Dari Futsal sampai Lomba Memasak


Bulan meriah itu bernama Agustus. Bagaimana tidak, memasuki hari perama bulan Agustus saja sudah bertaburan bendera merah putih.Tidak hanya di sepanjang jalan protokol, tapi di gang senggolpun semarak warna warni umbul-umbul dan bendera mungil merah putih. Jauh-jauh hari sudah dibentuk panitia lomba macam-macam. Dari futsal sampai lomba memasak, dari balap karung sampai tarik tambang, dari pecah air sampai menangkap belut. Meriah sekali…

Sepuluh tahun sudah saya di Jogja, dan sebanyak itu pula saya ikut merayakan hari kemerdekaan bangsa tercinta ini di sini. Pengalaman lucu pasti berbeda di setiap tahunnya.

Dulu waktu saya masih menjadi anak kost, saya nggak pernah alpa untuk ikut andil dalam kepanitiaan. Tapi sejak sudah berganti status menjadi ibu rumah tangga yang baik dan benar, jelas saya lebih memilih menjadi peserta saja, hehehe.

Nggak tanggung-tanggung, hampir semua mata lomba saya diikutsertakan. wah wah.. padahal saya tidak merasa mendaftarkan diri. Tapi stralah…lelah sepulang kerjapun nggak ada rasanya lagi. Gimana mau menolak lah wong tiba-tiba saya ditarik untuk masuk ke arena futsal 3 on 3, dengan bola plastik yang ringan seperti kerupuk dan ukuran gawang yang mini, hanya selompatan kodok doang. Karena pemainnya ibu-ibu, lomba ini dinilai paling seru dibandingkan dengan lomba-lomba lain. Ibu-ibu peserta lomba kebanyakan tertawa, lari kesini tertawa..lari ke sana tertawa…sampai sampai perut sakit dibuatnya. Bola yang ringan itu seperti malas sekali menuju mulut gawang. Akhirnya tim saya menang…itupun karena tim lawan melakukan pelanggaran, menang hanya karena tendangan pinalti doang. Hey… saya pencetak golnya lho….

Sejak itu, kaki saya pegal, dan sembuh tiga hari kemudian. Waaaa padahal masih banyak lomba yang harus saya ikuti. HARUS..karena nama sudah tercantum di papan pengumuman, dan menolaknya berarti saya tidak bersemangat patriot *tsahhhh….

Lomba berikutnya, menggiring bola. Kelihatannya sih gampang, tapi sumpah.. !!! ini lomba terkonyol yang pernah saya ikuti. Bola digiring dari garis start menuju finish dengan bantuan botol air mineral yang diikat dengan tali di pinggang masing-masing peserta. Botol dibiarkan menjuntai di belakang, dan peserta harus menggerak-gerakkan pantat supaya botol juga bergerak dan mengenai bola. Fyuh… belum saja saya tiba di finish saya sudah terpingkal-pingkal tertawa. Saya kalah untuk lomba yang satu ini. Tapi..untuk lomba memasak…saya juara. Aneh..padahal diantara mereka, sayalah yang paling tidak bisa memasak…Mungkin karena cita rasa masakan saya yang aneh yang membuat saya menang? atau karena tampilannya yang sangat tidak menggugah selera? Ahh saya nggak tau’, yang pasti perayaan hari kemerdekaan tahun ini adalah perayaan yang paling berkesan buat saya.

MERDEKA !!!!

Advertisements

9 thoughts on “Dari Futsal sampai Lomba Memasak

  1. asekkk, pertama neh kayaknya 😀

    merdeka juga mbak!

    klo aku taun ini malah gak ikutan lomba apa2, hihi… soale lagi sakit sih (sakit mata maksutnyah) 🙂

  2. walahhh…. meriah banget ya yun… bisa ngegolin lagi…

    btw kapan kopdar ? kalau sabtu besok gimana ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s