Sambungan Cerita Lalu


Lanjutan cerita yang lalu.
Uh..sebetulnya ini masih lumayan sibuk. Nyusun report kegiatan kemarin aja belom kelar, ditambah lagi nih persiapan Rapat Kerja Tengah Tahunan. Kuli serabutan macam saya ini harusnya istirahat sebentar…nge-blog kek, ceting kek, buat ngilangin capek sekaligus melepas rindu dengan kalian-kalian yang rasanya lama sekali saya nggak tau kabarnya, hehehe

Kembali ke cerita kantor saya yang berhantu… Hiiiy, ngebayangin aja saya sudah merinding. foto di atas itu adalah situasi di lantai 3, sore hari.

Di sini jam kerjanya eight to two. Tapi sungguh saya jarang sekali bisa pulang tepat jam 2. Alasan masih panas adalah tepat, tapi ada yang lebih tepat daripada itu ; kerjaan yang kian hari kian membumbung tinggi, membuat saya harus merelakan waktu saya lebih banyak dihabiskan di sini.

Sebetulnya rasa takut itulah yang kemudian membuat saya semakin takut.
Cerita kemarin saya tergopoh gopoh turun dari tangga, dan menemui satpam di lobi bawah dengan muka pucat (saya dan satpam) sama pucatnya. Dia kaget, kok masih ada orang di gedung ini. Biasanya kalau tidak ada perkuliahan di lantai 4, gedung ini sudah tidak ada penghuninya setelah jam 4.

Saya : Hosh hosh hosh… (sambil bersandar di mesin absen)
Satpam : “Ada apa Mbak?
Saya : “Gak ada apa apa pak”
Satpam : “Kok lari-lari?”
Saya : “Takut” (jawab singkat sambil terengah engah)
Satpam : “Di lantai 3 ya Mbak?”
Saya : ” Iya pak, kok liftnya mati sih pak?”
Satpam : ” Lift nyala tuh, eh di lantai 3 kan ada anunya”

si satpam dengan tanduknya menakut nakuti saya.

Saya : “Ah saya nggak takut pak”

sambil ngelonyor nyerahin kunci dan berlari menuju parkiran.

Waaa sampai di sana, tinggal mio biru saya saja bertengger di sana. Sepiiiii….Bahkan petugas parkirpun sudah nggak ada. Bener bener ini. Tapi saya berani beraniin. Kalo nggak bisa-bisa pingsan di jalan.

Ok, saya sudah mulai tenang. Nggak takut lagi. Paginya saya seperti sudah lupa ketakuatan kemarin. Sambil bernyanyi kecil saya masuk ke ruangan yang sudah dibersihkan OB (OBnya orang Minang), yang fasih bahasa jawa. Dan mulailah saya bekerja seperti biasa. Karena udara dingin, saya jadi beser dan beberapa kali ke toilet yang letaknya di ujung koridor. Nah di sini keseraman berlanjut.

Di toilet itu hanya ada 2 kloset, tempat wudhu dan kaca besar di depan wastafel. Saya yang sudah kebelet ini langsung masuk dan duduk di kloset sambil melamun *halah. Nah pintu toilet itu kan nggak tertutup sampai bawah, ada celah sekitar 2 jengkal orang dewasa. Pasti bisa melihat kaki siapa masuk ke toilet yang di sebelahnya (di lantai 3 ini hanya ada 3 cewek ; saya, Jarkoni, dan temannya Jarkoni). Jadi selain saya, pastilah hanya mereka yang masuk ke sini.

Tiba-tiba angin berembus, terasa sekali. Sangat nggak mungkin angin masuk ke toilet ini. Karena pintu utama saya tutup rapat. Lalu saya lihat kelebat bayang di celah pintu. Saya pikir itu Jarkoni. Tapi kok nggak ada suaranya, mau apa dia disini kalo nggak buang air kecil atau besar? atau dandan? atau cuci tangan?. Kok sepi…. Iseng saya panggil, tapi nggak ada jawaban. Saya yang selesai buang hajat hidup orang banyak, keluar dan jrenggg…sama sekali nggak ada orang. Bekas orang datangpun nggak ada. Baunyapun nggak. Lalu yang tadi siapa?.

Keluar dari toilet saya ke ruangan Jarkoni, sekedar memastikan apa dia yang tadi ke toilet? atau temannya?. Ternyata si Jarkoni sedang miting dengan bossnya dan temannya sedang membuat laporan keuangan. Nah loh..jadi yang tadi itu siapa???

lalu menurut kalian siapa???
Ini foto tangga yang saya lewati kalau liftnya ngadat. serem kan? apalagi kalo sudah gelap duhhhh….

dan ini foto yang di bawah ini, foto yang saya ambil dari dekat tangga. Pintu di sebelah kanan itu ruang kerja saya.


Bersambung lagi ahhhh

Advertisements

13 thoughts on “Sambungan Cerita Lalu

  1. cerita bersambungnya ini, bakal ngalahin Harry Potter deh. Bikin 7 seri ya Nai, biar ngalahin Harry :))

  2. akan sampai berapa sekuel niy ceritanya… aku wediiiii…. tanggane kok koyo lorong casablanca hiyyyyy….

  3. nambahi, ah..

    sekelebat bayangan itu membentuk sepasang kaki. sepasang kaki yang cuma berdiri seolah membelakangi pintu toilet. saya pun memanggil, dan tiba tiba kaki itu berputar balik..

    kakinya maju je depan dan ujung kakinya pun nongol di sela pintu.. sebuah sepatu wanita..

    saya pun diam tertegun, mencoba memanggil dan membuka pintu. TERKUNCI! seolah ada yang menahan dari luar lalu tiba tiba..

    ADA KEPALA BERAMBUT PANJANG NONGOL DARI BAWAH PINTU SAMBIL MELET!!!

    BOLA MATA BERWARNA PUTIH, DARAH MENGUCUR DARI MULUTNYA!!

    *kangen nonton film semacam Ju-On*

  4. tenang ae mbak… jgn takut! tips menghadapi rasa takut: HADAPI DAN LAKUKAN APA YG KAMU TAKUTI!
    Apalagi dg yg namanya dhemit… si dhemit sebenere TAKUT dg manusia kalo kita berani dg dia.
    Ga percaya? takon ae Mas Is! he2

  5. walah, udah blognya item, critanya serem, hihi… *ngacir*
    tapi sambungannya tetep ditunggu mbak šŸ˜€

  6. ko aku gak bisa liat potonya nai?

    makanya jangan suka lembur
    kan udah aku bilang, lembur di rumah aja sm ayahnya alif hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s