KEMUDIAN….



Matahari sudah lebih dulu meninggalkan kami (saya dan Cici) yang masih termangu di tepi pantai. Masih nampak semburat ungu di langit barat itu, membuat saya tak hendak beranjak. Air kelapa muda yang dingin, sudah sejak lama tandas. Hari mulai gelap, dan kami beranjak meninggalkan pantai.

Di tengah hiruk pikuk kota yang penduduknya sangat tak patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas, membuat saya takut meminjam motor ini lebih lama.

Saya memilih mengembalikan motor kepada pemiliknya dan berkunjung ke kantor surat kabar kriminal terkemuka di kota itu. Berjabat tangan dengan mereka, para pemburu berita, menyelainya dengan tawa, dan menutupnya dengan menikmati Mie Padang (kalau ada Mie Aceh, mengapa tak ada Mie Padang?), yang tak jauh dari kantor koran kriminal itu berada.

Eits..jangan mengira wartawan koran kriminal itu bertampang kriminal juga loh…
Pitos,mematahkan anggapan itu. Dia adalah wartawan murah senyum dan penuh gelak tawa ini mampu mencairkan suasana.

Di lapau itu, saya pesan mie rebus atas rekomendasi Uda, yang sejak jauh hari berjanji akan mengajak saya makan di sini jika saya tiba, Cici pun tak kalah ingin mencicipinya, dan sang pemberi rekomendasi tak afdol bila diapun tak menjadikannya menu makan malam saat itu, sementara Pitos, dia memesan seporsi martabak mesir.


Begini cara saya menikmati rebus yang berbeda dari mie yang biasa saya makan. Mie dengan kuah merah, kaya dengan bumbu rempah, dilengkapi dengan kerupuk merah dan slada. Semula saya ragu untuk menghabiskannya, melihat penampilan dan porsinya yang besar itu. Tapi ternyata mie rebus ini highly recomended banget, mak nyusss kalau kata Bondan. Tak salah kalau Bapak ini memaksa saya mencobanya.

Jadilah malam itu kami lewatkan dengan ngobrol hinga larut. Ups..maaf jika saya menculik kalian di tengah deadline. Seharusnya kalian di kantor saat itu :).

Malam itu, saya berdua Cici menghabiskan malam dengan ngobrol panjanggg, sampai mimpi indah menjemput kami berdua. Luv u Ci.

*) bersambung

Advertisements

9 thoughts on “KEMUDIAN….

  1. Bunda, kayaknya seneng banget ya disana, apalagi ditambah masih nyambung internet wah perjalanan yg amat sangat menyenangkan πŸ˜€

  2. @Ia: Ada cici, takutnya jadi kubagi πŸ™‚

    @Aprikot : hehe iya siyap besok publish deh πŸ˜‰

    @Annots: Seneng banget Nots, sayang gak ada Alif…kangen banget dibuatnya

  3. iya, nih, mb unai komen terus soal pengendara sepeda motor di padang yg ngebut2. maaf ya, bun. tapi begitulah padang. mereka berasa punya nyawa 10 kali. hihihi…

  4. @Cici: fyuh tegangnya gak habis habis mengendarai motor di medan yang sama sekali aku buta…navigatornya suara kecil pula, untung kita ndak tabrakan yah ci πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s