itu, saya dan Lily makan bakso di kantin, dengan sesekali melirik ke kelas. Di dalam kelas nampak Merli berkali-kali menoleh ke arah kami dengan raut muka sebal, karena kami girang sekali diluar sana, makan bakso disaat jam pelajaran berlangsung. Nakal!

Eka Faradilla, perempuan hitam manis ini suka sekali menjodoh-jodohkan teman-temannya. Dia pantas berprofesi sebagai mak comblang. Sangat fasih menjadi bu Pos yang membawakan surat cinta untuk Merly, untuk Lily atau untuk siapapun (tidak termasuk saya nampaknya, hihi). Dan dia akan duduk di sebelah si penerima surat, sambil membujuk untuk menerima cinta si pengirim surat. Terhitung banyak pasangan yang dicetak, hasil kerja si hitam manis ini

Eka ini tipe perempuan yang mudah berkecil hati, sensitif sekali. Sebentar merajuk, sebentar kemudian sudah ceria lagi. Sering merasa tidak pantas untuk siapa-siapa, sering merasa tidak memiliki apa-apa, sering “nglokro” dan beranggapan kami akan meninggalkannya dan memutuskan persahabatan begitu saja. Ini yang sangat tidak saya sukai dari dia. Saya seringkali marah, kalau dia lagi2 down…menyalahkan keadaan, menyalahkan apapun, menyalahkan siapaun atas apa yang terjadi pada dirinya. Meski begitu…dia adalah sahabat yang penyayang, yang mendapatkan tempat spesial di hati kami, di hati saya terutama.

satu lagi, Ini adalah perempuan yang sangat rapi dalam hal apapun. Manajer dan organizer andal. Caranya berjilbab rapi, caranya berpakaian rapi, caranya berjalan juga rapi. Alis matanya yang lebat, hampir menyatu megesankan dia perempuan tegas. Dia pintar berargumen, jago debat…feminin dan maskulin berkolaborasi dengan rapi di diri perempuan bernama Ita Nirmala. Saya mengira dia akan menjadi seorang event organizer, belakangan saya tau..dia menjadi guru. “Mulia sekali profesi itu, Ta”

Demikianlah, keenam sahabat saya yang kini terpisah, saya di Jogja, Merli dan Ita di Prabumulih, Lily dan Imelda di Jakarta, ichi di Niru (kota keci di sebelh barat Prabumulih), dan Eka di Purwokerto.

Tahukah kalian, sahabat-sahabatku? bahwa banyak hal yang tak ada habisnya yang ingin saya ceritakan. Tentang indahnya kebersamaan kita. Persahabatan yang komplit, dan lengkap dengan rasa masing-masing pribadi yang berbeda. Takukah kalian? bahwa sejauh perjalanan hidup saya, ada banyak hal yang dapat saya petik sebagai pelajaran hidup. Kita tak lagi remaja, namun semua kenangan tentang kalian yang mengalir begitu saja sesiang ini, sungguh membuat saya kembali merasa indahnya masa itu.

Bagi saya, sahabat sejati itu adalah kalian. Sahabat sejati itu adalah kenang yang tak padam.

Semoga kita semua dapat terus bersyukur atas segala nikmat, sekecil apapun yang kita rasakan. I love You All (Ketjup kangen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s