KAMU DAN GERIMIS


Kunikmati pagi ini bersama gerimis
Tanpa mentari…
Kubiarkan diriku basah, terpecik titik titiknya
Kunikmati dingin sebagai hangat
Kadang kunikmati hangat sebagai dingin
Menusuk mencabik cabik lara
Enggan menjauh

Kunikmati siang masih dengan sisa gerimis
Jatuh satu satu…
Kutangkap bayangmu di situ
Di setiap pendar mataku
Di kaca jendela itu
Kutulis namamu…

Kunikmati sore ini
Pasti dengan pedih…
Karena gerimis mambawamu pergi

Advertisements

11 thoughts on “KAMU DAN GERIMIS

  1. kunikmati aroma debu yang terbang menghindari gerimis.
    kunikmati daun bergerak untuk mengusir tetesan air yang melewati tulang-tulangnya….
    airmataku belum menetes meskipun bayanganmu berlalu, belum!
    tapi nanti atau esok, saat aromaku datang menusuk….

    (siapa dia Jeng? kok bikin aku mellow!)

  2. salam kenal & numpang lewat
    gerimi…s walau tanpa mentari kalo hati kita bahagia, semua akan terasa indah

  3. sunshine after the rain…
    like rainbow after the pain…

    saat gerimis membawanya pergi,
    liat ada pelangi dengan tujuh bidadari
    membawamu terbang ke awan tertinggi
    mencium wanginya melati
    hingga tak hendak kau kembali ke bumi…

    unai…what’s happen…yg kuat ya..

  4. wah, ojo sering grimisan, ndak mumet. makane, yen ungsum udan ngene nang ndi nang ndi nggowo payung ….

  5. halah… jakarta bukannya gerimis mak… tapi dihajar hujan lebat plus angin kenceng…. macrettttttt everywhere dah pokoke :(((

  6. lain kali kalo ujan ujanan bawa mantel…. lebih enak loh :D.
    biarkan gerimis melepas semua kerinduan dan berjalan tanpa asa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s