UNTUK SAHABAT


Sudah lewat tengah malam…
Malam sudah terlalu larut untuk dicandai…, tak bergeming…
Tapi aku…hatiku…seperti tak hendak berleha barang sedetik.
Aku teringat ULTAH-mu…sobat.

“Tak guna setumpuk bingkisan”, katamu…
“tak puas tanpa memberi yang berarti” jawabku…

Malam semakin pulas dibuaian, berbalut selimut mimpi menerbangkan angan.

***********************************************************

Jarum jam seperti tak ingin mengerti, degub jantungku yang memacu. Bergelas-gelas kopi tanpa gula kutandaskan, habis..tak sediktipun menyisakan keledak.
“Kenapa aku memikirkanmu, sobat?, apakah saat ini aku mulai membutuhkanmu?”…
Entahlah…???

Belum genap satu tahun aku mengenalmu.
Aku tak mengerti, apakah ini sebuah kebetulan???
Sebuah keberuntungan???
Yang pasti aku telah menemukanmu,mengharapmu menjadi lebih dari sekedar sahabat.
Aku ingat…
Dulu aku teramat sombong untuk mengakui keinginanku mengenalmu lebih jauh.
Kau tak bergeming, seakan membalas dengan angkuhmu…
Lagi…
Aku coba mendekatimu, karena anggunmu…simpatimu dan karena perkasamu..yang menyatu, berbaur dengan kharismamu.
Ah sahabat…rasanya tak cukup kata untuk melukiskan betapa engkau meluruhkan hatiku.

Jarum jam masih terus berpacu dengan denyut jantungku yang bergemuruh.
Kopi tanpa gula seakan memompa peredaran darahku lebih cepat.

Hari ini Ulang Tahunmu…
Meski kamu masih terlalu muda, tapi tak menyurutkan aku untuk menghentikan langkahku bersamamu…
Kamu…diusiamu yang baru hitungan jari…sudah mampu memberi banyak..tanpa kamu pernah meminta sesuatu dariku.
Ah…tulusnya hatimu sobat.

Sobat…malam sudah berganti.
Gelas kosong yang kotor masih menumpuk di sampingku, menemaniku…
mempersiapkan kado yang mungkin tak bernilai buatmu.
“Tak apalah!” bisikku dalam hati, mencoba menenangkan gundah yang tak hendak pergi.
Aku takut mengecewakanmu di hari bahagiamu ini sahabat.
Taukah kamu…betapa berartinya kamu, hingga aku rela malam panjang kulewati dalam gemuruh jantung tak menentu hanya untuk mempersiapkan pesta kecil itu.

Dalam kantuk aku melihat bayangmu…
Tersungging senyum di bibir mungilmu…
memejamkan mata sambil berujar asa..
Meniupkan lilin kecil berapi merah…semerah harapmu.

Sobat…meski bibir tak mampu lagi berkata…biarkan hatiku berujar…

SELAMAT ULANG TAHUN!!!
BLOGFAM-ku…
Dewasalah kamu dalam kebersamaan kita.

Advertisements

14 thoughts on “UNTUK SAHABAT

  1. As time progresses further, months changes, season comes and go, those other things might chance, as for sure friendship will stand the test of time and weather.. 🙂

    May this shout from across the ocean, can become the start of an active touch base 🙂

    Warm regards from Monrovia 🙂

  2. Unai, koreksi ya untuk penggunaan kata “tak bergeming”. Maksudmu mungkin “bergeming” (nggak pake “tak”).

    Bergeming = berdiam.

    Jadi kalo “tak bergeming” artinya “tak berdiam”. Tak berdiam artinya ribut :p

  3. MIMI.ayo ngopi bareng…

    LUI..thanks to stopped by here…u re my family too

    Dooh MAKNYAK mampir niy *kedip2x…makasih ya mak.

    SAM..TQ ya..berkat kamu juga 😛

    LILI makasih banget..

    ALO GEMBUL…menarik narik celana pa? *hayah

    LINDA met ultah to our big family

    MAMAT..tentu donk 3X biar mantabs

    WINDEDE…heheh makasih koreksinya ya..

    SA..makasih juga ya..salam kenal

  4. jantungku ikut berdebar-debar, tegang, seru, sambil minum kupi juga nih, wah, tulisannya bikin penasaran… mugi-mugi menang deh ya…

  5. Danu, makasih ya..ngopi bareng yuk…sekalian cuciin gelas yang dah numpuk hehhe..

    Isna…gak menang juga tak traktir wis..hehe…met gabung ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s