Kangen


Di tempat tidur, sambil melingkarkan tangannya di leherku, Alif menatapku lekat. Bibir mungilnya banyak bercerita, tentang dua kelincinya yang diberi nama Reno dan Rani, tentang teman sekolahnya, tentang anak perempuan yang suka memeluknya, tentang sahabatnya, Sabrina yang pandai mewarnai sekaligus menyanyi, tentang semua….

Sampai….

Saat mata beningnya letih, hampir terpejam

Dia berucap lirih “Bunda, Kakak kangen bunda….”

Dan….dengan mata hampir tumpah, kubalas menciumnya sambil membisikkan lembut di telinganya

“Bunda lebihhhhh kengan, Kak”

Advertisements

13 thoughts on “Kangen

  1. cuti bun, ajak alif berlibur. jangan sibuk kerja melulu, ah jadi kangen ditanya2 ama Alif, apalagi celetukannya itu, ‘tas tante gita lembut sekali’

    kak, tante juga kangen

    -> dia juga pernah bisikin aku ” sttt Bun, Tante Gita kaya orang Jepang ya” gitu katanya sambil nyengir.

  2. lha? bukannya tiap hari pulang to mbka? 😀
    *tapi aku juga kangen sama Alif dan bundanya, terakhir ketemu pas di prambanan itu yah? :(*

  3. anakanak slalu aja bikin kangen, kalo ketemu gak ngasih ujan ciuman rasanya belum puas 🙂

  4. mungkin pertanda bunda berkurang perhatiannya hehe, *sok teu, nyama2in, anakku gitu kalo ku-per :D*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s