Farewel…


Ketika kuterjaga di fajar yang gemetar, kusingkap selimut malam perlahan. Kau datang tiba-tiba tanpa kata. Diam saja. Tak juga kutemukan apa-apa di mata coklatmu, kecuali secuil kebimbangan yang entah sejak kapan bergelayut di sana? Kau datang di setiap sunyi, di setiap bimbang, di manapun…, pada saat apapun. Pagi hingga petang….Siang hingga malam. Kau ada…

Seperti pagi ini, saat embun menebar aroma khas pagi, kuncup harapku memutik. Pelangi menari, bak bianglala warna-warni, menambah kesegaran pada kabut yang belum terangkat. Aku akan datang, ke suatu tuju. Tempat adamu di situ.Bermusim mananti saat, dan kini…waktu berpihak, untuk kita membincangkannya.Meski tak cukup leluasa aku merekam setiap gerakmu, namun cukuplah…

“Bukankah sedikit ini lebih berarti daripada banyak yang percuma itu?”

Kaki yang kujejakkan, dan kenangan yang membentang di sepanjang jalan yang tampak lembab itu, biarlah mengabadi…jangan pernah mati. Meski tak ada apapun yang terjadi-tak ada percakapan diantara deru detik yang tengah terengah berlari.

Aku  tak mampu berbuat apapun disaat kau memilih berlalu, meninggalkan cemas di sudut ruang. Kau hanya meninggalkan jejak, dan wangi tubuh yang datang sebelum kau ada. Dan aku…mematung di hamparan bisu sambil memandangi hujan bintang di pelataran. Mungkin…tak cukup mengerti, tentang makna hujan bintang yang kusaksian sendirian tadi malam ; saat kau dalam gegas.

Aku tak meminta apapun..jadi kau tak perlu memberi. Kau tak perlu memberi…

Advertisements

33 thoughts on “Farewel…

  1. aduh ditinggal ya, bu… siapakah gerangan yang membuat kenangan terendap di sudut ruang…

    jadi kaya pengalamannya si fani, istri aris idol ya? atau ini sebentuk ungkapan yang mewakilkan perasaan fani yang hanya mampu melihat dengan ketermanguan pada hujan bintang yang ada di seberang sana, menatap dia yang memilih berlalu bermandi gairah yg mendadak menjemput mimpi buruknya dulu hanyut menjadi mimpi indah..

    hmmm…

    -> wadohhh bukanlah Nang…cuman tulisan saja kok. Sekedar permainan kata kata saja 🙂

  2. Di hari kau mulai kehilangan harap, angin menggelombang sampai ke rambutmu. Kau tersentak, seperti terpukul telak, ketika menyadari dia datang bersama angin itu. Itu bukan sepoi biasa, tapi riak angin yang membawa sesuatu.

    “Bersiaplah, aku akan datang,” bisiknya. Tiba-tiba kau sadar, sudah begitu banyak tanda lain. Udara mendadak dingin, malam seperti akan tiba lebih cepat, lembab menyergap.

    Aku tak meminta apapun..jadi kau tak perlu memberi. Kau tak perlu memberi

    Lagi pula, apatah lagi yang hendak diberinya, jika keseluruhanya sudah milikmu, dari hulu sampai ke hilir, dari dulu sampai hari terakhir…

    *sokmenjawabpadahalnggangerti.com*

    -> cihuy banget Lae…kenapa komennya selalu lebih bagus dari postingannya 🙂

  3. “Aku tak meminta apapun..jadi kau tak perlu memberi. Kau tak perlu memberi”

    aku hanya ingin mencintai

    -> duh uniku…indahnya..hiks

  4. wewwww… makin keren aja olahkatanya 😉

    -> perasaan aku yang bikin aja ndak ngerti maksudnya nih da :D, keren dari mananya ? hhehehee

  5. biasanya perempuan paling tdk suka pada lelaki peragu. perempuan pengennya kepastian dalam langkah.

    tulisan di atas menggambarkan keraguan itu

  6. opo iki? 😮

    tapi memang betoel bund,
    sedikit lebih berarti daripada banyak tapi percuma 🙂

    istilahnya, nembak pake senapan mesin yg pelurunya kemana2 itu kadang nggak epektip, mendingan sniper yg cukup one shot one kill! haalaah… tambah ngelantur… :mrgreen:

  7. Permainan katanya mba Unai menuai sesuatu yang OKE ;p kapan buku puisinya dirilis? Huehehehe… hepi wiken n hepi terus ya, mba 🙂

  8. Unai.. Miss u.. Wah gaswat nie, aq gak bs blogging kurleb 5 bln.. Gatel2 rasax, hehe.. Mana hpku ngekngok again, smua no hp n data pd amblaz.. Minta lg donk no unai, skg aq merantau nie di xmantan

    Hem, the upcoming baby bs jd the next kahlil gibran nie, scr bundax lg puitis2x.. Ok take care y buwk.. Visit my newblog y..

  9. gimana nih ibu gendut eh ibu hamil hehe..busykah? gak update2 nih. ato mabok? gpp mabok nai, mabok cinta 🙂

  10. hmmm… perpisahan memang selalu menjadi hal yang menyedihkan…

    but just keep in faith that there will be the beautiful rainbow after all

    *ngomong apa seh ? :p*

  11. Sudah saatnya permainan kata2nya mbak Unai dipublikasikan dalam bentuk buku sendiri… catatan2 pendek yang mongken selama terbengkelai atau cuma bisa dinikmati sama yang nge-net… 🙂

    btw, met pagi…. 🙂

  12. luar biasa tulisanmu tante bohay:

    biarkan lah bintang yang paling terang itu tergantung ada untuk disana saja.. cukup sebagai penanda kalo dia itu ada..
    bintangpun tau ketika sinarnya dirasakan oleh insan dibumi..

    dan kini yang tinggal hanyalah tarian padi menghijau menghampar.. diterpa angin.. menyapu.. menyampaikan kabarnya..
    harum embun tarian padi itu masih bisa semerbak hingga kini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s