Melukis Ibu



Hujan rintik-rintik pagi ini, Bu…
Buram kaca jendela kamar, kusapu dengan ujung lengan piyamaku.
Teringat kecilku yang selalu berlonjak girang ketika awan menangis. Menunggu lengahmu kemudian berlari menghambur ke halaman, meloncat sesuka hati…seperti katak yang kehausan.
Awan yang menangis, seperti pagi ini…membuatku selalu mencari alasan untuk tidak berangkat ke sekolah dengan menyembunyikan mantel dan payung merah jambu pemberianmu, juga sepatu boot karet berwarna sama.

Bu…buram kaca jendela kamarku pagi ini, seburam mata yang digenangi berton-ton kesedihan yang menindih kerinduanku akan hadirmu. Aku mencoba melukismu di buram itu…
Namun sungguh..tak cukup mampu aku melukis indahmu, Ibu…
Bahkan untuk menggambar lengkung senyummu pun. Aku hanya mampu mendekap bingkai potretmu dengan sejuta cerita yang hendak aku muntahkan entah sejak kapan…

Kau kokoh, tak pernah sedikitpun kau rapuh. Meski acap diterpa badai kehidupan.

“Lakoni hidup dengan kesederhanaan, Nak”

Begitu katamu ketika aku menangis tersedu di pangkuanmu, mengadu karena aku tak mampu memiliki apa yang dimiliki teman sepermainanku.

“Kamu juga harus memiliki hati yang kuat, Nak…itulah sebabnya mengapa tak setiap apa yang kamu minta selalu ada”.

Begitu Ibu menempa kami, memahat hati agar mampu mengahadapi segala hal yang tak seindah harapan.

Lihat aku ibu…anakmu yang masih cengeng di usianya yang ke 27.
Lihat aku Ibu, lihat aku dari jendela langitmu…betapa rindu ini begitu menyiksaku.

Ibu…aku rindu menangis di pelukanmu…


*semoga anak-anak kita pantas dan bangga terlahir dari rahim kita, seperti halnya kita bangga pada ibu kita. Menjadi seorang ibu adalah pengabdian sepanjang hayat

selamat hari ibu, 22 Desember 2006…


Advertisements

15 thoughts on “Melukis Ibu

  1. selamat hari emak! semoga tambah hepi sama masnya + alif.

    wis pindah kantor to?! kok saiki critane nek ngantor numpak mio biru?

    hehehe…iyo ki, akhir tahun kudu kelar laporan’e, makanya rung sempat ngupdate. padahal banyak yg ingin kuutarakan pada klayak rame 😛

    met long wiken mak… kono gek ndang sepedaan neng gembiroloka kono. btw aku juga meh tuku sepeda.

  2. Cinta ibu dan rindu ibu tdk pernah habis… Selamat hari ibu, yuk.. Smoga ayuk selalu jd ibu yang baik.

  3. Waaaaaa… hwaaa.. aq nangisss.. Simbooooook… emaaaaak… ibuuuuuke. hwaaa.
    Kalo denger kata “ibu”… 3 huruf, 1 kata, tapi 100 makna dalam kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s