Ah Padang… Ku Tak Ingin Pulang…


                     Dam

Masih banyak yang ingin saya ceritakan dalam perjalanan saya ke Padang tempo hari. Rasanya kurang afdol bila saya tak menuntaskannya. Bakal gentayangan arwah saya nanti, kalau masih ada hal menarik  yang belum saya ceritakan. Sekali lagi saya ingin tegaskan, bahwa pemandangan alam kota Padang betul betul memikat hati. Karena kota ini memiliki kelengkapan nuansa, yaitu pantai dan pegunungan. Kota ini juga dikelilingi oleh pegunungan di sebelah utara dan timur, serta pantai di bagian baratnya. Terbayang kan betapa cantiknya kota ini? Hampir saja saya tak ingin pulang karena terbuai kecantikannya. 

Tak cukup jari tangan dan kaki untuk menghitung jumlah obyek wisata yang ada di sini. Saya tak perlu pergi jauh, karena di setiap jengkalnya tercipta keindahan tersendiri.  

Pantai Pasir Jambak misalnya, berlokasi di dekat Bandara Internasional Minangkabau. Pantai yang berjarak 25 km dari kota Padang ini begitu menawan. Udaranya bersih dan  sepanjang pantainya ditumbuhi jajaran pohon kelapa. Saya seperti berada di sebuah negeri antah berantah. Sebuah negeri yang jauh dari kebisingan. Damai sekali. Sayang….sepertinya saya datang bukan di saat yang tepat. Pantai ini sepi pengunjung (atau memang bukan jam berkunjung?, loh kok seperti di rumah sakit ya?).

 

Tapi, sepi atau ramai, tetap saja saya menikmati pantai indah ini. Sayang tidak menemukan penjual air minum di pantai ini, juga souvenir, dan lapak makanan yang biasanya ditemui di banyak obyek wisata lain, padahal Tenggorokan saya mulai tercekik kehausan.

Pasirjambak2                    Pasirjambak                           

 

Karena sadar kami tak memiliki waktu banyak, akhirnya kami putar haluan. Kali ini perjalanan menanjak menuju Universitas Andalas. Kampus ini terletak di Bukit Karimuntiang Limau Manis sekitar 12 km dari pusat kota Padang. 

 

  Unand 

Kata tour guide saya, kampus ini disebut-sebut sebagai kampus termegah di Asia Tenggara. Bangunan gedungnya kokoh dilapisi batu alam dengan arsitektur unik. Sebuah kombinasi dari model atap tradisional Minangkabau (tanduak kerbau) dan struktur yang bergaya modern. Kampus ini berdiri megah di kaki bukit Karimuntiang.

 

Uhhh….udara dingin mulai mengepung ketika kami tiba di depan gerbangnya. Dengan ditemani salah seorang anggota Mapala,  saya berjalan-jalan, menikmati panorama  sambil menikmati udara nan sejuk yang bertiup dari rerimbunan pohon-pohon cemara kampus ini. Dari halaman gedung rektorat, saya bisa menyaksikan indah pemandangan Kota Padang yang dikelilingi Bukit Barisan dan Pantai.

 

               Unand2

  

‘Kopi Mapala’, sambal lado ijo, dendeng batokok, dan sayur paku, yang kami nikmati di cafetaria kampus, sukses bersarang di perut saya, kecuali ‘nasi tak kompak itu’ sungguh saya kesulitan menelannya.  

Padang… tak hanya keindahan alamnya saja yang memikat, masakannyapun  benar2 membuat saya tak ingin pulang. Bagaimana tidak ?,  paruik kanyang, hatipun sanang

 

*)next ; perjalanan ke Bukit Tinggi

Advertisements

23 thoughts on “Ah Padang… Ku Tak Ingin Pulang…

  1. “Sayang tidak menemukan penjual air minum di pantai ini, juga souvenir, dan lapak makanan yang biasanya ditemui di banyak obyek wisata lain…”

    Kaya nggak tahu aza, pedagangnya sdh merantau semuanya ke Jawa! He he he…

    Mudah2an di Bukittinggi kamu sempat mampir ke Pasar Atas dan pasar Bawah, kata temanku: itoe pasar jang bersedjarah….

  2. bunda, pengen kan pantai di jogja juga seperti yang di dalam foto, makanya besok ikut ke pandansari ya buat bersihin sampah disana πŸ˜€

    ohya titipanku jadi dibawain ga bun? πŸ˜‰

  3. Jujur aku tak suka baca rantaian postingmu tentang Padang, walau tetap baca. Soalnya, jadi pingin pulang, dan … bilang sama bini, cari waktu yang tepat ke Padang. Dia bilang, Ramadhan. Kelamaan tu. Gara-gara Unai, skedul terpaksa diubah, padahal mau ke Hongkong he he

  4. Unai,rupanya dirimu bener2 memiliki jiwa marketing,..mantap unai,. wah unai sempat ke Unand ya,..tempat diriku menempuh pendidikan dahulu. buat Funksit: itu mah bukan penjara,..tapi kami waktu kuiah dulu menyebutnya sebagai markas Power Ranger,..pernah ntn filmnya kan,..apalgi waktu hujan dan petir menyambar,..persis,..tapi pemandangan nya memang indah bgt,…apalgi waktu sunset tiba,..wuiihhhh

  5. @Aprikot: yuk kesana, kita bareng yah Mbit
    @Elang: Tuh bisa, nyangkut di spam, Om
    @Didut: yah diajak dong, suruh nyusul
    @Andi bagus: jelas dong πŸ˜‰
    @Annots: titipan cewek padang?wah ndak ada yang mau dibawa pulang Nots πŸ™‚
    @Babe: yah diajak dong sayang πŸ™‚
    @EWA: hahaha…ikut saya ke hongkong lah pak πŸ˜‰
    @Fa: kamu bisa kok, lah ini tulisan abal abal πŸ™‚
    @Pangsit: tadinya aku berfikir juga begitu, tapi keren kok..
    @Avartara: Ohh kuliah di sana yah? kampusnya bagus
    @

  6. ondeh mandeh, jadi litak baca dendeng hehe(laper nai!)

    jadi tambah rindu padang, kampusku yg romantis euy!
    pasir jambak itu dekat rumahku lo nai.

    foto2 nya kok keren banget sih, waaah *ajungin jempol*

  7. Hi mbak baru sempat berkunjung nih..

    udah pindah k WP tho? ya ngga ada shoutboxnya jadinya ga bsa ngasih short message…hehhe…

    mbak bawa oleh2 dari Padang? klo iya, bsuk maen k kantor ya…??

    Mbak, bsuk minggu ada acara bekisar d pantai..ikut ngga?

  8. Yap, Padang, Sumbar, memang gudangnya obyek wisata. Gak habis2 rasanya diabsenin satu2. Nggak sekaliyan wispul (wisatapulau)? Banyak loh pulau2 cantik di lepas pantai Padang yang bisa dikunjungi.

    Kalok orang Padang padha merantau ke Jawa, lha sayah yang aseli ngGunungkidul malahan merantau ke Padang πŸ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s