KETIKA HARUS PERGI MENINGGALKAN



Ketika dihadapkan dalam pilihan A dan B, namun pilihan C yang dikehendaki. Tidak ada kesempatan untuk memilih, tidak juga wujud pilihan itu, juga alasan untuk memilih, maka keputusan satu satunya adalah menerima salah satunya bukan sebagai buah dari pilihan. Bukan juga sebagai bentuk dari kekalahan.

Meninggalkan apa yang sudah berusaha dicintai beberapa tahun belakangan, meninggalkan pembelajaran diri, persahabatan, perasaan nyaman, secure, dll yang selama ini sudah dibangun dengan susah payah, bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk mencari kemungkinan mendapatkan peluang yang sama. Yang terpenting adalah berusaha sebaik mungkin, agar sesuatu yang ditinggalkan ini adalah sesuatu yang memang harus ditinggalkan.

Tidak bermaksud menoleh kembali pada apa yang telah tercecer di antara jalan yang pernah dilalui, tidak juga bermaksud untuk mencari pengakuan atas pembenaran dari setiap pengambilan keputusan yang telah dibuat atas kerjasama hati, logika, juga intuisi.
Namun setidaknya, dari menoleh, aku bisa tau’ ada banyak berlubang selama perjalanan, dan betapa bahan bakar dan kekuatan hati yang dibutuhkan sangatlah besar, juga kendaraan hati yang digunakan seharusnya bukanlah kendaraan rusak seperti sekarang ini.

Tak ada yang mampu membuatku bertahan di sini, tapi untuk meninggalkannya di tengah kondisi yang tidak baik ini, juga bukan merupakan keputusan yang bijak. Tidak Khusnul Khotimah!. Begitu mungkin tepatnya.
Lalu apa? Sebelum pergi, beri sesuatu yang berarti. Lebih dari apa yang pernah kau beri. Tinggalkan kenangan baik di sana sini. Pasti, pilihan yang bukan pilihan ini adalah yang terbaik untuk dijalani. (Nai/14/08/06)

Advertisements

13 thoughts on “KETIKA HARUS PERGI MENINGGALKAN

  1. ya… sebuah pilihan bijak untuk menempuh apa yg kini engkau lalui…
    Jalani dan beri dia arti

  2. berlubangpun, itu adalah jalan yg memang harus dilalui untuk tahu nilai lebih perjalanan kita nai. dan meninggalkan dgn kebaikan adalah yg seharusnya memang dilakukan

  3. uda..iya aku akan meninggalkan sesuatu yang berharga di sini

    G,kadang kita hanya menginginkan jalan yang mulus mulus saja, tanpa lubang da batu. Tanpa kita sadari..itulah yang ampu mendewasakan kita ya ka G?

  4. diambil hikmahnya saja.
    setiap langkah itu kan, pasti ada pelajaran yang bisa dipetik dan dijadikan bekal untuk melangkah ke depan.

  5. …. yang diteguhkan adalah komitment terhadap satu pilihan. bila sudah salah satunya kita pilih haruslah mantap dan menyadari segala konsekwensi yang akan timbul. Hingga tak ada sesal atau ragu lagi…

    jeng siang ini aku dah sampe jogja … yuppy.

  6. …memilih pilihan yang bukan pilihan…

    kehendak atas ketidak inginan kah?
    jalani saja, Unai…semoga hikmah dan nikmat kau petik sepanjang jalan sesudah pergimu…

  7. kadang kalau mata malah ngga milih sama sekali karena ragu ragu

    tapi terkadang sesuatu yang diluar nominasi itu malah menjadi pilihan terbaik…

  8. aku selalu berkaca pada sebaris kata : Tak ada yang abadi.
    Saat kita harus pergi. Pergi saja, tapi tinggalkan dengan segala keindahannya.

  9. tinggalkan kenangan yg terbaik yg bisa kita berikan. kalaupun hrs pergi jgn sampai memutuskan tali silahturahmi. 🙂

  10. jeng, ikuti kata hatimu,semoga itu yg terbaik, at least buatmu…:D jalan panjang yg akan kau lalui akan memberikan pemandangan yg berbeda pula..good luck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s