PINDANG IKAN PATIN


Lama banget nggak nyobain resep baru. Dulu suka masak, tapi karena masakanku jarang banget enak, jadi aku lebih memilih beli matengan daripada berpayah-payah masak, dan nggak kemakan karena rasanya yang ajaib itu. Kangen pengen ngerasain pindang ikan patin, masakan khas sum-sel, berkuah kuning, dengan aroma yang membuat lambung terasa sangat kosong.

Beruntungnya aku, kangenku terobati. Setelah postingan Mas Wisa tentang pindang yang Hot and Spicy, yang resepnya juga nggak ketinggalan diposting. Minggu kemarin aku nyoba masak pindang ikan patin yang resepnya hasil contekan dari Mas Wisa. Pagi sekali, belum ada jam tujuh, aku ke pasar Ngasem yang letaknya nggak terlalu jauh dari rumahku. Pasar tradisional yang dekat dengan Tamansari dan Sumur Gemuling itu mungkin cuma berjarak kurang dari dua kilometer dari rumahku. Lama aku nggak ke pasar, selain jarang masak, di sekitar rumahku banyak pedagang sayur keliling, dan banyak juga yang membuka warung sayur di depan rumahnya. Jadi frekuensiku ke pasar dalam sebulan bisa dihitung jari, sebelah tangan pula.

Aku nggak langsung menuju onggokan sayur dan ikan yang bakal jadi bahan dasar membuat pindang. Aku masih betah berlama-lama di depan penjual ikan hias. Memperhatikan ikan aduan (Beta) yang warnanya bagus, aku suka yang ungu. Ada lagi kura-kura kecil, koi, koki yang lucu karena perut yang menggelembung dan mata yang besar, membuat bodinya seperti nggak proporsional :). Tersenyum kecil aku tinggalkan tempat itu menuju tempat penjual ikan yang bisa dimakan *ikan yang tadi nggak enak dimakan, tapi kalo ada yang ngotot, silahkan!.

Rupanya nelayan di pantai selatan nggak banyak yang melaut, imbas dari kenaikan BBM tempo hari membuat mereka harus mengeluarkan modal Rp. 200.000 dulu untuk beli bensin, sebagai bahan bakar mesin perahu mereka.Modal yang besar dengan hasil tangkapan yang belum tentu seimbang. Cuma ada berapa gelintir ikan, untunglah ada patin. Aku pilih yang besar dua ekor dan langsung dibersihkan di tempat.

Aku mampir di penjual dawet, ngicipin sebentar, mampir di tukang getuk dibungkuskan tiga, mampir lagi di tukang penjual gandos dibungkuskan lagi, berhenti lagi di penjual jajan pasar, ada dadar gulung, kipo makanan khas kota gede, dan ketan yang diatasnya ada kelapanya. ada lagi kerumunan ibu-ibu, gak ketingalan aku ikutan nyelip diantaranya, ealah bukan ngerubuti penjual obat, tapi mbah tua yang jualan geblek, aku juga baru denger makanan ini, dari tepung kanji yang entah diapakan, penasaran aku jadi beli juga, tiga bungkus malah :P.Ya ampun…keranjang belanjaanku dipenuhi makanan, bukan sayur. Belum lagi aku dititipin Alif, kangkung untuk makanan kelinci, Husbie juga nitip dibelikan es kelapa muda…weleh…terseok-seok aku bawa belanjaan yang beratnya cuma makanan doang. Bumbu dapur dan sayur hampir aja kelupaan setelah aku berada di mobil, duh aku harus balik lagi masuk ke pasar.

Sampe di rumah aku nggak langsung masak, mulai berebut menghabiskan jajan pasar yang tadi aku beli. Akhirnya kami kekenyangan, dan acara masak pindang patin jadi tertunda…hehehe. Agak siang aku baru mulai lagi, mencuci ikan, menyiapkan bumbu dengan bolak-balik baca resep hasil contekan . Bikin sambel terasi, ngerebus lalapan (terong, dedaunan, dan kacang panjang), yang pasti nggak ketinggalan, masak nasi…

Hmmm LAPER lagi…

Advertisements

15 thoughts on “PINDANG IKAN PATIN

  1. Unaiiii…help..laperrr….*teriak ke unai sambil pegangin perut*..argh kok dhilalah baca postinganmu ttg makanan pas aku lagi laper nih. Ugh..masih kudu lembur lagi ๐Ÿ˜ฆ

  2. Mana foto masakannyaaa?? gak percaya nih kalo gak diposting. Ayo kudu masak lagi, trus difoto sebelum dilahap :p

  3. hayah…. ngomongin makanan, jadi laper…

    di sumsel pindang patin ya… kalo di kampungku yang terkenal pais patin… rasanya luarbiasa lezat…

  4. Mimi hitam…hiks, kamu mau disuguh apa emangnya, hmmm sego abang uenak lho, makanya nang Jogja we,

    GITA, gandos emange gak ono neng nggonmu ?…besok tak cepakke otre…

    Weleh…Jeng Ria doyan geblek juga tho :P,

    Syl…jangan meragukan kemahiranku memasak hahaha….sayang aku gak sempet ambil gambarnya, secara sudah gak tahan dengan aromanya hihi

  5. sungguh… aku lum tertarik buat nyoba-nyoba resep.

    katanya enggak enak.. kok masih dimasak. buat obat kangen ya ๐Ÿ˜‰

  6. gyahahahaha…emak aku baru 2 hari yang lalu masak pindang pawtin… memang lemak nian dak katek yang ngalahke ye nai. Tapi aku galak bingung nai, kalo wong luar galak nanyo, kok ikan di sayur ??? gyahahaha

  7. GOIQ, tapi mungkin dak selemak masakan Mak mu hehehe, salam to Emak ya..bagi2x resep berengkes patin ๐Ÿ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s