Boys Don’t Cry



“Anak laki-laki kok nangis ?”

“Jangan menangis kamu kan laki-laki”

Ada apa dengan tangisan? Sepertinya air yang berasal dari kelenjar air mata ini. Mengapa menjadi dominasi kaum hawa saja?

Anak laki laki harus kuat. Begitu yang ditanamkan sejak kecil, berbeda dengan anak perempuan yang boleh sekencang kencangnya menangis sebagai ekaspresi kekalahan atau kekesalannya.

Ketika anak laki laki menangis berebut mainan dengan saudara perempuannya, dia diminta untuk memperbanyak porsi mengalah. Anak laki laki yang menangis karena baru saja berkelahi dengan teman sepermainannya dituntut harus bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri.

Sosok laki-laki dicitrakan sebagai makhluk yang perkasa, kuat, tegar dan mampu melindungi. Maka secara psikologis, anak laki laki memang lebih matang dalam pengendalian emosi. Mereka tidak seemosional perempuan karena memang laki laki lebih rasional. Mereka mampu menekan perasaan untuk tidak menitikkan air mata.

Namun, setegar apapun laki-laki, terkadang ia tak mampu menyembunyikan perasan sedihnya. Dengan menangis, beban yang berat seolah terangkat, terbang bersama menguapnya air mata. Menangis bagi kaum laki laki bukanlah cengeng. Lelaki boleh menangis, dan tetesan air matanya bukan sesuatu hal yang tabu untuk disaksikan. Air mata laki laki menunjukkan betapa halus dan lembutnya persaan yang ia miliki. Lalu… bagaimana jika dalam diri seorang laki laki yang ada hanya rasio dan kekuatan hati saja ? Bisa jadi keperkasaan menjelma menjadi kegarangan.

Air mata adalah bentuk kehalusan dan kelembutan perasaan, sama sekali tidak akan mengurangi sosok pribadi yang tegar dan tegas, tapi justru akan menjadian ia sebagai sosok pribadi yang ideal untuk dijadikan teladan bagi orang lain.

Menangis itu bukan monopoli jenis kelamin tertentu. Menangislah…jika itu mampu membantumu redakan gundah.


Advertisements

35 thoughts on “Boys Don’t Cry

  1. I agree! Menangislah kalau memang harus menangis. Karena menangis bukan tanda kerapuhan, melainkan pelepasan jiwa 🙂

  2. Ass,setuju tuh yang namanya manusia pastilah menangis gak mesti harus wanita aja yang ngalamin kan? pria juga punya rasa kok….Wassalam

  3. menangis bisa nikmat banget lho. hmm… kan sayang kalau kenikmatan itu dimonopoli kaum cewek dan ngga dibolehkan utk dinikmati kaum cowok ^_^

  4. hmmmm….. gitu yah tapi aku ga gitu tuh…. cuma keterpaksaan :p wajwjawjjawjajwjawj… tapi aku setuju pendapat bunda …….. hdiup menangisssssssss hip hip hore …tp kalo nangis jangan depan aku yah kayaknya gimana gitu… kadnag terbawa susana kalo menangis di depan aku….
    lebih baik di tinggal kaborr….tp kalo aku nangis harud ditungguin

  5. saya sangat setuju kalau menangis tidak mengenal jenis kelami. Trus kalau dia punya “dua” gimana? nangis apa nggak?

  6. budaya kita masih maksa, laki-laki harus tegar dan perempuan lemah lembut. Gak jarang laki-laki pelit tangisan, tapi sekali mereka menangis, kebanyakan tangis yang serius bukan nangis-nangisan seperti yang perempuan banyak lakukan hihihi..

    -iks-

  7. mungkin hanya krn budaya saja ya nai, waktu kecil sering nonton film India, kayanya orang India ga masalah kalo cowo nangis tuh

  8. kalo mau nangis ya nangis aja,,kalo ga nangis nti malah dadanya sesak,gak bagus buat kesehatan,,hehehe

  9. aku nangis yen bar ngiris bawang …….. opo yen mripatku kedudul driji sing gupak sambel …….. waaaaaaaaaaaaa …….. ampun dah, pedih bener, sampe nangis

  10. menangis ituh anugrah juga tau…sodaraku ada yg gak bisa nangis… air matanya sedikit gituh…makaitu dia pake kaca mata tebel bangeeetttt..kasian…matanya airnya sedikit

  11. @Si mungil: yup jiwa yang dilepaskan

    @Isthar: 🙂

    @didut: deh..nangis kalo nonton pilem india yah?

    @Dew: hehe iya, langsung yah, awas kalo ndak

    @Anonym : iya dong

    @Nisa: lega = plong = lepas

  12. @anag: iyah, sama dengan kentut yah Nang?

    @FM: 🙂

    @Rho: cuman kadang lelaki itu tak ingin terlihat lemah di depan perempuan

    @Za: lho, mau ikut demo Za?

    @Sam: iya peka rasa

    @Ipal: manja amat, nangis kok minta ditungguin 😛

    @Pangsit: ketahuan juga gpp kok

    @ladokutu: nangis aja…deh :

    @Iks: heheh ketauan suka nangis boongan ya???

    @Ni Meiy: iya ni, didikan lingkungan membuat lelaki menjadi sok kuat, gak boleh nangis..padahal..nangis aja, gada yang larang

    @koolsonic: dadanya sesak bisa meledak, dhuwerrrrr

  13. @Windede; Wuih..padahal saya sudah siapin satu box tisyu loh pak

    @irf: kene kene tak cocolke sisan

    @Arya: btw kau nangis juga kan?

    @Imgar: menangis saja ..

    @tata: betul Ta..nangis kok malu

    @Ichaawe: oh ya?? duh beruntungnya kita yang bisa menangis ini ya

    @venus: iya basi yah mbok

  14. lelaki dewasa gpp menangis. sembunyi2 aja tapi. tapi mumpung anak sampeyan masih kecil mah, gpp mau nangis jerit2 juga sih, hehehe…..

  15. aku pun sering menangis, menangis air mata dan klo jengkel menangis dalm emosi…
    ga penagruh cewek or cowok, dgn menangis…kesedihan bsa tercurahkan…

  16. Katanya menangis bisa membuat kita lega.
    Kalo aku sih kunci ato barang apa aja salah letak gak bisa ditemukan, aku musti nangis dulu. Cengeng banget. Tapi suamiku juga bisa nangis lho, waktu dulu dia mau berangkat perang… eh… tugas ke LN selama 1 bulan bye-bye-nya pake nangis-nangisan segala.

  17. @Tyka: gak usah sembunyi, gak boleh juga diumbar…

    @Ardhi: benul itu

    @Fa: trus air pipis buaya ya?

    @Siwoer: cep cep…hush malah mbribeni

    @May’s: mari menangis bersama *halah

  18. Menangis muncul dari iba diri,
    kasihan pada diri sendiri, dan itu akan membuat kita tambah lemah,
    hanya bisa meratapi nasib tanpa berbuat apa-apa.

    Coba lihat segalanya tanpa menilai, karena semua terjadi secara wajar,

    otak kita lah yang membuat itu menyedihkan atau menyenangkan, jadi

    janganlah kita dipermainkan pikiran kita sendiri.

    http://fusion-kandagalante.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s