Sate Ayam Rasa Buntut


Ini bukan menu baru, terobosan koki kreatif hotel bintang tujuh *heheh emangnya salep panu.

Sudah lewat jam makan siang, saya dan temen yang tadinya sok sibuk sana-sini ngurusin rencana kerjasama dengan PT. Lion Air, kelaperan akut. Di kantor gak ada kantin. Adanya cuman pantry yang hanya nyediain mie instan. Manalah tahan perut karung ini menampung mie yang hasil akhirnya hanya segede jempol kaki ini. Ah..kami langsung aja cabut, menuju warung sate ayam yang lumayan terkenal di Jln. Mataram, gak jauh dari kantor saya. Wuihhhh ramainya, kami hanya kebagian tempat duduk di pojok belakang. Saya memilih menghadap ke pintu masuk, sedangkan teman saya menghadap ke tembok, menghadap ke saya.

“Mas, empat yah…dibungkus dua, lainnya makan di sini”

Begitu kata teman saya. Lumayan lama juga menunggu, sampai rasa lapar hampir saja hilang. Tapi untunglah saya kan orangnya sabar dan berhati nyaman, hehehe. Sabar menunggu hingga menu yang dipesan datang.

karena menghadap ke pintu masuk, saya bisa melihat siapa saja yang datang dan pergi dari warung ini. Sampai akhirnya, persis setelah pesanan saya datang, kursi di depan saya terisi cewek dengan baju yang nempel-pel, yang kata Om ini full pressed body. Duduk menghadap pintu masuk, sama seperti saya. Itu berarti dia membelakangi saya. Mungkin saja, kalau waktu itu saya mengajak mas ini makan bareng, atau mengajak eblis satu ini mungkin selera makan mereka akan bertambah, secara cewek dengan baju nempel ini kelihatan *maaf hampir separuh pantatnya. Aihhhh saya aja yang lihat risih…kok dia gak ngerasa dilihatin banyak orang yah?. Paling-paling, sepulangnya dari makan sate, dia langsung kerokan secara masuk angin mengeluarkan anggota tubuhnya hehhe.

Jadilah siang ini makan siang saya sate ayam rasa buntut….

*heheh skrinsyutnya gak ada…takut saya kalau-kalau nanti saya dipukulin karena motret bokong orang :P.

Advertisements

15 thoughts on “Sate Ayam Rasa Buntut

  1. melototin b*k*ng sambil mencium aroma daging sate yang lagi dibakar, wuihhh gak kebayang deh, bisa banjir tuh warung makan karena air liur hehehe… (kepala mulai tumbuh tanduk dan telinga meruncing neh..)

  2. kok sate ayam rasa buntut, nai? bukannya rasa brutu? Eh, emang gak pake daleman ya dia? (ngacir….)

  3. pernah makan bareng ndut trus di depan kita duduk sepasang muda mudi membelakangi kita, walah si cewek belahan *maaf* pantatnya keliatan..ya ampun bener2 bikin risi yang liat tuh mba ck ck ck

  4. njaluk disunduki kui ceweke..

    kene-kene tak sundukine …

    wakakaakak

    alamat-ku kleru, bude.. blog.matriphe.com

    saya bukan anak ACID lagi :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s