Esia(L) , Rentenir Sekaligus Perampok


              Esia21             

Karena memang saya ini mudah sekali dirayu, makanya awal Januari kemarin saya ikut-ikutan temen kantor untuk memakai esia(L). Ditawarkan banyak sekali keuntungan hati saya mulai kepincut.

Awalnya saya memakai pra bayar. Tapi akhirnya saya ikut corporate kantor saya untuk memindahkannya menjadi pascabayar. Nggak tanggung-tanggung, suami saya juga saya bujuk untuk sama-sama pakai esia(L), biar irit ?!?

Karena saya ada tugas kecil di Padang (9–13 Januari 2008) lalu, jelas saya mengajak serta si esia(L), dan mengaktifkan nomor Gogonya. Karena saya juga memilliki HP GSM, maka selama di Padang, saya menggunakan esia(L) hanya sesekali, untuk menghubungi nomor-nomor lokal, dan juga menelpon suami. Itupun saya merasa lamanya saya menelpon masih dalam kewajaran, karena fungsi esia(L) sendiri hanya sebagai cadangan.

Beberapa hari sepulang saya dari Padang, saya mampir ke gerai esia(L), untuk mengadukan esia(L) saya yang tidak bisa digunakan untuk sms. Mbak cantik dan sexi juga wangi di counter itu bilang ;

“Ooooo ini karena ibu masih menggunakan layanan Gogo”.

Owalahhh teryata Gogo tidak secara otomatis berubah kalau kita sudah kembali, dan esia(L) tidak dapat digunakan untuk sms kalau dalam keadaan aktif gogo.


Akhir Januari saya mendapat tagihan sejumlah Rp. 115.000,– Saya masih menganggap wajar, karena pemakaian saya taksir juga kira-kira sejumlah sekian itu. Saya berniat akan membayar nanti-nanti kalau sudah agak “selo” dari pekerjaan. Tapi ternyata saya kelupaan, dan diblokirlah esia(L) saya itu. Pasti dong, namanya juga diblokir, esia(L)pasti nggak bisa pake ; sekedar menerima  apalagi menelpon.

Anehnya, kemudian bulan Februari masuk lagi tagihan sejumlah 540 ribu koma sekian sekian. Saya terbelalak kaget, bagaimana mungkin ? lah wong hpnya saja diblokir, kok saya ditagih sekian banyak ??. Saya juga perhatikan print out tagihan itu. Banyak nomor yang tidak saya kenali, dan saya tidak merasa menguhubungi nomor2 itu.

Saya belum juga membayar tagihan itu, tapi saya sudah mengadukan perkara ini kepada pihal esia(L) via telepon. Saya minta untuk menutup saja kartu saya, karena jelas saya nggak mau membayar lebih mahal lagi. Tapiiii…kemudian masuk lagi tagihan terakhir yang lebih besar sejumlah 640 ribu koma sekian. Fyuh…saya sudah tidak bisa menempatkan kesabaran saya.

Saya datang ke gerai esia(L) Diponegoro. Disambut dengan satpam yang tampangnya menjengkelkan. Saya balas dengan senyum kecut sambil tetap mengendalikan marah yang meletup-letup. Bagaimana tidak marah? saya mau mengajukan komplain, malah ditempatkan di pos satpam yang panasnya seperti di dalam oven. Entahlah, mungkin tampang saya kriminal, sehingga satpam menganggap perlu mengamankan saya. Di dalam pos,  Sengaja saya tidak duduk, berdiri sambil menungu apa yang akan terjadi setelah ini.

Karena merasa pelayanan satpam “aneh” dan tidak beralasan,  saya tepuk pundak bapak satpam nan gagah itu.

“Saya kesini mau ketemu Mak Riri, saya mau komplain atas esia(L) saya, bukannya jadi monyet yang bisa seenaknya kamu suruh tunggu di pos”

Sebetulnya saya juga gak tega mau bilang begitu, tapi dasar mulut saya sudah nggak bisa nahan…keceplosan jadinya. Tanpa perasaan bersalah, satpam kekar itu membiarkan saya masuk, dan mengambil kartu antri di pojok ruangan. Fyuhhhh….

Satu jam lebih saya menunggu. Duduk, berdiri, bolak balik majalah, duduk lagi, sampai kesemutan. Memang kantor Esia(L)) cukup ramai. Saya lihat juga banyak pengaduan atas layanan esia(L) yang bikin sia(L).

