Untuk ABEL



Ini tahun ke sembilan kita nggak ketemu. Komunikasi kita hanya beberapa kali lewat sms dan surat elektronik, itupun hanya di tahun tahun pertama kau pergi saja, lalu kau seolah menghilang seperti asap. Aku kehilangan kamu, sahabat yang cerewet mengingatkan aku untuk belajar dan belajar. Waktu itu kita baru lulus SMU, kenal tanpa sengaja hingga akhirnya kedekatan kita bertambah ketika kita sama sama mendaftar di beberapa di Perguruan Tiggi di Jogja ini. Kamu “bintang” di sekolahmu. Kecerdasanmu jauh di atas rata rata. Sementara aku? Kamu hanya geleng geleng kepala ketika menjelaskan materi pelajaran kimia organik. Aku hanya manggut-manggut tapi sesungguhnya hanya terpesona dengan gayamu menjelaskan.

“Hmm kamu seperti guru saja” bathinku sambil tersenyum, malu mengakui bahwa kamu mempesonaku. Ciehhh…

Kita sering belajar bersama, dan kamu banyak membantu aku. Cerewetmu minta ampun, ketika aku sama sekali belum mengerti dan memintamu untuk mengulang lagi dari awal.
“sudah ngerti kan?” tanyamu sambil melirik sedikit ke arahku. karena aku mengambil posisi duduk di sampingmu, bukan berhadapan. Aku menggeleng. “HAH, belum juga??”.
Akhirnya kena jitak juga jidatku yang saat itu isinya ada kamu saja.

Selain catur, kita juga sering main kartu yang semula aku juga nggak ngerti bagaimana cara memainkannya. Bersama Imel dan Welly yang sedang berbunga rindu ketika itu. Dan kita? kita hanya supporting team saja yang ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua.

Kita sering duduk di pematang sawah, di belakang rumah Omku sambil membawa bekal dan papan catur. Kita juga suka menangkap kepiting kecil yang tersesat, terpisah dari induknya. Duduk menjuntaikan kaki, membiarkan kaki kita dicium ikan kecil kecil di pematang yang berair jernih itu, sambil merangkai bunga-bunga kecil berwarna putih untuk dijadikan bando buatku, kamu ingat?

Sayang, kau memilih pulang Bel ketika impianmu untuk sekolah di Perguruan Tinggi Negeri tertua di Jogja ini nggak terwujud, sementara aku…aku masih betah bertahan di sini, walaupun hanya di sekolah swasta yang tidak terlalu bonavide waktu itu. Sejak itu..aku kehilanganmu.

Bel, nggak sengaja aku menemukan fotomu di dalam buku kimia ketika aku membersihkan rak bukuku. Ada secarik puisi yang kamu tulis dengan pensil di selembar kertas di antara halamannya, di buku kimia yang bersejarah itu…Indah…

Pagi ini, email darimu menggelinding begitu saja. Aku tergagap seketika, karena ini sangat mengejutkanku. Kamu yang seolah menghilang, hari ini menuliskan untaian kata yang hampir sama seperti dulu. Kamu juga menyertakan fotomu terbaru dengan rambut dibiarkan panjang… Kamu masih seperti dulu Bel. Kaos garis-garis dan kotak kotak kecil selalu jadi pilihanmu dan kamu terlihat dewasa dan matang dalam balutannya.

Dari suratmu aku tau saat ini kamu bekerja di perusahaan Ras Gas, sebuah perusahaan oil dan gas di Qatar, sejak beberapa bulan lalu.

Terima kasih Bel untuk mengingatku hingga saat ini.

Advertisements

22 thoughts on “Untuk ABEL

  1. huehehehe… keren kecengan lamane mbak.. potensi yang ga ada abisnya… **si gita mesti ngiler kuwi**

  2. hehehe.. kok anonim commentku sakdurung’e… kan gita dadi ndak tau kalo ada co “seep”
    ehh kuwi sing pertama comment dudu gita to… asiyeeem.. si Q to? dooogh.. salah perangkap kiy.. akakakakaka

  3. a friend indeed is a friend in need 🙂
    thanks for your time @ that moment

    never meant to give you bad memories neither to impress you badly of me .

    it was nice to know that you have a good kind of heart 🙂 *mwah*

  4. Wow..betapa puitisnya mbak unai merangkai cerita ini… persabahatan yg sempat terhenti,kini terjalin kembali…syukurlah 🙂

  5. aku juga punya abel yang lain nai, tapi abel yang ini ce. sampai sekarang aku kehilangan kontak dengannya, kubiarkan saja begitu.

  6. wah,,, jadi kebayang 10 tahun lagi kalo saya ketemu temen2 sma gimana ya?
    kami udah janjian mo reuni dua puluh tahun lagi :))

  7. bel, ajak gua ke qatar dong. gue mo nyari wanita qatar buat tak jadiken istri. sms aku yo bel, yen kowe mulih nang indonesia … :p

    friends will be friends, kata queen.

    ttd : tukang nggedeblues

  8. duck:ehh kuwi sing pertama comment dudu gita to… asiyeeem.. si Q to? dooogh.. salah perangkap kiy.. akakakakaka < ======= mangkane tow bek, ojo mikir diriku trus ngunu, salah toh. kesian. LOL jeng…wuah golek gaweab nelu abel bisa nih? 😀

  9. iyo kiy sawangane mengenang cinta lama ;))

    aq jg pernah diajarin Flash ama pacarku (mantan)..dia nerangin panjuang luebar, dan aku cm bisa bengong menatap dia…

    jelas, konsentrasi bukan ke layar komputer …tapi menatap wajah gantengnya :))

  10. wah wa…h udah kapok ama yang namanya kimia… mana di SMA di raport dapet 5 sekarang di kuliahan dapet D wa.. kepaksa ngulang deh.. sekarang kok mau2nya ama anak kimia.. hehehe… wah belum bisa ngebayangin ntar kalo reunian SMA lagi…

  11. hehehe.. nek konco2 sma ku sih akeh mak. sampe saiki yo sih sering ngumpul nek pas jaman lebaran.

    cuman mergo wis pencar2 makane mung nek pas lebaran wae ngumpule, hebatnya lagi, aku luwih akrab karo konco sma tinimbang konco kuliah 😀

  12. smsan..???knp tdk YMan aja..kekkeke…
    Unhai emang jago merangkai kata2…..
    siapa tahu besok akan ada judul postingan “untuk Pepeng”..wakakkakkakakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s