Lewat angin yang membisik lembut
Kujumpai jejak nyaris terhapus
Pada daun, pasir, dan debu, juga pada ilalang
Angguknya lemah di tangkai kokoh
Butirnya yang berkilauan tersamar debu
dan liuknya indah seirama angin

Hirup udara segar hari ini
Rasakan tetes embun pagi ini

Saatnya menari lagi
Benyanyi dengan alunan melodi
juga lirik yang kupahat di relung hati
semalaman tadi

Meski rembulan padam saat ini
Tapi, yakinlah purnama akan hadir lagi
menemani

*Untuk Say…yuk menari lagi

Advertisements

10 thoughts on “

  1. Terima kasih bunda sudah mau negajak ku bernyanyi dan menari dengan aluna melodi cinta. sehingga bisa kulewati semua ini dengan hati penuh dan bahagia

    dan kan kusambut purnama yang kan hadir lagi menemaniku nanti…

    cun sayang dan peluk erat buat bunda

    luv*hugs
    say

  2. Say…lupakan lelah sejenak, menari kita disini 😉

    uda…ini bukan pertunjukan tauk hehehe

  3. Tarian emang lebih indah dibawakan bersama2… Ikutin melodi dan irama, agar kami disini turut menikmatinya, meski rembulan padam, cahaya lilin cukup menerangkan bukan 😉

  4. Akhirnya Mbak Unai mulai bersenandung gembira…ikut senang mbak 🙂

    jgn biarkan kesedihan menghuni terlalu lama dlm hati kita 🙂

  5. disya juga suka menari Bunda… Tarinya “tari lilin”, lagunya “mati lampu”. Hi10002X

  6. yah kok ipal ga di ikut sertakan sih ipal kan bisa menari masak ga di ajak huh!!dah lupa ma ipal pa yahhh…. benci benci benci benci aku (etravagansa banget)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s