CERITA MUDIK II


“Kamu jadi hitam sekali”

begitu sapa teman saya, di hari pertama saya masuk kantor. Wah sapaan yang manis sekali kedengarannya bukan? Sudah lebaran, maaf maafan eee dia malah menghina saya hitam, padahal saya ini negro…!!! heheh. Saya yang memang jarang memperdulikan penampilan ini akhirnya penasaran juga, apa bener saya gosong? Mungkin saya lupa membalik waktu bejemur kemarin itu?. Dan mengendap endaplah saya ke toilet lantai 3, di ujung gang sana. Takut ketahuan kalau saya ngaca. Takut ketahuan juga kalau saya ngacanya lama…hohoho.

Aihhh benar juga, saya lebih hitam sekarang. Kulit saya yang “kuning bangsat” ini berubah warna menjadi “sawo busuk”. Ah tak apalah, toh hitam juga manis. Nah penyebab kehitamannya saya ini pasti berkaitan dengan mudik lebaran kemarin itu.

Prabumulih memang panas, panas sekali…Kulit serasa dipanggang di atas panggangan sate. Tapi tetap saja tak menyurutkan hasrat saya untuk keliling kampung, dan saya lebih memilih sepeda motor untuk dikendarai (gak ada andong, apalagi kusirnya).

Puas rasanya bisa keliling kota kecil ini. Banyak yang berubah, dan saya masih tetap saja suka ke lokasi pengeboran ; karena dulu bapak sering mengajak saya ikut serta di sela kerjanya.


Nah lokasi pengeboran minyakyang satu ini memang menyengat panasnya, tapi lihat eksotis kan…???sayangnya saya ini bukan fotografer andal…jadinya foto seadanya saja. Sayang saya tak sempat berkenalan dengan alat alat berat itu. Gagah sekali yah rasanya bisa mengoperasikannya.

Gersang dan panas itu sudah pasti, wahh berapa lama lagi ya bumi kita ini bertahan? kelelahan dieksploitasi manusia yang serakah….Lho kok alih topik saya ini ya…

Saya berasa menjadi seorang insinyur pertambangan, mondar mandir di bawah panas…sambil motret sana sini.

Ok saya lanjut perjalanan saya, menyusuri tempat saya dulu sekolah…SD saya..TK saya..sekarang sudah berubah menjadi perkantoran. Rumah pohon saya sudah ditebang, empang belakang rumah saya dulu sudah kering, dirimbuni semak bahkan. Meski lelah saya seolah melihat keriangan masa kecil saya. Ikut bapak ke lokasi, mancing ikan di langen tirta, membaca buku di rumah pohon, mandi hujan dan memungut buah mangga tetangga yang jatuh.

Sungguh kepulangan saya saya kemarin mampu menghadirkan romantisme masa remaja saya..huhuy.
Biar saja saya hitam..hitam hitam kereta api kan? biar hitam tetep aja kereta api hehe…(bersambung)

Advertisements

15 thoughts on “CERITA MUDIK II

  1. tuh kan, Nai..
    penggemar nya langusng pada ngabsen..
    kamu sih..mudik nya lama banget. menghilang..lang..lang..
    😀
    ayo..part 3, 4, 5 dst sgera dirilis..

  2. gpp jadi item juga, nai. itemnya kereta api, biar item tapi kan panjang…halah apa, coba? hahahah…

    pa kabar, nai?

  3. ya ampuunnn …emangnya di prabumulih gak ada tempat wisata yah nai???? kok malah ketempat pengeboran minyak segh????
    kaciaaannn

  4. Memang enak bernostalgila eh bernostalgia ketempat-tempat masa dulu kita menghabiskan waktu kecil dan remaja.
    Walaupun dah banyak perubahan, tapi kenangan itu tidak akan pupus dr ingatan.
    Halah… syahdu amat aku Nai!

  5. Ternyata kampung unai itu memang cocok untuk mudik atau mulih, kan prabumulih namanya. Dan yang kemaren mudik bukan “prabu”nya, tapi “ratu”nya. . .

  6. waahh crita mudiknya kumplit, saya bisa bikin yg beginian ndak yah? *sigh* scara mudik kmrn bener2 cuman dihabisin di dapur dan sekitarnya (maklum, jd seksi konsumsi di beberapa acara keluarga) *merasa beruntung nggak gosong* hihi…

  7. #dew… ya kamu benar. prabumulih itu di palembang kan kalau gak salah?

    jogja – palembang naik motor? busyet dah pantesan gosong

    eniwe selamat lebaran. mudik tetap menyenangkan kan?

  8. @IMgar : ciyehhh yang bener nih IM

    @Dini: sesama item jangan saling merasa item yah…hehe garing ya

    @Uda : Heheh uda dong, kan kaya oreo 😛

    @Simbok : haha iya..panjanggg

    @Ichawe: iya ya ksian bner main kok ke lokasi pengeboran inul 😛

    @Vie: Iya banget, berasa muda lagi deh hehe

    @Ag Syam : yuk mulih ke Prabu..gitu kira kira yak?

    @Dew: bener nih, berasa ada di novelnya ayu utami 🙂

    @Fa: Waaaa jadi seksi konsumsi ya..kalo saya jadi seksi sekali hehe. Ayo cerita mudiknya dong

    @KW: ehehe, iya Jogja-Prabumulih naik motor..no wonder kan kalo gosong

  9. iya nih…pas mudik kmrn di jawa tengah sblh utara juga panas pol! ga pernah hujan, jadi muka ini berjerawat.

    tapi yah, bagaimanapun tetap menyenangkan.

    maaf lahir bathin yak.

  10. Prabumulihnya dimana mba? baca cerita mudiknya jadi kangen Prabumulih 😦 aku lahir dan dibesarkan dikota itu juga, salam kenal yah mba.

  11. @Evie : jerawat tambah cakep kan :)..maaf lahir bathin juga yahh

    @Aprikot: hehe gosong gosong pahit

    @Arie: Yuk pulang lagi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s