ABSTRAKSI



Garang matahari menyapa kelu
Di sudut ruangan warung kenangan
Menawarkan cerita usang yang ingin aku urai kembali
Menjajakan harapan yang dulu begitu murah kudapatkan
Di sudut ruangan warung kenangan
Duduk Menghadap jalan kecil
Hiruk pikuk tak terhiraukan
Otak sibuk mengaduk aduk hati dengan sedotan Tanya

Angin meniup lembut
Sejuk merayapi setiap inchi bathin

Dunia di luar jendela sana
Seperti ruang tak terjamah

Aku…dalam lampau waktu yang mengantarkanku
Di dimensi ruang abtrak, hati tak terbaca
Sesiapapun kecuali aku…

Nai,
Wirobrajan/040706

Advertisements

8 thoughts on “ABSTRAKSI

  1. Sudah usang
    kenapa diurai kembali?

    Biarkan..lepaskan

    Ruang tak terjamah?
    nyatakah?

    Bukannya yang tak terjamah
    hanya

    Sang Pencipta, Pemilik
    Segala Hati?

  2. hi mbak unai …

    thanks ya udah mampir ke blog ku, your writting as also awsome 🙂

  3. Ijinkan aku mengetuk dimensimu
    Mencoba mengerti, lalu memahami
    Abstraksi itu kemudian kita uraikan
    Menjadi satu cerita yang meninabobokan
    Agar tak lagi tanya bebas berkelana
    Demi seulas senyum ketika matahari memerah
    Gantikan senja yang tak lagi cerah

  4. kau retas kembali kenangan
    untuk kembali mengantarkan harapan
    silahkan, tapi tataplah terus ke depan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s