Bukuku sayang, Bukuku malang


Saya paling benci meminjamkan buku, entah sekedar buku resep masakan, komik, novel, atau buku-buku bacaan lain kepada teman-teman saya. Pasalnya, buku yang dipinjam, jarang kembali dalam keadaan mulus. Saya akan cerewet sekali mengingatkan peminjam, supaya tidak melipat ujung buku untuk membatasi halaman yang sudah dibaca, menekuknya menjadi satu halaman, membuka halamannya dengan kasar, apalagi menumpahkan teh di lembarannya.

Siang ini, marah saya siap meledak, tapi akhirnya cuma bisa meletup-letup kecil saja, ketika teman kantor saya mengembalikan buku yang dipinjamnya dalam keadaan yang mengenaskan. Sampul plastiknya sobek, covernya lusuh, dan bagian dalamnya berubah warna menjadi coklat.

“Aduhhhh buku saya kok bisa jadi begini, Mbak?”

“Oh maaf mbak, ketumpahan teh, jhe” dengan logat jawanya yang medok

Saya mau bilang apa? minta ganti? lah wong yang pinjem aja, mengembalikan buku saya itu dengan wajah tanpa dosa. Ugh…!!!

Advertisements

21 thoughts on “Bukuku sayang, Bukuku malang

  1. buku dan (dulu) kaset, aku gak pernah mau minjemin. sampe sekarang.

    biarin dah dibilang pelit. dulu malah aku selalu nawarin “aku copy-in aja, ya?” kalo ada yg pengen pinjem koleksi kasetku 😀

  2. Seseorang berkata … orang bodohlah yang mengembalikan buku pinjaman. Jadi, ngak usah deh minjaman buku dari pada rusak hati, rusak hubungan … kadang saya milih kasihkan saja sekalian, he he

  3. @Venus: Iya harusnya aku juga pelit se pelitnya ke temen yang sukanya pinjam dan gak tanggung jawab itu.

    @EWA: wakakaka, jadi jangan kembalikan saja kalao injam yak? ahkalau dikasihkan terus saya ndak punya apa apa dong pak 😛

    @Anang: iya dong, tanggung jawab, kamu!!!

  4. udah jangan pinjamin lagi, kalau mau ngasih ya kasih aja hehehe

    dulu aku sering bgt digituin nay, malah sering gak dibalikin, aku juga skrg pelit ma buku, apalagi jarang2 beli buku, ngalah sama anak2.

  5. adalah bodoh meminjamkan buku ke orang, dan lebih bodoh mengembalikn buku yang telah dipinjam… Makanya aku lebih memilih meminjam daripada dipinjam :))

  6. Ada ‘ayat suci’ yang belum saya verifikasi keshahihannya:

    Hanya orang bodoh yang mau meminjamkan buku, sebab hanya orang gila yang mau mengembalikan buku yang dipinjamnya.

    😀

  7. Mungkin sudah budaya kita (semoga tidak termasuk saya, he he …) untuk meminjam buku seumur hidup.

  8. bukuku tersebar di mana2.. kadang lupa siapa yang minjem. berkali2 juga rusak oleh orang lain.. 😦

  9. weh, sama. aku juga paling nggak seneng klo buku atau sesuatu yg dipinjam, kembali dlm keadaan mengenaskan (itulah kenapa aku juga berusaha sebisa mungkin utk nggak pinjam buku orang, mending ke perpus klo gak bisa beli, hehe)

    tapi ya gitu deh, aku nggak bisaan klo harus nolak org yg mau pinjem 😦

  10. @Ni Meiy: Iya kapok Ni..gak lagi2 deh
    @Damax: Gitu ya?
    @Bang Toga : hahaha, saya ini bodoh betul
    @Hakim : Kalo saya sih suka pinjem juga, tapi pasti kembali seperti semula
    @Cucut: iyah nih, suibuk banget
    @Imgar: aku juga sudah lupa siapa aja yang pinjam, tapi sekrang aku ndak mau kasih pinjam lagi. Jadi hak milik soalnya
    @Mbita : Sudah, tapi emang nasib bukunya aja yang harus lecek 😦
    @Fa: Yang bikin tambah kesel itu, dia ndak merasa salah sama sekali

  11. katanya, orang yang mau minjemin bukunya itu orang yang bodoh… tapi yang lebih bodoh adalah orang yang minjem buku dan mengembalikan sama yang punya.
    hihihihi
    *ngumpet*

  12. Anakku kalo pinjam pensil warna, spidol, penggaris, apa aja deh, pulang tidak lengkap. Padahal kami masing-masing punya sendiri-sendiri.

    Sering jengkel sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s