Tentang Kenangan



Melewati jalan kenangan
Menelisik kenangan yang berhamburan
Kupunguti bayang tercecer
Panas menyengat…
Debu beterbangan dihempas hempaskan angin
Terhirup…
Polutan bagi oksigen di rongga dada
Hadirkan sesak

Aspal mengkilat
Ciptakan fatamorgana di sana sini
Dedaunan coklat tertutup debu

Empat tahun berlalu…
Masih kukais sisa kenangan tertimbun dendam
Di Arjuna, Nakula, Sadewa, Gatotkaca, dan sepanjang jalannya

Nai,
Wirobrajan/040706

Advertisements

12 thoughts on “Tentang Kenangan

  1. ingat saja pada aspal legam di siang terang
    tampak sejuk kejauhan, berselimut air tergenang
    dan kita.. tak mungkin mempertahankan ilusi
    untuk tetap tinggal selama kita inginkan

    mereka hanya beri kesan sepintasan
    genggamlah kenyataan
    lalui ilusi sebagai hiburan

  2. sebatas kenangan yang tertinggalkan
    nanti juga berlalu
    seiring berjalannya waktu
    datang, kemudian pergi sesuka hati
    tradisi yang tak bisa dipungkiri
    paling tidak,
    kenangan bisa membuatmu berpuisi 😉

  3. Kecek pedati ka kabau:

    “Biar..biarlah aku berlalu
    lepas dari ingatmu
    masih banyak jalan belum tertempuh
    tapaki dan jangan toleh ke belakang lagi..

    kenangan itu akan memunculkan luka baru..”

  4. oalah mak, mak.. biyen kowe pacarane neng kono toh? hihihihi… wah sebelan karo aku nek ngono.

    Duh jerman kalah ki dadine ra semangat maneh nontong bal2an mak, mengko bengi rasah mbok godhogne kacang yo? soale ra ono bal 😛

  5. kenangan waktu KKN dulu kah??
    hehehe…
    efek abis nengok mercusuar gituh 😛

  6. aihh sepertinya tempat itu romantis yah ya yun

    diyogya daerah mana itu ?? lom pernah denger ??

  7. Yaya..ups salah ya..thanks koreksinya Ya

    Dahan, menggenggam kenyataan? seperti menggenggam jutaan jarum dan menghirup ribuan beling…

    Lucy, kenangan memang patut dikenang

    Gita, besok kalo kamu ke jogja lagi tak jak wis

    Uda, kenangan dan luka baru? luka lamapun belumlah pulih da

    Siwoer, kuwalat soale karo aku Om

    Nana..heheh..iya gak ya? benul tuh *kedip kedip

    Mata, tempatnya sempit, ramai…di wirobrajan..

  8. hiks… arjuna, nakula, sadewa, emang jalan penuh kenangan… aku kangen bangte menyusurinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s