Bunga Terinjak



Kuncupmu mekar di taman hati
Indah diantara perdu
Semak melukai dan onak yang menghalangi
Tak hirau kau tetap berdiri
Menegakkan tangkai bungamu yang letih tak bertepi

Lalu, ilalang liar berduri itu datang menghalangi
Merampas lahan yang seharusnya menjadi tempat tumbuhmu
Kau kekeringan di ladangmu sendiri
Banyak hujan, tak hinggap di daunmu yang terlanjur mengering, kaku…
kau biarkan saja hampir seluruh tubuhmu mati
Berkelambu haru

Masih dalam hening malam itu
Berteman langit abu abu, nova bintang terang itu
Juga sepotong bulan yang pasi
menggerogoti hatimu yang seolah sendiri
Aku terduduk sembari memunguti serpihan beling itu
Muasal dari cerminan diri yang kau pecahkan
Perlambang kekalutanmu
Melukai hati dan jiwamu…
Meluluhlantakkan rasa di hatimu
Menyublimmu menjadi pesakit sejati
Menelikung saraf dan akal budi

Berlarilah saja
Jangan kau mau terinjak lagi

Advertisements

10 thoughts on “Bunga Terinjak

  1. tapi aku tak sanggup berlari
    aku butuh orang memapahku
    dan meluruskan jalanku

    membuang serpihan kaca itu
    terlalu sulit….
    aku tak mampu sendiri tolonglah aku

  2. bunga yang terinjak
    pernah indah lalu mati…
    meninggalkan regenerasi
    tuk selalu memberi arti

  3. Ipal :Ketika jiwa tertindih sesak, dan kita seperti bunga terinjak…pernah indah, tapi untuk apa lagi, sudah tak berarti

    Sisca : Hmmm akan aku bawa kau berlari 🙂

    Uda Marx : betul sekali, kadang belum sempat menebar wangi

  4. berlari mengingkari kodratnya sebagai bunga?
    Akarnya meneracap jauh kedasar bumi,
    berlari berarti menimbulkan kerusakan disekitarnya

    meski terinjak dan tangkainya lelah tak bertepi ia tetap berdiri
    sampai saatnya, hujan dan matahari datang membawa kehidupan
    menumbuhkan tunas tunas baru pengertian…

    bahwa memang begitulah cerita kehidupan…

  5. Buderfly: bunga kecil itu akarnya tak lah terlalu dalam menghujam bumi. Tak akan menimbulkan kerusakan bagi leingkungan sekitarnya bila ia berlari.
    karena memang sudah seharusnya berlari. Bukankah banyak pilihan dalam hidup ini?

  6. biarlah semuanya menjadi abu-abu

    walau sendiri dalam tepian sepi
    tak ingin lagi ku bercermin pada diri
    membiarkan semuanya berjalan dalam duri

    asal ku dapat terus berlari bersama iramamu

  7. sungguh pecundang
    yang tak sanggup bedakan khayalan atau kenyataan
    mungkin dia tahu, namun biar dia tepiskan
    karena sebatas khayalan hanya akan menyakitkan

    berlarilah…
    agar tak kaki ini menginjakmu lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s