Alifku


Bagaimana mungkin saya nggak menangis, anak laki-laki saya yang jagoan itu kakinya terjepit di jari-jari sepeda. Luka lumayan parah.

***

Minggu pagi, saya, Babe dan Alif sehabis subuh jalan-jalan keliling kampung pake sepeda. Alif dibonceng Babe, saya ikut dari belakang. Routenya Jl. Sugeng jeroni, Pasar Sepeda Bekas di Pugeran (karena memang berencananya mau menukarkan sepeda lawas yang dipake Babe) , Alun-Alun kidul *minum susu kedele, makan kue dan tempura, ketan bubuk, beli balon gas, naik kuda kecil sebentar, kemudian melanjut perjalanan lewat Ngasem, trus lewat jalan Agus Salim, Terminal Wisata Ngabean, dan mampir di rumah ibu mertua di Serangan. Istirahat di sana sambil menyuapi Alif nasi liwet.

Saya senang sekali lihat Alif gembira. Jarang punya banyak waktu luang bermain-main bersama. Biasanya cuma hari Minggu saja kita bebas melakukan apa saja, mulai dari berkebun, menyapu halaman, memasak, dan berbenah rumah bersama-sama.

pulang dari rumah ibu mertua, Alif kelihatan ngantuk sekali. Mungkin karena bangun terlalu pagi dan kelelahan. Saya menawarkan untuk tinggal dulu di rumah “Uti” panggilan untuk mbah putri. Tapi Alif menolak, jadilah kami pulang dengan formasi barisan sama seperti ketika berangkat tadi.

Dari belakang saya masih sering mengingatkan Alif untuk menjauhkan kakinya dari ban. Tapi mungkin karena terlalu ngantuk tiba tiba saja ….”Krakkkkk” “Bundaaaaaaaaaaaaaa sakitttt”. Sepatu yang dipakai Alif terpental dan jari-jari sepeda cepat melumat kaki kecil itu. Kontan saya menjerit, dan Babe langsung berhenti mengayuh sepeda berusaha melepaskan kaki Alif yang tersangkut di jari-jari sepeda. Saya langsung menangis memeluk buah hati yang kesakitan.

Untunglah Adiknya Babe cepat datang setelah ditelpon, Alif langsung dilarikan ke RSU PKU. Di dalam mobil, saya tidak melihat lukanya secara pasti cuma melihat sekilas saja karena takut dan pasti nggak tega. Kulitnya mengelupas lumayan lebar. “Ya Tuhan… semoga jagoan saya ini kuat” begitu pinta saya dalam hati. Di UGD RSU PKU, luka segera dibersihkan. Erat saya memeluk Alif, ingin rasanya minta dibagi sakit yang saat itu dia rasakan.

“Bunda jangan nangis yah…Kakak gak bisa gendong bunda kalo bunda nangis”

kalimat yang membuat saya semakin kencang memeluknya.

“Cepet sembuh ya sayang…, besok kalau sudah sembuh kita jalan-jalan lagi, naik sepeda lagi”

Advertisements

15 thoughts on “Alifku

  1. Aduuuuh… Alif
    Mudah2an cepet sembuh ya..
    Kalo masih kecil kan biasanya cepet sembuh. Amin..

    Sabar ya Nai …

  2. untung alif anaknya ga cengengan yaa … cepet sembuh ya lif

    yang sabar ya nai …

    “Bunda jangan nangis yah…Kakak gak bisa gendong bunda kalo bunda nangis”
    ga kebayang aku kalo alif nggendong km nai …. hehehee

  3. iyah kakak alif cepet sembuh yah, nanti tante diajakin naek sepeda sama bunda, trus kita main di timezone lg kaya dulu

  4. Cepet sembuh yaa abang Alif… mudah-mudah kakinya kejepit jadi bikin semakin pinter dan makin sayang sama Bunda Unai

  5. aduh…
    semoga alif lekas sembuh yah… bisa main sepedaan lagi…
    kesolo alif, ntar sepedaan ama om mata ๐Ÿ™‚

  6. cepet sembuh ya lif,,,
    saya kemaren juga liat anak cewe segede alif kejepit ruji,,, nangis ngga karuan, darahnya berceceran ๐Ÿ˜ฆ
    btw, si dipto juga sakit kakinya tu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s