BINGKAI POTRET USANG


Pagi itu mendung masih bergayut, meski gerimis tak lagi menyapa bumi.
Udara masih terlalu dingin untuk disapa.
Kau ketuk pintu yang sudah terkunci rapat.
Penghuninya tlah bertahun meninggalkan, beronggok kenangan dipenuhi debu.

Kau kata “bahagiaku menemuimu lagi, meski itu hanya di pucuk mimpi”
Tak ada yang menjawabmu, hanya bisu yang datang menyergap.
Aku hanya bisa memendangmu, dari kejauahan…sembari memendam senyum yang tak ingin kukembangkan
di bibir keluku.

Bertahun…
Kau tingalkan separuh hati membeku…dalam ke takberdayaan.
Kini hadirmu sesakkan gundahku.
Ku tak hendak menyisir kenangan yang tercecer itu.

Biarlah…yang kuingin adalah ESOK!!!

Advertisements

7 thoughts on “BINGKAI POTRET USANG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s