Aku mengais harap,
Yang tertimbun puing hati remuk redam
Tertindih kesombongan dan kepongahan yang tak mampu ditaklukkan
Aku mengusung jiwa, dengan langkah tertatih
Labil dan gemetar

Kupungut serpihan cinta
Yang terbuang begitu saja
Untuk kemudian merangkainya kembali
Meski tak sempurna

Seutas tali terulur di sana
Masuk ke dalam perigi
Kuraih sepenuh hati
Merangkak menuju suatu dimensi
Mempertemukan harap yang seolah terkunci

Advertisements

12 thoughts on “

  1. terima kasih tidak membuang serpihan cinta itu..kesempurnaan tidak diperlukan..but ketulusanmu telah membuatnya sempurna

  2. pegang tali itu erat
    hingga di puncak tertinggi kau nanti berdiri

    lihat jalanmu di depan
    lalui hutan dan pepohonan
    pun pasir dan tanah2 gersang
    sekedar mengingatkan,
    disepanjang perjalanan,
    jangan biarkan asamu terkungkung kesendirian

  3. seutas tali…. jadi ingat waktu dulu. seutas tali sebagai penopang hidup untuk menggapi puncak tertinggi dengan cucuran peluh, kepalan tangan dan hembus nafas yang memburu.

  4. sekarang pindah haluan ya ? jadi penulis puisi juga ? produktif juga ya ? hebat euy

    Way

  5. Cuma satu pesanku ..sdh saatnya menerbitkan buku ๐Ÿ™‚

    Dan sisca daftar jd pelanggan pertama loh ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s