PULANG



Hari ke dua belas puasa, ini berarti tak lama lagi saya dan keluarga akan pulang kampung. Wuahhh tak sabar rasanya, maklumlah sudah tiga kali lebaran saya tak pulang (seperti lagunya Bang Toyip kan?). Pokoknya harus pulang, ada tak ada uang kami harus pulang (hmm apa esensi pulang sebenarnya ya?) lah wong saya sudah menetap di Jogja sejak sebelas tahun yang lalu.

Pulang adalah bertemu bapak, kakak kakak, keponakan yang sudah besar besar tentunya, dan juga teman-teman kecilku dulu. Pulang adalah mengumpulkan puing puing kenangan, merangkainya kembali dalam bingkai yang indah, kemudian membawanya ikut serta. Huhuy bahasaku…

Prabumulih, kota kecil di Sumatera Selatan, penghasil minyak dan dijuluki sebagai kota nenas ini adalah kota tempat aku dibesarkan. Selain sebagai sentra buah nenas, Prabumulih juga dikenal sebagai sentra tanaman karet. Di pinggiran kota, sejauh mata memandang, terhampar perkebunan karet, rapat-rapat pohonnya. Persis seperti yang diceritakan Ayu Utami dalam novelnya Saman. Ahhh… Prabumulih, saya rindu…

*) Gambar getah karet hasil sadapan *) Kebun karet

Di sini, meski semuanya ada, murah, dan akses ke mana saja mudah, tapi tetap saja saya rindu kampung. Tempat saya menghabiskan masa kecil dan masa remaja yang indah berbunga-bunga… Meskipun di sana nggak banyak yang bisa dilihat. Karena kotanya kecil yang dilihat hanya itu-ituuu aja, tapi saya rindu, rindu pulang.

Teringat bapak yang sering mengajak saya memancing ikan, dan ibu membawakan bekal untuk kami. Teringat sahabat sahabat terbaik yang sekarang entah di mana?, teringat gobak sodor, perpustakaan miniku, dan rumah kecil di atas pohon besar yang kami jadikan markas, tempat membaca dan tidur siang.

Pulang selalu saja menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Selalu saja berjubal rencana di kepala, akan kemana nanti setelah di sana? Akankah kudapati, serpihan kenangan di sepanjang jalan menuju pulang ?

*) gambar diambil dari sini

Advertisements

20 thoughts on “PULANG

  1. take are yah, Nai πŸ™‚
    semoga seLamat dan bahagia tiba di Kampung Kenangan.. jangan Lupa kembali ke Jogja dengan sehat wal’afiat yah, sist πŸ™‚

  2. kapan mbak mudikna?
    emang kok mbak..aku ajah yang sering pulang tetep ngerasa pulang adalah hal yang indah…
    ketemu dengan orang-orang yang dengan mereka aku banyak menghabiskan waktuku….

    salam bwt keluarga di prabumulih!

  3. jadi ingat 25 tahun yang lalu, di kampung, berkoloran, berburu buah rambung (karet) bersama teman-teman, kemudian diadu dengan taruhan, yang kalah mencari kijeng di bibir sungai, dan menghidangkannya bagi yang menang.

    ahh- kenangan, kau ingatkan aku pada dosa-dosa kecil dulu, –mengintip perawan mandi di pancuran batu– yang selalu kurindu.

  4. duuh asiknyaaa… ^_^
    jangan lupa oleh-oleh ya, tentu saja, apa lagi kalo bukan potooooo…. pokoknya bikin poto yang buanyak ya mbaak ^_^’

    salam buat keluarga di sana. selamat menikmati kembali hari2/kenangan2/momen2 indah di kampung halaman πŸ™‚
    hmm pasti sangat menyenangkan!

  5. kapan pulangnya? insya Allah da juga pulang.. tp pulang kemana blom pasti πŸ™‚

    Bukankan pulang itu artinya KEMBALI?

  6. wah, 3 tahun? pasti semangat buat mudiknya udah kerasa banget dr skrg ya Mbak? aku aja yg baru beberapa bulan, udah ngerasain semangat 45 buat mudik, hehe…
    jangan lupa kembali ya Mbak, plus oleh2 *halah* πŸ™‚

  7. duh yang mo mudik…
    oleh2 itu pasti, iya kan mbak?

    selama hidup aku belum pernah mudik je, lah dari dilahirkan ampe skrng gede di Jogja terus, klo baca critanya pengen deh ngrasain mudik…

  8. hei mbak..maaf baru bisa mampir balik..
    met mudik yah..
    semoga selamat sampai tujuan
    tanpa mengurangi rasa hormat mohon kalo mo ngasih aku oleh2 tidak dalam bentuk makanan..hehehehe
    *GR banget kek mo dikasih oleh2 aja*

  9. ah pulang. kenangan indah. aku juga rindu pulang nai, tapi syukurlah kampungku yg datang, eh ortu πŸ™‚

    tapi di saman ko prabumulih serem2 gitu sih nai? kampung kamu nggak kan yah

  10. @ Nisa : we wil for sure, Nis…thanks yah.

    @Dew : Lebaran hari pertama Dew, gak sabar deh ..

    @Lang : kalo di tempatku biji karet itu namanya para, seru juga mengadunya, eh ak juga suka menangkap capung. biasanya pakai getah nangka. Duh tambah kangen deh. Tapi kok ada ngintip perawan mandi yak??? nakal

    @Mata : Belastera Ta..hehe gaya yaaa

    @Rho : pasti Rho πŸ™‚

    @Uda : iya..kembali, kembali ke kesejatian..huhuy bahasaku

    @Fa : Iya semangat banget deh..saking semangatnya sampe gak bisa tidur

    @Ardhi : brarti untung aku ya Dhi..bisa mudik πŸ™‚

    @tata: aku kirim ke mana?

    @tatari : iya kemana aja sih? ilang …oleh oleh ya?? ok dehhh

    @Ni Meiy: Iya serem, tapi emang masih banyak kebun karet kok Ni..untuk yang dipinggiran kota. Di tempatku sudah gak ada lagi. Sudah dilibas jadi jalan raya. AH lama gak pulang gak tau kaya apa Prabumulih

  11. Dah pasti serpihan kenangan pasti didapat Nai!
    Dah 3 tahun gak “pulang”, aku aja dah 7 tahun. Kalo besi dah berkarat tuh.

    Orang Sumatra juga rupanya ya Nai.
    Met mudiklah, nikmati ber Lebaran bersama keluarga disana nanti ya.

  12. lah ..ketemu wong kito galo ..ternyata ..hiks jd inget jaman dulu … kalo kepalembang naik molnil sendiri ..liat pohon karet, papaku bilang.Dikebun karet dulu banyak harimaunya, siharimau suka ngumpet dibalik kayu karet..??!!??? kok bisa? pohonnya kan kurus

  13. pulang kampung selalu menyenangkan. tahun ini aku ga mudik, karena sejak awal tahun sudah pindah kerja ke kampung halaman hahaha. ah, tapi rindu mudik ke kampung istri di sumbawa… udah 2 tahun ga ke sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s