Good Bye … My Cubicle


Berwarna coklat dan dari seratnya kita bisa tau’ usia kayu yang dijadikan kotak tempatku meghabiskan delapan jam waktu setiap harinya.
Bertumpuk file di meja yang menunggu giliran untuk dikerjakan. Pot bunga kristal yang bunganya sudah layu, toples permen yang kosong (hanya kulit permen yang masih tertinggal di dalamnya), stationary box, buku, majalah, sebuah foto yang berbingkai indah, dan bergunung-gunung kenangan…

Ahhh..akhirnya tiba juga waktunya.
Hari yang selama beberapa bulan ini aku nanti.

Entah harus senang atau sedih…

Yang pasti aku lega saat ini.
Aku sudah melakukan yang terbaik semampuku.

Selamat tinggal kotak kerjaku…
Selamat tinggal teman…
Terima kasih tak terhingga, untuk transfer ilmu selama ini.

*Nai…dalam perjalanan mencari muara 25 Desember 2006

Advertisements

15 thoughts on “Good Bye … My Cubicle

  1. senang sekali ketika datang….dan berat amat rasanya ketika harus meninggalkan…tapi yang terpenting, sepanjang perjalanan yg telah dilalui, adalah pelajaran paling berharga yang tak ternilai dengan apapun juga…all the best ya bun…

  2. kubikal yang nyaman deh keknya ya mba’..:)

    semoga segera menemukan kembali kubikal laen yang lebih nyaman 🙂

  3. Mama cantik, resign yach dari kantor.. huhuhu.. daku belum berani niy..
    met taon baru yach.. muach buat alif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s