5 Days, Yet So Many Experiences…


Day 1

Rencana 2 bulan sebelumnya akhirnya terlewatkan dengan seru. Kami pulang membawa oleh2 pengalaman dan cerita yang tak habis-habis rasanya ingin kami ceritakan. Awalnya kami (saya dan partner kerja saya) iseng mencari penerbangan murah ke Singapura. Biasanya orang berlibur akhir tahun, ehh kami malah mencari-cari peluang libur di awal tahun. Hasilnya, kami dapat tiket Airasia return Singapura-Jogja dengan harga tujuh ratus ribu sahaja. Terima kasih Airasia….


Tanggal 26 Januari 2010 jam 07.30, Airasia menerbangkan kami ; tujuh orang backpackers kere (Saya, Risa, Ndahndut, Abang, Dery, Hafiedh,dan Alif) dari Bandara Adisucipto menuju Changi. Tiba di Singapura jam 10.30 pagi. Tiba di Changi kami menuju ke arah terminal MRT yang letaknya di bawah Bandara Changi. Tujuan pertama kami adalah Orchard Road yang merupakan surga bagi para shopaholic. Disepanjang jalan Orchard Road ini berdiri mall-mall megah. Segala merk fashion internasional dijual disini. Mall-mall yang terkenal adalah Tangs Plaza, Takashimaya, Wisma Atriya, Lucky Plaza, dan masih berhamburan mall lainnya.

Dengan diantar teman yang kebetulan tinggal di sana, kami mencari makan siang di Lucky Plaza. Sebetulnya perut dan lidah saya sangat welcome untuk menerima makanan apapun. Tapi..karena saya takut ada penolakan perut atas makanan asing yang belum tentu kehalalannya, maka saya memilih nasi timbel di gerai masakan Indonesia sebagai makan siang saya, sementara teman2 saya yang lain…menicipi menu lain. Oh yaa saya juga mengajak serta Alif…jagoan saya yang hari itu tepat berulang tahun ke 7. Hmm perjalanan itu, semoga menjadi kado ulang tahun yang berkesan buat dia.

Setelah makan, kami berjalan menyusuri Orchad, menikmati es krim aneka rasa seharga $ 1 Singapura dan menjamak Shalat di masjid di dekat RS Mount Elizabeth, entah Masjid apa namanya..saya lupa .

Hahay…di depan sebuah toko kami tergelak…bagaimana tidak, terpajang di etalase House of Condom, warna warni dan aneka bentuk kondom (ada yang ungu, pink, sampai dengan motif polkadot. Astagaaaa…baru tau saya. still have plenty of time to re-visit. Dan…sebelum kami berbalik arah menuju stasiun MRT, kami membeli beberapa souvenir khas singapura nan murah meriah. Semua pernik di harga $ 10 Singapura itupun dapat 3, ada juga ding yang $ 10 dapat 6. Seru dan lucu2. Saya membeli beberapa jam tangan berbentuk unik, patung2 kecil Merlion, pulpen, gelang lucu, dan gantungan kunci, asbak, dan hiasan dinding. Dengan $ 50 Singapura, saya membawa banyak souvenir dan bisa saya bagikan ke sahabat juga kerabat.

Belum selesai keseruan kami siang itu, kami kembali ke stasiun MRT Orchad menuju Esplanade, kami turun City Hall (seharusnya kami turun di Suntec City mall yang bisa tembus hingga ke Esplanade dan Fountain of Wealth), dan berputar putarlah kami ; tersesat mencari Esplanade.

Esplanade – Theatres on the Bay adalah salah satu icon negara Singapura. Letaknya persis bersebelahan dengan Patung Merlion yang berada di Merlion Park. Ini adalah salah satu pusat seni tersibuk di dunia, dibuka resmi pada tanggal 12 Oktober 2002. ikon arsitektur dengan rangka kembarnya yang unik ini berlokasi di dalam distrik pemerintahan Singapura, tepat di tepi Marina Bay di mulut Singapore River. Sambil duduk2 dan menikmati es krim chocochips, kami memandang takjub esplanade ini.

Lanjut, kami berjalan lagi menuju Singapore Flyer, kincir raksasa setinggi 42 lantai gedung bertingkat (165 meter) yang terletak di bibir pantai Marina. Nyaris seluruh pelosok Singapura dapat dinikmati melalui kapsul bening Singapore Flyer. Kapsul bening ini berkapasitas 28 orang, kebayang kan gedenya…? hampir sebesar bis kota. Lumayan mahal untuk bisa merasakan putaran kincir raksasa ini. Kami merogoh kocek $ 30 Singapura. Dari atas, kami bisa melihat bentangan Singapore River, podium F1 yang mengapung di tepi pantai Marina, daratan Pulau Batam di Indonesia dan puncak-puncak gunung dari negeri jiran Malaysia. Indahnya… Sayang saya agak takut ketinggian, dan hanya bisa menikmati dari tempat duduk saya, tak berani bergerak hahay…

Senja itu kami habiskan di Merlion Park. Merlion pertama kali dirancang sebagai lambang Singapore Tourist Promotion Board (STPB) di tahun 1964 – dan sang kepala singa dengan badan ikan di atas puncak ombak ini segera menjadi ikon Singapura bagi dunia.

Malam hari, kami menuju terminal Golden Mile Complex dengan 2 taxi. Kami akan meneruskan perjalanan ke Malaysia dengan bis malam Sri Maju. (bersambung)

Advertisements

18 thoughts on “5 Days, Yet So Many Experiences…

  1. ngiri nih baca tulisan mbak unai. murah juga ya. jadi kepengen jalan-jalan ke sana :). btw, foto2nya mana nih mbak unai???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s