AKU MALAM INI



Bulan bulat merah, mengantar langkahku di sisa senja hari ini. Tersangkut di reranting ranggas nan retas. Lapuk terbakar matahari. Aku berlari membawa hati, lelah terombang ambing perahu kecemasan yang tiada bertepi. Kutengadah sebelum berangkat, berharap temanku bintang ada di sana. Tak ada, sepi… Langit retak… awan membuat polanya.

Dingin sekali, purnama membuat angin terasa begitu menusuk sumsum, melinukan sendi. Kulewati jalan jalan kampung hatiku, ditemani oncor oncor penerangan, di jalan berkerikil tajam, dan di kelok jalan menuju jawab, akan tanya hati yang setelah dua minggu lebih bersemayam di sini.

“Hmmm malam ini akan menjadi malam yang panjang dan melelahkan buatku”, meskipun aku sudah pernah merasai malam seperti ini sebelumnya. Dalam seminggu, pasti akan ada malam seperti ini. Pasti aku akan berteman kawanan jengah, dan menyiapkan telinga yang harus lebih tajam dari biasanya, mengasah otak agar harus mampu lebih banyak menyimpan, dan dengan jemari yang harus dengan cekatan menekan tuts di hadapan.

Di dalam ruangan, berdidinding salem. 20 derajat celcius, seharusnya aku sudah cukup kedinginan. tapi…seperti tertampar tatapan di seberang. Panas muka dihunus tatapan tajam kebencian. Wangi giorgio armani dan chanel membaur, membiusku. Pakaian rapi, sepatu mengkilat, dan rambut klimis.
Lengkap sudah malam ini. basa basi yang basi adalah pembukanya. Muka masam diseberang melotot garang, hendak menerkam.

Lima belas menit pertama, terasa lamban sekali jarum jam berputar. Seakan enggan berganti ke hitungan menit berikutnya. Aku melesat, rendahkan debu-debu antara ringkik enam pejantan menghela.
Aku menanti dengan was was, menanti jawab akan kecemasan beralasan.
sembilan puluh menit lebih. Masih dengan pembicaraan penutup yang panjang dan belum juga berakhir. “Ah mungkin belum malam ini terjawab”. Aku harus menunggu suatu malam lagi di minggu berikutnya.

8 Km dengan 40 km/h. Dua roda melindas daun-daun kering dan jatuhan ranting pohon-pohon besar. Kunikmati dingin menikam, berteman langit retak malam ini, juga temanku bintang yang bersinar lemah kehilangan gairah. Membaca tulisan tangan di dinding hati, yang tertoreh dua minggu terakhir ini. Malam ini, aku belajar lagi untuk mendengarkan hati.

Aku malam ini, belajar untuk mengikhlaskan rasa kalah untuk kemudian menemukan ketenangan dalam batin.

*Terima kasih pohon rindang, kau memberi teduh kepada jiwa dilanda gersang.

CIK DITIRO/120606

Advertisements

14 thoughts on “AKU MALAM INI

  1. jeng…sopo ki pohon rindang iki? dudu aku toh 🙂 —> ngayal huaehehhehehe.

    aku agak mending. salam balik dari yeni 🙂

    sukses yo

  2. Kalah? MUngkin bukan…sering kali mengalah diperlukan untuk menang ;). Jangan merasa sendiri, banyak pohon rindang untuk kau singgahi…pilih satu.. agar jawaban yang kau tunggu tak membiusmu dalam kegersangan..:)

  3. Mengalah untuk menerima kalah; menemukan kemenangan yang sejati dalam sanubari
    memupus nafas hidup bagi kecemasan
    akan datangnya ketidak pastian
    berapa minggu lagi???

    Langit retak
    bulan penuh
    dan hati yang mendengarkan…

  4. Mbak Unai, Tulisan yg apik..ada wangi parfum, alam, pohon rindang, rasa, semua begitu hidup dalam sapuanmu 🙂

  5. Mas Sam, pohon rindang itu teduh sekali, membuat pejalan kaki atau siapapun nyaman berada di bawah rindangnya

    Mbak Lucy, u re rite sist

    Yaya, ada apa denganmu? bukankah pohon tersiram hujan akan semakin subur menjulang ?

    Bdfly, Hmmm indah sekali ya mempunyai pribadi pengalah yang akhirnya membuat jiwa kita merasa menang.

    Sisca, its too much dear, i dont deserve…

    Ipal…ahhh

  6. habis baca d buddy yang mengalah, trus lanjut k pinus yang pengen jadi perahu…akhirnya ksimpulan ada d sini 🙂

  7. proposal ditolak yo mak? yo wis ra popo. besok bikin lagi yang lebih baek. trus presentasinya juga dibikin yang lebih bagus lagi.

    hihihihi…sok tau ya gw 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s