Anak-anak dan pertanyaan mereka yang tak bisa diabaikan


Alif    : “Bunda, ceritain waktu kakak lahir dong !”

Saya : “Waktu kakak lahir, kaki kakak diangkat sama dokternya, trus dibalik, kepala kakak di bawah, pantat kakak ditepuk-tepuk biar nangis”

Alif   : “Berarti dokter itu sukanya nangisin anak bayi ya?”

Saya : “Oooo bukan begitu sayang, bayi yang baru lahir memang disuruh nangis, biar paru-parunya berkembang, kalau gak nangis berarti bayinya sakit”

(Sengaja saya pilih kalimat yang sederhana dan mudah dicerna. Saya tidak mungkin mengatakan : “bayi yang lambat menangis, maka apgar (nilai kelincahan bayi) akan rendah. Apgar diperlukan untuk mengetahui kondisi bayi sesaat setelah lahir dan antisipasinya terhadap dunia luar”. Bisa bisa bingung pula anak saya yang usianya baru 5 tahun ini, diberi penjelasan yang njlimet seperti ini.)

Diluar dugaan, muncul lagi pertanyaan yang membuat saya tersenyum malu.

Alif : “Berartiiiii, kalau bunda suka nangisin kakak, itu biar paru-paru kakak berkembang ya?”

Jleb…kena deh .

Suatu siang, saat saya menemani Alif nonton tv. Ada iklan pembalut berdurasi cukup, terpampang di depan kami. Saya tidak terlalu memerhatikan, karena iklan ini sudah beberapa kali tayang. Saya juga tidak tahu kalau Alif mengamati dengan seksama.

Alif : “Bunda, lihat ! mbak mbak itu mau bobo kok pake pampers?. Ihhh.. sudah gede kok ngompol ya?”

Anak anak memang ajaib. Ada banyak pertanyaan yang tidak bisa kita jawab secara asal-asalan. Sebagai orang tua, kita harus menghargai rasa ingin tahunya dengan menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, bahasa yang mudah dimengerti, dan sesuai dengan usianya.  Pada dasarnya anak punya keinginan untuk tahu, kemampuan untuk menyerap suatu informasi dari mana saja (bahkan yang cuma terlintas sepersekiandetik), mengingat, menalar, dan mengambil kesimpulan.

“Cepatlah besar, Nak…bunda ingin bisa menjelaskan semuanya dengan bahasa anak gede,tentunya.”

 

Advertisements

21 thoughts on “Anak-anak dan pertanyaan mereka yang tak bisa diabaikan

  1. hahahaha, anak-anak emang kalo dah masa2nya cerewet, bikin bingung ortunya. saya aja sampai banyak baca buku ttg gimana menjelaskan dengan baik hal2 tertentu untuk anak. untung sementara masih pertanyaan yg aman2. kalo dah gede lagi… maaaaak gak tau dah. πŸ˜€

  2. yah anak kecil suka menanyakan prtanyaan2 yg tidak bisa dijawab orang dewasa tp justru dr situlah kita belajar banyak hal dari anak-anak, bagaimana bicara jujur

  3. @goop : gimana coba jelasinnya? hayooo aku pengen denger yang detail πŸ™‚

    @Och4: aku malah nunggu dia cepet gede, gak sabar penge jelasin dengan bahasa emak πŸ™‚

    @Aprikot : KAdang lebih tahu mereka juga daripada kita. ANak kecil memang gak bisa dianggap sepele. Tubuh mereka saja yang kecil. Mereka ajaib

  4. Hehehehe betol. Jadi inget ada anak tetangga pernah nanyak ke aku, “Ncim, perkosa itu artinya apa?”

    HAH?

    Gimana ya? Dia kan masih kecil banget. Terus aku bilang, oooh perkosa ituh kalo kompor dilepasin satu-satu mulai dari sumbu dan lain lain…

    Dia, “Ooo. Bukan perempuan?”

    Aku, “bukan…”

    Duh… 😦 pusing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s