Sampai juga giliran saya. Emosi saya yang tadinya meletup karena ulah satpam, kini melunak. Mungkin karena mbak cantik di hadapan saya berbicara dengan suara dan intonasi yang halus, sampai-sampai hampir tak terdengar. Hasil dari pengadual saya itu, esia(L) tetap menuntut saya membayar sejumlah 540 dari 640  tagihan terakhir.

Meskipun masih ngganjel dan nggak rela membayar tagihan sebanyak itu, tapi akhirnya deal  juga. Sebagai “obat” kekecewaan, saya diberi satu perdana esia(L), yang sampai detik ini belum saya gunakan (anya saya aktifkan). Dan olala…bonus pulsa, sudah berkurang karena nada dering “ yang otomatis terpasang. Memang sebelumnya saya mendapat sms yang berbunyi;

selamat, anda dpt Nada Sambung gratis dr esia selama 15 hari, stlh masa gratis berkahir akan dikenakan biaya normal, utk ganti lagu kirim RING 8 atau RING 9 ke 888″

Anehnya, dalam pesan ini nggak ada info tentang UNREG. Terus terang saya tidak suka cara ini, esia(L) men-subscribe nomor orang secara otomatis, dan info UNREGnya tidak informatif. Jelas saya kerepotan dan merasa pulsa saya dirampok untuk sesuatu yang tidak saya minta. Kalau lagu di nada deringnya bagus sih, saya masih bisa terima. Untung saya cari-cari info untuk bisa unreg, kalau nggak…bisa-bisa diperpanjang terus lagu “aneh” itu dan dirampok terus pulsa saya.

Esia yang dalam iklannya mengatakan “untung pake esia”, tidak untuk saya…ah sial pake esia(L)

*) Maaf, foto saya pinjam dari sini. Dan komplain-komplain sejenis bisa dilihat di sini, sana, dan sono

 

Advertisements

28 thoughts on “Esia(L) , Rentenir Sekaligus Perampok

  1. aku gak mau pindah ke pasca bayar, nai. suamiku kebujuk pindah pake xplore, yg ada malah ribet. billingnya ribet dan aneh.

    ->tapi emang enakan beli pulsa, bia atur sendiri. ribetnya kalo pulsa habis, dan mendadak harus telpon penting ๐Ÿ˜ฆ

  2. weh ….. untung aku belom beli esia ……. masih suka pake xl yang murah abis taripnya …..

    -> idihhh ngiklan dia

  3. lha kok bisa itu bun ada selisih 500 sendiri??yo mosok mau2nya bunda mbayar :(( emang itu dendanya karena ga bayar ya?…
    masukin surat pembaca KR aj lah bun…

    ->niatnya begitu Ko..thanks yaaa

  4. koq bisa begitu nai?
    mestinya jangan mau bayar di atas 115rb. wong trakhir tagihannya segitu sebelum diblokir.

    ->mereka ngeyel, dan saya juga awalnya emoh mengalah. Lah wong saya bener, bener2 diporotin esia. Mau ndak bayar, tapi saya kasihan dengan mbak yang ngurusin korporet esia saya itu.

  5. wah semua pada trobel….. kembali ke jaman dulu aja pake kaleng dan tali… wakakakaka

    ->iya..telpon2an sama kamu ya Nang

  6. duh kok dibayar nai, baik bgt, kalo aku mendingan tak tinju tuh muka cewe hihi bencanda. udah dirugikan malah bayar?

    emang semuanya sialan, aku dah gonta ganti pacar eh kartu karena semuanya nyebelin, kesimpulannya, bisnis adalah penguasa, kita rela dibodohi ๐Ÿ˜ฆ

    xl juga suka maksa orang terima iklan (jengkeeel), dan kalo mau unreg dilama-lamain.
    numpang curhat juga.
    apa mendingan kembali ke zaman lalu, enak gak ada hape, gak ada yg ganggu ๐Ÿ˜€

  7. hahahaha,…dasar Provider2 tukang tipu,….konsumen yg jadi korbannya,….sabar ya unai,..org sabar disayang Tuhan,…maksih infonya unai,…kan jd tahu Sia (L)nya esia(L)

    ->kemakan iklan dan bujukan sih ๐Ÿ˜›

  8. Mbak unayyyy..karena saya juga orang yang mudah dirayu, maka sejak kita ketemu di jogja beberapa waktu lalu sama Al dan blogger Jogja dan merayuku bikin blog, akhirnya bikin juga…apa kabarnya ? ??

    ->heii lama gak imelan ya kita…kabar baik…hore sudah punya blog yaaaa

  9. gw kamis kemaren migrasi dari besabs ke explore.gile jumat sabtu minggu sampai senin ini katu gak bisa ngapa-ngapain. ems gak bisa, call jg gak bisa. Kok aktivasi sampai lama gini. sialan XL..

