Sexual Harassment


Kalau urusan antar mengantar tamu, pasti sayalah orang yang ditunjuk. Tamu-pun memilih saya untuk diantar ke sana kemari, keliling Jogja yang memang nyata indah. Meskipun saya adalah guide yang selalu salah jalan, tapi setidaknya untuk urusan kuliner dan tempat indah saya lumayan banyak tau. Hmmm saya sangat ramah pula….

Pagi itu, saya kebagian mengantar tamu. Ibu-ibu cantik dan modis itu ke Malioboro. Kami berjalan pelan dari arah utara ke selatan, menyusuri emperan sebelah barat. Di tengah jalan ada bapak setengah baya, melenggang dengan menenteng koran di tangan kanannya dan menggandeng anak lakilaki di tangan yang sama. Wajahnya berwibawa…saya sempat mengamati dari kajauhan sebelum berpapasan. Kumis melintang…gagah lah.
Tapi penampilan emang gak menjamin bahwa orang itu orang baik baik yah.

Saat berpapasan, bapak yang menurut saya gagah itu melakukan hal yang membuat saya sempat shock. Bukan hanya meraba tapi “menyamul” saya. (menyamul=me….apa yah ?. Sontak saya marah dan langsung mengejar jalannya yang dia percepat. Saya paksa bapak itu putar balik badannya dengan menarik kerah bajunya… dan mendaratlah tinju saya ke muka bapak tadi. Hidungnya berdarah…ibu-ibu teriak histeris dan saya…lemas duduk di emperan toko dengan tukang becak yang berkerumun menanyakan “ada apa mbak ?”. Saya gak bisa jawab apa apa. Kaget, marah, dan takut campur-campur.

AH..kalau saja saya tadi bilang kalau bapak itu copet, pasti mati dia dikeroyok tukang becak. Saya pulang dengan tangan saya yang sakit dan pangkal lengan pegal karena sudah mengayunkan bogem mentah sekuat tenaga.

“Hmmmm orang norak seperti itu memang harus diberi pelajaran berharga”.

Advertisements

12 thoughts on “Sexual Harassment

  1. kowe disamul? halah, gendeng tenan si bapak itu. btw, jan-jane aku arep ngguyu ngakak begitu moco istilah “nyamul”. rasane wis berabad-abad tak kudengar lagi kata itu: “nyamul sonyol, dab!” haiyah … ๐Ÿ˜€

  2. you did well mak. wis sakmestine, kowe ngamuk. yo wis saiki ra sah dipikir. forget it wong koyo ngono kuwi

  3. hiduup bunda… saya setuju sama bunda… coba ada saya, tak ewangi njotosi plus misuh misuhi…

    tapi nek tak pikir pikir yo ngeri yo.. nek aku yo pasti syok bunda jika ngalami hal seperti itu…

  4. emang jangan liat dari penampilan ajah sih, ternyata kelakuannya bejat gitu mba..pantes kalo perlu diberi pelajaran biar kapok

  5. wedeww….!!!
    klo aku,mungkin lgsung teriak MALING-MALING..!!!!
    ben mati sisan yg”nyamul”itu….
    btw,nyamul,boso indonesianya opo tho..????

  6. masih ada ya yun yang kurang ajar seperti itu ? tapi kalau istilah menyamul itu mata baru denger sekarang…

  7. menyamul bukan ‘menyamun’ kan unai? hehe abis ga ngerti bhs jawa.

    bagus aku setuju! emang pantes org bgt ditinju. kl perlu cekek aj sekalian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s