DI MANA WAHAI NURANI?


*Sungguh tak sedikitpun aku mengerti apa yang terlintas di benakmu, wahai engkau yang mengaku berkuasa? Wahai engkau yang mengaku memiliki nurani?*

Aku memang tak pantas memberikan penilaian terhadapmu. Tapi lakumu!! Sungguh, kau mengabaikan etika. Di mana hatimu kau letakkan? Bahkan isi kepalamu-pun tak tau kau simpan di mana? Atau mungkin kau tidak memiliki keduanya, hati dan isi kepala.
*Maaf !* Untuk mengucapkan kata itupun sepertinya bibir kami tak pantas.

Seperti menjentikkan jari saja, ketika kau mencoba menyingkirkan apa-apa yang tak kau inginkan. Semua yang akan menghambat kelancaran karir tipu muslihatmu akan kau singkirkan perlahan. Hmmm sepertinya kau juga tak bermental. Kau ternyata tak mampu sparring. Bersaing mengalahkan kami yang in fact kami memang lemah, tapi kau tak bernyali mengalahkan kami. Kau lebih memilih hasutan sebagai senjata andalanmu, yang semoga saja akan menjadi bumerang buatmu. Karena aku yakin, Allah tak pernah tidur.

Buat kau !!! aku akan menunjukkan suatu tempat kursus etika bergengsi di kota ini, di mana kau bisa belajar banyak, dan setelah lulus kau akan lebih mampu menggunakan hati dan otakmu, bersamaan. Ugh !!!

Advertisements

15 thoughts on “DI MANA WAHAI NURANI?

  1. Katakan padanya untuk mengunjungi senandung mimosa….wellehh…kok jd pesan sponsor seh..

    Sabar ya Mbak πŸ™‚

  2. kapan siap berlaga? Samurai dan pedang dah siap sedia!..*keknya aku juga perlu kursus etika klo gini :P…sabar ya sist…

  3. cup..cup, sing sabar, sareh, eling! smg lega udah dikeluarin. aku doain dehn semuanya kembali baik. keep your spirit!

  4. jeng sing sabar… kalo butuh referensi sekolah etika aku ada nih namanya JRP = bukan John Robert Power tapi JENG RODO PRIHATIN. πŸ™‚

  5. lama lama biasa nai, misuh2 ndiri, kek aku setelah sekian lama dipaksa kerja rodi, cuman bisa ngamuk2 di kamar mandi hehehhe *nasib jd buruh*

  6. Mana yang gak punya etika, mbak? mana??sini biar hadepin sm Yaya..

    *kenapa jeng?

  7. Irf… iya nih..menjengkelkan tapi kita masih teteup harus bersyukur kan?

    Madame..kesel banget…tapi bisa tersenyum lagi melihat senyummu πŸ™‚

    Bud..harusnya tuh, ada gak di sana ya? kecerdasan sosial nya sangat di bawah standar neh

    Momy Luc…*ngasah samurai yang tajem

    Sisca ..Sudah aku katakan untuk mengunjungi mimosa dan mendengarkan senandungnya πŸ˜›

    Mas BAgus..thanks ya..nih sudah dikuat kuatin

    Mas Sam, JPR? Jaringan Penyakit Runyam nih..keknya πŸ˜›

    Iya mungkin lama lama bisa imun ya Gee?

    Tuh dia no…hadepin gih Ya..Bete akyu πŸ™‚

  8. :-O :-O :-O :-O :-O :-O :-O :-O :-O :-O :-O :-O…….
    bunda kenapa tohhh??sabar loh bunda kan bunda sendiri suruh sabar

  9. hidup ga akan berwarna klo ga ada orang2 kaya gini nai..
    hajar aja
    bakarrrrr
    ;D

  10. oi… hancurkan tirani… sama orang yang gak punya nurani jangan disuruh kursus Bu. Jangan hadapi dengan kekerasan juga. cukup digelitikin sampe ngompol. cabutin kukunya pake tang satu-satu. cabut giginya juga sekalian. sayat kulitnya dengan pisau berkarat, taburi garam + irisan jeruk nipis lukanya. bumbui pake kecap. terus baka…..r jadi deh sate ayam. halah. yang sabar Bu. Semoga setiap kesabaran dibalas dengan kebaikan oleh-Nya. amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s