Belanthik Ayu Datang


Dua hari saya habiskan dengan Bu Belanthik Ayu ini. Akhir pekan yang berkesan, sangat…
malam hari saya ajak Belanthik Ayu makan di angkringan Lik Min di Bugisan. Hihihi mosok Ayu-Ayu makan di angkringan begini rupa ?. Untunglah perut dan lidah bu Belanthik ini merakyat…apa saja doyan. padahal menu malam itu hanya: Teh poci,oseng-oseng lombok hijau, brongkos,tempe mendoan dan jerohan bakar, hmm menu kampung nan eksotis,kan? Sayangnya Bu Belanthik gak sempat merasakan lezatnya sup kambing mak zam. Mas Janoko kolesterol katanya huhuhu…

Pulang dari angkringan Lik Min langsung ke hotel,ngopi sambil dengerin life music di cafetaria dan ngobrol dengan om dokter komik yang baik hati dan gemar menabung ini. Karena sudah malam,saya pamit ; menyiapkan energi untuk besok hari ke pantai. Saya sempet sms pimpinan para eblis untuk bisa ikutan ke pantai. Sayangnya Bapak Pimpinan para eblis ini masih sibuk dengan mega proyek menggambar peta di kepulauan kapuk. Jadilah hanya Saya, Babe, Alif, Bu Belanthik, Galih, dan Niken yang diantar sopirnya Pak Janoko ke pantai.

Di Pantai Baron semualangsung menghambur ke pantai. Sayangnya karena pengaruh gempa tempo hari, pantai baron gak seindah dulu ; abrasi.

Bu Belanthik membantai kepiting dan lobster…ughhh saya cuman memandang dengan iler gak tertampung lagi. Obat anti alergi lupa bawa, jadilah saya hanya makan ikan tongkol bakar yang rasanya jauh lebih enak masakan saya sendiri…huhuhu.
Lihat garangnya bu Belanthik membantai lobster.

Kekenyangan kita lanjut perjalanan ke pantai Drini, Kukup, dan Krakal. Pantai berpasir putih yang indah, anak anak berlarian, emak emak bermain ombak, bapak bapak ikutan berlari dan bermain air sama anak anak…(iki karepe opo toh). Sedang asik menikmati pantai yang sepi ini, hujan tiba tiba datang. Langsung deras pula gak pakai aba aba. Kami berlarian menuju mobil.
“Maaf yah pak sopir ; mobil penuh pasir dibuatnya”. Karena cuaca memang gak bersahabat, kami memutuskan pulang.Di jalan banyak penjual buah sarikaya. Buah langka kata Bu Belanthik, dia borong pula sarikaya itu.

Besok harinya saya bolos. Niat bener nganterin Bu cantik ini ke Solo hanya untuk beli Roti Mandarijn Orion sahaja.
“Duh duh apa di Jogja ndak ada yah?”
, bathin saya.
trus mampir pasar Klewer ; cari batik titipan. Sayang di sana gak dapet batik yang bagus, akhirnya kita putuskan untuk ke pasar Beringharjo. Setelah semua titipan dapat ,kami makan soto di pasar atas. Kumuhpun tempatnya… Tapi karena memang perut nusantara dan lapar pula semua menjadi enak.

Bu Belanthik ini benar benar Ayu. Besuk lagi jangan kapok yah Bu…
Miss u already..muahhhh

Advertisements

14 thoughts on “Belanthik Ayu Datang

  1. Med..yang bawa oleh2 kan biasanya yang pergi. Lah aku kan di sini aja. Mang mau oleh2 apaan?

  2. wah lobster n kepitingnya bikin ngiri.
    bunda sesy mampir ya………………..
    salam buat alif………..

  3. aku cuma kuatir sm si tito. katanya diajak check in sama ibu2. tito gak hamil kan, jeng? hahahaha…

  4. waaa…..
    waaaa…..
    waaaaaaaa…..
    *makin kenceng*
    maooo… maaaoo…
    *ngiler liat makanannya… ngiler liat pantainya…* 😀

  5. ck ck ck…. tekan sampe mrono sisan si blantik iki…
    btw aku nek dolan yogya kok ra diajak ke baron dan lainnya? :p

  6. wahhh… lobsternya bikin ngiler.. lama banget dah ngga nginjak ke baron kukup. dah kek apa ya yun.. masih banyak yang pacaran rangkulan.. ckckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s