PERTEMUAN KALI INI


Dari akhir tahun kemarin hingga hari ini, aku dipertemukan dengan orang-orang yang membuat aku belajar banyak.
Membuat aku tertegun dan semakin berusaha memaknai setiap detik yang aku lewati.

Heri namanya, tukang parkir di sebuah warnet dekat sekali dengan rumahku.
Awalnya kenal karena sering mampir di warnet itu. Internet kantor masih lelet. Aku lebih memilih di warnet dari pada harus men-dial up telpon yang pemakaiannya sering uncontrol.
Setiap datang ke warnet itu, aku selalu sempatkan untuk sekedar ngobrol, say hai, dan diskusi kecil tentang TDL, impor beras..fyuh….

Aku memang nggak terlalu sulit untuk bisa akrab dengan siapapun, meski baru aku kenal.
Kadang aku datang dengan sebatang coklat, sekotak minuman, atau beberapa permen, dan tidak rokok. Bukan sebagai bahan untuk menyogok..
tapi sebagai “i care with u” atau apalah…
Dan aku menjadi pelanggan istimewa di warnet itu. Dibikinkan kopi, tanpa aku harus meminta, dipinjami headset… no charge, dan di burn-kan mp3 lagu kesukaanku.

Heri, belakangan aku tau, ternyata dia satu almamater denganku. Satu jurusan bahkan, beberapa tahun di atasku.
Kenapa..hanya menjadi tukang parkir? maaf, aku bukan merendahkan, tidak sama sekali.
Kenapa? itu saja yang aku tanyakan. Bukankah banyak peluang lain?. APalagi untuk di kota seperti Jogja ini,
dimana banyak sekali peluang, kalo kita benar-benar jeli.

Ada reuni akbar di kampusku. AKu juga mengundang dia untuk datang. Setidaknya bisa mengajaknya melihat peluang-peluang itu.
Brainstorming dengan teman2x yang sudah berhasil jauh. Tapi aku nggak tau pasti apa dia datang atau nggak ke acara itu.

Ini…semakin membuka mataku, terutama mata hatiku untuk lebih mensyukuri setiap nafas yang aku hirup.
Setiap nikmat yang aku rasa, bahwa aku mendapatkan apa yang Heri atau yang lain belum dapatkan. Bahwa aku sudah mendapat pekerjaan, lebih baik meski banyak tekanan di dalamnya.
Bahwa aku mendapatkan seseorang yang sangat sabar, bahwa aku mendapatkan Alif yang cerdas, bahwa semuanya berjalan dengn indah, dan seharusnya aku syukuri.

Kali ini dengan Deny, teman SMP dan SMU ku dulu.
Datang ke Jogja karena mengantarkan muridnya untuk ikut tes akselerasi atau apa aku juga nggak terlalu ngerti UGM.
Kaget dengan penampilannya sekarang, lebih kalem, pendiam, dan menjadi wise.
Padahal dulu dia sering masuk dalam buku hitam di sekolah. Bandel, urakan, sering bolos, sering nyontek.
Kelasnya berseberangan dengan kelasku, dipisahkan oleh halaman upacara, tapi aku bisa melihat jelas tingkahnya, karena dia memang memilih duduk di samping jendela, sama seperti aku.

Dia jago basket, jago bikin puisi, pinter musik, dan pinter bikin komik, orosinil gambar dan dialognya dia sendiri yang membuat, tulisannya juga bagus,
Pernah aku dikasih komik buatannya dan aku jadi salah satu tokohnya…*wing kebayang kan tersanjungnya aku.
Sayang dia anak nakal….bandelnya luar biasa… tapi aku nyaman ada di antara mereka (dia dan teman-temannya).
Karena nggak ada yang bakal gangguin aku, mereka melindungi.

SMU… masih juga bandel nggak ilang rupanya.
Menjadi murid baru di sekolahku waktu itu, karena sebelumnya dia lebih memilih sekolah yang jauh.
Akhirnya dia nggak betah harus bangun pagi, nyegat angkutan.
Dia pilih lagi sekolah dekat rumahku, bisa jalan kaki, nggak harus bangun sebelum ayam berkokok.
Waktu penjurusan dia masuk IPS dan aku IPA, masih dengan kelas yang berseberangan, masih dengan bandel yang semakin menjadi.

Kuliah dia pilih di Malang, ambil psikologi, dan aku di Jogja dengan Hubungan Internasional. Beberapa kali ketemu, karena kami sama-sama aktif di salah satu organisasi kampus.
Banyak yang berubah. Dan yang lebih mengejutkanku… sekarang dia menjadi guru bimbingan konseling di SMU favorit di kampung kami.
Dalam perjalanan menuju bandara menjemput muridnya, aku dan Deny panjang mengurai cerita.
Tertawa lepas mengingat semua kenangan bertahun lewat.
“Aku berkaca pada cerminku dulu, Nai”,kalimat penutup yang bijak…ketika aku mengantarmu untuk pulang kembali ke kampung kita..
ya kampung kita…

Advertisements

10 thoughts on “PERTEMUAN KALI INI

  1. It’s amazing isn’t how people can change the way we look at things in life..how we maybe can change them too.

  2. hehehe, cerita bagus buk. cuman kalo aku sendiri malah belum berani cerita yg kaya gini. Ketauan badungnya entar πŸ˜€

  3. people change nai, dan kita tdk tahu alasan apa di belakangnya, yg psti mreka sudah memilih sebuah pilihan dlm hidupnya

  4. Manusia bisa berubah Nai …. itu juga tergantung pilihannya, mau berubah atau tidak.

    dia yg kita kenal dulu berbeda dengan yang sekarang.

    dan untuk mengenal seseorang atau teman kita kita butuh waktu lama, bisa jadi seumur hidup kita masih “belajar” mengenalnya πŸ™‚

  5. Halo Unai, lama juga gak main sini.. so reuninya sukses dong ya ?
    ketemu mantan gak ? hehehe…
    Temen kalo enggak ketemu lama emang suka bikin kita terkejut ya πŸ™‚

    Way

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s