Kutarik nafas dalam..
Di sela sesak.
Untuk apa aku menangisimu ??
Pergimu??
Untuk apa??
Biarlah gerimis membawamu pergi…
Tak kan ku tahan lagi
Tak juga memintamu tinggal lebih lama di sini

Bukankah akan ada pelangi setelah ini…
Setelah gerimis berganti..

Untuk apa aku menangis lagi…
Menangisi jawab yang kucari…
Jawab yang meluluhlantakkan hati dan perasaanku
Jawab yang membuat hatiku tak berbentuk lagi
terbentur cadas…

Aku perih…
Tapi tak perlu lagi air mata itu
Telapakku tlah lelah menyusutnya

Kali ini..akan kubiarkan kau berlalu…
Karena tanganku tak mampu menahan langkahmu

Berlalulah…wahai engkau pemilik sukma ungu…

Advertisements

18 thoughts on “

  1. Unaaaiiiiii……….
    Siang siang pusimu bikin teduh seisi dunia…
    Sedih banget siiih…???

    Biar aja mendung yaa, kan selalu ada garis keperakan disetiap tepi mendung, Nai…

    *hapus air mata*

  2. klo gerimis ya siap2 payung ….. klo mo nangis ya siap2 ember aja mbok dee …. ya to ya too ….

  3. langit tak kan runtuh saat kau jatuh
    yakinlah kau bisa berdiri lebih tinggi lagi
    terangi dunia,
    meski saat berkaca tak kau temukan apa apa
    namun ingat pada satu nama yang kau punya…
    adalah ‘mentari’

  4. Yun,
    emang puisinya ini buat siapa ya?
    Andai ku mampu membawanya kembali padamu,
    masihkah kan kau urai air dari matamu??

    he..he..ikut puitis nih… 🙂

  5. Yun,
    emang puisinya ini buat siapa ya?
    Andai ku mampu membawanya kembali padamu,
    masihkah kan kau urai air dari matamu??

    he..he..ikut puitis nih… 🙂

  6. wah, awakku koyo ditugel-tugel, pegel tenan…..krek…krek….krek…

    tekan solo langsung nggarap dua halaman. ugh……..padahal sesuk arep bali wonosobo. mugo ae sesuk tangine gak kawanen……

    hef a nais wiken, bulik……
    Insya Allah telung minggu ngarep, yen aku nang yoja tak kabari…… (ugh, udah gak sabar, nebus efek gitar zoom 606 di diana. kacek 200ewu je, karo nang solo…mugo ae suk mben durung payu)

  7. wahhh….. kok nangis meneh….
    tp kalo mau nangis siapin lap yang banyak….. kalo masih ga mau berhenti ambil ember kalo ga nongkrong di sumur sapa tau air matanya bisa menuhin sumur… tapi jangan bunuh diri loh dosa itu 😛

  8. sukma warna ungu…aku suka…

    untuk apa aku menangis?
    untuk ketidak berdayaan
    hari-hari tanpamu
    menyesal harus airmata
    mengapa tidak senyum
    bila kau tahu aku membutuhkan?

  9. lihat pelangi tidak tinggal menetap
    tak akan datang setiap saat
    meski dia berjanji dengan tetap
    andai dia sirna
    iringkan dengan mantra
    demi jiwanya agar tak lalai
    pada panggilan surya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s