    ->kemakan iklan juga ๐Ÿ™‚

  10. kalo menurutku, pilihlah layanan yang gak ada gembar gembor service. satu satunya ya…. XL jempol. gak ada kan iklan tentang XL jempol lagi. udah hampir 3 taon make Jempol, ampe sekarang lom pernah komplen ( bukan maksud ingin iklan lhoo )

    ->heheh belom pernah coba, mau ikutan pake juga gak yaaaa?

  11. pake Simpati Pede aja, biar bisa pede gak disialin. Paling nanti dapet jawaban macem2 bahwa “nomor yang anda hubungi belum terpasang”, “nomor yang anda hubungi lagi sibuk”, “nomor yang anda hubungi belum lengkap”, dst
    =))

  12. untung g pernah pk pasca bayar dalam bentuk apapun, dan lebih untung lg cm pk 1 nomor tok. g ribet. ning tetep ya esiane wagu.

  13. wedew, aku juga pake esia, tapi yg pra, dan itupun cuman utk ngubungin keluarga di Malang aja. Klo aku pilih nggak mbayar mbak, biarin aja kartu dimatiin, ato klo ada debt-collector nyamperin, disogok aja pake duit 50ribu, wakaka…. *ngajari nggak bener*

  14. wah saya juga kecewa nih sama esia, udah 2 minggu ini esia tidak dapat di hubungi kecuali oleh sesam esia. mana… bilangnya… nomer yang anda hubungi tidak aktif lagi .. mumet mumet… pake esia…

  15. Dengan Hormat,
    Bersama ini saya ingin menyampaikan pemotongan pulsa setiap saya terima sms dari 22202.
    Adapun sms yg di kirimkan berupa pertanyaan kuis.
    Padahal saya tidak pernah ikut/daftar/Reg untuk kuis apapun.
    Kemarin saya cek pulsa saldonya Rp. 10 ribu sekian dan hari ini setelah terima sms berkurang menjadi Rp. 9 ribuan.
    Ini sudah terjadi dari pulsa saldo saya masih tersisa Rp. 26 ribu.
    Apakah ini bukan pencurian pulsa.
    Mohon tanggapan nya.

    Hormat Saya
    Lian

  16. kalo aku sekarang malah pakai paska bayar… enak ndak usah mikir isi pulsa kayak pra-bayar…

    yang lebih enak lagi ndak usah mikir pembayaran, maklum jatah dari kantor ๐Ÿ˜€

  17. Saya pernah sakit hati sama esia. Dua tahun lebih berlangganan pasca bayar tahun 2005-2007…

    Trus ditutup sekitar september ato oktober 2007, saya lupa lagi, karena ternyata saya baru sadar kalo di rincian saya tidak ada satu pun pembicaraan yang lebih satu jam padahal saya sering telpon lebih dari satu jam sehari, beberapa kali, hampir tiap hari.. mmmh…

    Pembicaran satu jam lebih kan seribu rupiah, kalau kurang jadi lebih mahal. Jadi saya berpikir esia tidak jujur dan sengaja mebuat algoritma program kalo pembicaran pascabayar lebih dari satu jam akan dikonversi secara acak sedemikian rupa sehingga muncul di tagihan kurang dari satu jam. Kan gampang buat programmer untuk ngakalin kayak gitu. Kalo emang betul begitu ya.. keterlaluan sekaleeee…

    Tapi itu dulu… Sekarang seh moga-moga kebijakan di pimpinan esia mau juga berpikir untuk jujur dan gak mo merugikan konsumen.

    Saya masih pake esia yang pra bayar karena masih banyak temen yang pake juga. Tapi tidak untuk pasca bayar…

    Karena;

    Belakangan temennya temen, baru daftar pasca bayar mengalami hal yang sama… wuih…

    Eh, saya masih kena sial juga. Sekiar 7 bulanan kemudian saya ditagih blum bayar esia yang pasca bayar itu. Yang tagihannya berupa abodemen tiap bulan… padahal kan dah ditutup.. L o L

    Administrasinya ternyata blum bagus. Perusahaan telematika yang belum telematik ;;)
    {bingung ngomong apa ini ya.. }

    Tapi, saya pikir operator lain juga mungkin masih banyak yang melakukan “kecurangan”. Pemerintah mestinya yang proaktif menghilangkan ketakutan konsumen dirugikan ini.

    Waduh… ternyata jadi curhat…
    Maklum, saya masih sakit hati… he.. he..
    Udah ah… moga-moga operator bersaing sehat dan konsumen diuntungkan juga….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s