Forgiven not forgotten


dfaf32980d9c30112b348106f795ec2f.jpg

Dulu…aku menggenggam pita persahabatan kita dengan erat. Erat sekali…

Menjagamu, menjaga hati dan perasaanmu agar kau merasa nyaman memiliki sahabat sepertiku. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang berarti untukmu, seseorang yang selalu ada di setiap sakitmu, seseorang yang menyediakan ruang untukmu. Tidak terlalu berlebihan kan?

Tapi kau melemparku dari ketinggian… Membuat hatiku terburai. Sesungguhnya aku sudah tak ingin memunguti keping keping yang tak lagi berbentuk itu. Aku tak ingin lagi mengingat peristiwa buruk bila hanya membuatku terpuruk. Aku tak ingin lagi…

Aku sudah ikhlas kau pergi, meski meninggalkan duri. Aku juga tak mengharap kau mampu melacak jalan pulang, danĀ  mengulang saat-saat dulu…saat kau dan aku erat menggenggam pita yang sama.

Kau tau aku berkali kali terluka, dan harus kau akui, kaulah yang membuatnya lara.

Dan bila kau menyesalinya…itu tak akan berengaruh banyak pada keputusanku. Kubulatkan niat untuk tidak lagi menoleh pada tapak-tapak jejak yang kau tinggalkan.

Kau salah bila beranggapan aku membalas sakitku dulu. Tidak sama sekali. Toh aku menjaga agar kau yang merasa sakit atas sikapku yang menurutmu menyakitkan?!?. Entah sikapku yang mana yang menyakitimu? yang pasti kau melukaiku lebih…lebih dari apa yang kau bayangkan.

Bila kali ini kau memintaku kembali, maaf saja…aku sudah tak ingin terlibat dalam kisah-kisahmu. Lalu…bila kau bertanya…

“dengan apa aku harus memperbaiki salahku?”

Aku akan dengan tegas menjawab. “Tak ada”.

Aku memaafkanmu, jauh sebelum kau memintanya. Namun sungguh, aku masih belum mampu melupakan rasa sakitku.

Advertisements

22 thoughts on “Forgiven not forgotten

  1. aku juga pernah ngalamin ini. sakit, dan memang lebih bak gak usah kenal lagi lah daripada besok2 kita kepancing ngungkit2 kesalahan sahabat kita, ya kan?

    gak keren, heheheh…

  2. atw sedikit lebih halus: “aku sudah memaafkanmu, melupakan? aku sedang berusaha.”

    *sekalian mohon izin, rss blog ini salah satu yg kupajang di sidebar, jadi rajin2lah posting*

    šŸ˜€

  3. bun, coba untuk melupakan saja. krena klo mnurutku dgn tdk melupakan brarti belum memaafkan.

    sini sini duduk dan cerita lagi kita bun

  4. hiks…hiks… I feel the same with someone.
    melupakan? aku orang yg tak pernah mampu melupakan rasa sakit yg diberikan orang yang dikasihi, walau sudah memaafkan…

    tapi kata orang bijak cobalah keduanya, mungkin unai bisa?

  5. salam kenal..

    tipikal perempuan memang…
    memaafkan tp tidak melupakan..

    padahal kata orang kan bangsa Indonesia tipikal. mudah pula melupakan kesalahan orang lain.. apalagi yang berhubungan dengan politik.. hehehe

  6. satu hal yang aku sepaham banget mbak, memaafkan itu mudah, tapi utk melupakan memang cukup susah.
    kata2 yang menyentuh mbak (krn ada mirip2nya dg yg pernah aku alami… hiks)

  7. bukan cuman cewek yang kayak gitu. aku pun seperti itu. jika ada yang buat aku sakit, aku masih bisa memaafkan. tapi, untuk melupakan kesalahan itu, nanti dulu.

  8. @Anang : iya Nang…gakcumanaku aja kan?
    @Venus: Aku sih cuman gak mau salah lagi Mbok.
    @Lae Toga: emang Lae ini jagonya menghalus haluskan šŸ˜›
    @Aprikot : Iya aku sedang berusaha…Mbit
    @Kang Lui: haturnuhun yah kang..
    @Ia: hihihi…jangan mau tauyah Om šŸ˜›
    @Avartara : hahah…air panas minggir minggir
    @NiMeiy: Berusaha terus aja Ni..pasti bisa lupa šŸ™‚
    @Sha: eit..jangan salah, soal politik orang malah sulit memaafkan
    @Fa: HIks, mari berpelukan šŸ™‚
    @Peter: Apalagi kalo inget rasa sakit yang dia buat, uhhh jadi gak ikhlas memaafkan
    @Titov: melupakan dan gak usah dimaafkan…lebih baik begiut kali yah Tov

  9. berarti harusnya ngomong gini ya mbak “maafkan aku, kumohon lupakan rasa sakitmu aku”

    tapi memang bener apa yg mbak unai bilang memaafkan itu mudah, melupakan? sebentar…. (bahasa jawane “mengko dhisik”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s