Hore, Saya Lulus di 4 Minggu Pertama


Postingan ini harusnya sudah saya publish sejak Arya berusia sebulan. Tapiii ini sudah lewat  dua minggu. Gak apalah, dan saya gak harus mengganti judul postingan ini menjadi ” Lulus di 6 minggu pertama”, kan?. Baiklah…yang dimaksud ‘lulus’ di sini adalah saya sudah melewati saat melelahkan bersama Arya, putra kedua kami.

Bahagia yang meluap luap mendapatkan bayi laki laki yang sehat, lengkap, dan lucu ini ternyata sebanding dengan rasa lelah pasca melahirkan. Bagaimana tidak, tubuh serasa remuk redam. Serasa habis dipukuli orang sekampung (duh lebay yah saya). Saya mengalami kesemutan di sekujur tubuh . Tentu ini sangat mengganggu gerak saya, membuat saya agak takut menggendong Arya tanpa ditemani. Saya takut pegangan saya terlepas dan mengakibatkan Arya jatuh, ughhh mengerikan. Untunglah rasa kebas alias kesemutan ini hanya empat  hari menyiksa saya. Pengelihatan yang mengabur juga derita saya setelah melahirkan. Entahlah, mungkin karena teknik mengejan saya yang salah.

Derita lain adalah payudara yang sudah mulai memproduksi susu ini penuh , seperti akan meledak.  Puting yang  lecet  mengakibatkan badan ini meriang. Saya sampai menangis ketika menyusui Arya. Sakitnya tak alang kepalang. Tapi Arya tetap harus saya susui, kalau tidak…payudara saya bisa benar benar meledak. Haha ini juga lebay.

Malam-malam yang berat sudah saya lalui bersama Arya. Lebih dari separuh waktu saya dihabiskan untuk menyusui Arya. Bahkan di malam hari saya tertidur  hanya dua jam saja. Bayi baru lahir, kebanyakan tidur 16 jam setiap harinya, dan malam hari bersiaplah untuk begadang. Setiap sebentar dia akan terbangun karena popoknya yang basah, kedinginan, juga haus.

Banyak yang menyarankan agar saya ikut tidur saat Arya tertidur. Tapi ketika Arya terlelap, saya malah sulit memejamkan mata. Saat saat seperti itulah saya manfaatkan untuk melihat laman Facebook atau sesekali nge-plurk. Duh niat sekali yaaaa….??? tapi hal yang menyenangkan ini menghapus rasa letih saya. Terima kasih yah temans…

Payudara penuh, puting yang lecet, begadang sepanjang malam, hmmm apalagi yang melelahkan sepanjang empat minggu pertama ini? Yaaaa…TAMU! Saya yang meriang dan kelelahan ini tetap harus menebar senyum kepada setiap tamu dan rombongan yang datang menjenguk. Senang bercampur lelah, kombinasi yang pas kan?.

Nah, sekarang usia Arya sudah 47 hari. Berat badannya sudah bertambah. Dia  tumbuh pesat berkat ASI eksklusif yang Insya Allah tetap akan saya berikan sampai usianya 6 bulan. Dan, Alhamdulillah Jam tidur Arya sekarang sudah bisa menyesuaikan dengan jam tidur kami. Tapi..tetap saja kebiasaan begadang belum bisa saya hilangkan. Hehe…

Sleep tight Nararyaku….

Advertisements

35 thoughts on “Hore, Saya Lulus di 4 Minggu Pertama

  1. Suatu hal yang sangat membahagiakan saat unai dapat mendampingi setiap detik perkembangan sang jagoan. Semua penat akan terobati jika arya tersenyum bahkan menangis saat lapar dan haus. Tetap semangat ya nai,….. Gank rusuh mendukungmu,…. bravo MU,…..

  2. aku blom sempat ngucapin selamat ke mas is dan mbak unai hihihi
    selamat ya mbak, seneng deh namanya sama kaya aku :d

  3. lama sekali ngga mampir kesini. banyak ketinggalan cerita jadinya. dan ternyata alif dah punya adek lagi yah. selamat deh yun. saya terlambat ngucapinnya 🙂 ikutan seneng aja dengernya

  4. Didoakeun lancar kedepannya bisa banyak sabar dan terus dilimpahkan kemudahan mengurus si kelcil.. sama2 punya bayi mungil juga nih kita..

    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!

  5. Mbak unai, makasih ya udah mau mampir. Padahal kita udah lama tukeran link nya ya? hehehe… tapi kok mbak males nulis lagi nih? :mrgreen:

    Oya, mbak. Link saya yg di sidebar yg rangmudo.com udah diganti, balik lagi ke blog lama catra.wordpress.com

  6. Pertama2, selamat ya, kk Unai 🙂
    Kedua2, selamat juga udah lewati 6 minggu pertama… lebih dari 6 minggu pertama.
    Salam buat si sulung. Kemarin kan ketemu si sulung doank 😀 heheheehhe

  7. wah! ponakan dah lahir, horeeeee! *joged2*
    selamat ya nai.. 🙂

    “semoga menjadi anak yang shaleh, berbakti kepada orangtua, aamiin!”

  8. Salam kenal dulu and sekaligus selamat buat kehadiran sang buah hati. Smoga lebih kurang 1 th ke depan tetap bisa jaga kondisi badan biar awet sehat (kan masa-masa anak merangkak hingga belajar berjalan, aduuh capeknya…..).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s