Di belahan kabut pagi yang memburamkan pandangan
Di tetes hujan yang bergemiricik di teritisan
Embun dingin bergulir di ujung daun.
Menggeliat enggan, berteman cahaya emas mentari
Yang menyembul malu malu

Aku masih di sini
Dengan redup cahaya matahati yang berpendar
Dengan pembuluh darah yang terkunci
Dengan sisa tenaga aku bernafas di lorong hati yang sempit

Nyeri itu mengental
Aku tak ingin menjadikan makna luka ini lahir di kebutaan yang panjang
Aku datang
Menziarahi hatiku
Berbekal kuntum anggrek putih juga melati
Menebar wangi yang merongga
Biar sepi tak terasa gelap
Ku lagukan senandung itu
Bukan senandung kematian

Aku tergulung senyuman hujan
Takkan kubiarkan pikiranku tinggal
Di serpih udara yang kemudian hilang

*tersenyumlah*

Advertisements

16 thoughts on “

  1. Kucuri syair seorang pujangga
    Ketika butir kebencian dulu menghujam
    Kemudian timbul tenggelam dalam deretan makna

    Risalah itu menjadi satu perkamen
    Tentang mentari yang melengkung menyaksikan
    Bagaimana satu musim pelangi menghilang
    Dan kembali saat waktunya datang
    Tepat ketika mimpi tersadarkan
    Bahwa bara yang membakar jiwa
    Relakan padam oleh rintik hujan
    ….Ketika musimnya tiba…

    *tersenyumlah pada dunia, dan dunia akan tersenyum untukmu ;)*

  2. [OOT] : hehehe… enak ajah bilangin aku dari antah berantah 😛 btw di jogja yah mbak! hakz… ikutan kopdar besok? yuuuk 😉

  3. penantian ini serasa mengabadi
    menyaksikan musim datang dan kembali
    pun kepedihan menjadi indah…

    penantianmu indah banget
    juga perihnya, say…

  4. yakinlah,
    di balik rasa sakit ada rasa nikmat…
    dan denan senyum, separuh sait itu kan hilang…
    so, keep your smile 🙂

  5. malam nya malam dan sinarnya mentari tak membuatku gembira…..
    hanya senandung kematian yang selalu kudengar dan menemani ku setiap saat

  6. yaaa…. tersenyumlah pada dunia….
    it’s not easy to face reality, rite?
    but … u have to tetap semangat yah … dont give up to stand up for your love…

  7. Nai, kok kamu sama madame tidak pernah kehabisan kata2 sdalam berpyuisi ya?? selalu fresh dan touched banget…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s