DUKA TERDALAM BAGI JOGJA


Pagi itu, di Hotel Agas Internasional lantai empat sehabis shalat subuh, saya yang kebetulan ada acara kantor di Solo siap siap turun untuk sarapan. Memanggil teman-teman yang lain yang kebetulan berhadapan kamar untuk diajak berbarengan ke bawah.
Kami dikejutkan getaran hebat. Kami langsung berhamburan menuju lantai bawah dengan ketakutan. Ibu ibu menangis histeris, anak kecil terjebak di lift, membaur dalam kepanikan.

Acara Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Surakarta dumulai dengan ketakutan adanya gempa susulan, maklumlah acara dilangsungkan di lantai 5. Listrik padam, praktis acara tidak berjalan lancar. Ditambah lagi beberapa peserta enggan naik ke atas. Acara dipindahkan di ruang sidang Fakultas Ekonomi di lantai 2. Saya nggak menyangka sama sekali, gempa yang hanya hitungan menit itu meluluhlantakkan Jogja dan sekitarnya. Kabar itu saya dapat dari beberapa teman yang berada di Jakarta dan tempat lain yang memantau perkembangan pasca gempa. beberapa kali saya mencoba kontak keluarga di Jogja, tapi saya tidak menemukan jawaban dari pertanyaan kekalutan saya.

Acara ditutup pukul 11.45 yang semula direncanakan berakhir pukul 16.00. Lega rasanya bisa mengakhiri acara ini dan ingin segera pulang, memastikan keluarga saya dalam keadaan baik baik saja.

Di sepanjang jalan menuju Jogja, pemandangan memilukan dan suara sirine ambulance yang mengiris batin, membuat air mata mengalir deras tak terbendung. Sekelebat bayangan anggota keluarga hadir silih berganti, saya tak sabar tiba di rumah.

Alhamdulillah keluarga saya semuanya selamat. Rumah-rumah di lingkungan tempat tinggal saya beberapa ada yang hancur dan tak layak huni. karena kami tinggal di Kabupaten Bantul sekitar 3 KM saja dari Bantul kota.

Listrik padam,persediaan air bersih tak mencukupi, ditambah hujan membuat kondisi semakin buruk. Persediaan logistik menipis. Kami hanya bertahan dengan mengumpulkan bahan makanan yang masih ada dari rumah kami dan memasaknya untuk bisa dimakan bersama, masih di tenda darurat yang dibikin oleh masyarakat.

Toko-toko tutup, kami kekurangan bahan pangan. Listrik masih padam sehingga kami kesulitan untuk mengakses berita televisi.

Lima hari pasca gempa…
Jogja menggeliat, toko-toko mulai banyak yang dibuka, listrik mulai menyala, air bersih tercukupi, dan kami mulai kembali ke rumah, menata sisa gempa yang berserak. namun tidak untuk Bantul…meski bantuan banyak mengalir, tapi banyak daerah tak terjamah. Mereka hanya mendirikan tenda kecil di atas puing rumah mereka, makan seadanya, bahkan banyak diantara mereka yang hanya minum air putih saja, dan untuk penerangan hanya dijatah minyak tanah satu botol kraktingdaeng. Saya tak berhenti menyusut air mata. Menyaksikan di sepanjang jalan yang menggambarkan kedukaan mendalam. Belum ada kemajuan yang berarti setelah lima hari bencana.

Terima kasih setulus hati dan tak terhingga saya ucapkan untuk teman teman yang perduli, menguatkan hati, memajatkan doa. Semoga Allah memberikan yang terbaik dalam hidup kalian. I Love U, Really Love U…

Advertisements

15 thoughts on “DUKA TERDALAM BAGI JOGJA

  1. Unai, mudah2an kamu dan keluarga, serta semua orang di sana, diberi kesabaran buat ngatasi cobaan ini.

    Dan semoga bantuan yang ada bisa sampe ke mereka yang membutuhkan.

    Amin.

  2. Kami dari Posko Gempa FMIPA UGM Jogja mengundang saudara-saudara untuk menyalurkan bantuan dana kepada saudara-saudara kita korban gempa di Jogjakarta. Bantuan dapat di salurkan melalui rekening berikut :

    NURSATRIA
    BANK MANDIRI CABANG UGM
    NO. REK. : 1370004158222

    WANY HAPSARI P. ARUM
    BANK BNI CABANG UGM
    0038245541

    Setelah mengirimkan dana harap mengirimkan konfirmasi nama instansi/organisasi saudara ke email dinamic_la@yahoo.com. Untuk informasi anda dapat membuka http://helpjogja.net atau dapat menghubungi kami pada nomor telp. 085643099000.

    Sangat banyak yang memerlukan bantuan, sehingga diperlukan banyak posko untuk membantu para korban. Demikian, besar harapan kami saudara-saudara dapat membantu kami di sini.

    Terima kasih

    -Mari kita bahu membahu-

  3. Unai, ikut berduka dengan musibah nasional ini. sukurlah keluargamu selamat, Nai. Yang tabah say! ikut doakan.

  4. Mbak Unai, turut berbela sungkawa atas tragedi ini.

    Semoga bantuan yang datang meskipun belum mencukupi, bisa meringankan sedikit beban mereka.

    Kuatkan dirimu ya..

  5. alhamdulillah keluarga ga papa …
    yg tabah & sabar ya.
    semoga distribusi bantuan segera membaik.
    *cium untuk alif*

  6. Jeng sory blon balas SMS kamu. Aku tahu begitu sulitnya. Disini aku coba sounding ke banyak orang mengenai keadaan jogja. kalo mungkin tolong diupdate keadaan disana sehingga aku bisa kabarkan ke banyak orang agar bisa membantu.

    tetep tabah ya. CD kemarin bisa dibuka gak? tolong dihapus yang folder cetak ya plssssss

  7. sabar ya sist…. andai aku bisa bantu lebih dan lebih lagi…..cuma doa yg selalu ku kirimkan…

  8. yg sabar ya nai…
    alhamdulillah kmu sekeluarga masih dalam lindungan Allah swt

  9. Unai.. gimana kondisi sekarang?? Smg luka & duka Jogja segera pulih.. Aku titip salam aja ya lewat Lucy.. Ngga bisa ikut ke Jog. Tpi suamiku & teman2 sdh bergerak, td malem baru balik dr Jog. rencana mo bikin shelter di Klaten.. Kita bdoa saja dari sini.. Salam..

  10. kemarin minggu, aku ke jogja (maaf, nggak sempat mampir). meski belum normal, situasinya sudah jauh lebih baik. tapi mungkin itu tidak terjadi di bantul, yang mengalami kerusakan paling parah, ya? semoga recovery di bantul dan daerah lain yang juga mengalami kerusakan parah bisa berjalan lancar tanpa hambatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s