YOU LIFTED ME UP SIST…


Perjalanan waktu yang seolah berlari membuatku tersadar, sudah sekian tahun kita terpisah oleh jarak dan waktu. Sudah banyak yang berubah sejak kepergianmu, sejak kelulusan kita, sejak kita tak lagi bercanda di tepian danau kecil di tengah kampus kita. Mungkin kamu sudah lupa Ai, tapi sungguh aku masih menyimpan rapi segalanya tentang kamu, tentang persahabatan kita. Dan dengan tidak bermaksud melebihkan, kamu istimewa sama istimewanya dengan Susi, dan tidak Adis. Kenapa dia? Aku juga nggak tau Ai, kenapa aku tak sanggup membuka sedikit saja pintu maaf buat dia. Kamu tak henti menasihati aku, agar lebih legowo. Kamu, Susi adalah sahabat terdekatku ketika itu. Ada nyaman dan perasaan saling membutuhkan serta kesamaan kepentingan yang mendekatkan kita. Entah kapan tepatnya aku mengenalmu, yang pasti kamu tlah ada, di sini, tak lekang.

Aini, Kamu masih ingat persahabatan kita berempat?. Kita berempat berlatar belakang beda, tapi itulah yang menyatukan kita. Dimana aku, di sana pasti kalian, pun sebaliknya. Kita bertiga (aku, kamu, dan Susi) berbarengan mengerjakan skripsi, dan Adis yang mungkin brilian itu sudah mencuri start lebih dahulu, dan kita tertinggal jauh. “Tak apa”, katamu, yang terpenting kita lulus dengan nilai bagus above average.
Ai, kamu masih suka menulis? Cerpenmu, bakal novelmu, puisi cintamu, dan EVOL-mu, yang sering kamu ceritakan pada kami, kemana itu semua? Kenapa tidak kamu mulai lagi semuanya? Bukukanlah Ai, bukankah itu juga salah satu cita-citamu selain citamu yang lain “mengayakan hati”.

Apa kamu juga masih ingat beberapa teman kita yang lain?. Roy, cowok kalem yang sempet aku taksir, Noval anak Medan yang berhati lembut dan cakep yang digilai Adis, Rizal, Mas Yok, Yoganda, Sherly, Ratih, Y. Santika cowok jawa yang feminim dan yang lainnya. Ah, aku jadi rindu mereka. Mereka juga ikut mewarnai kebersamaan kita.

Ai, belakangan aku terima kabarmu, kamu sudah menikah dengan Haris, lelaki yang beruntung itu. Bagaimana tidak, kamu memiliki segalanya Ai, cantik, pintar, keibuan dan dewasa. Jujurku, aku belajar banyak darimu. Susi sekarang di Pontianak, berwirausaha dan sukses, tapi belum menikah seperti kita. Kamu di Medan, dan Adis di Jogja, sama seperti aku. Tapi ternyata aku lebih merasa dekat dengan kalian yang jauh daripada dia yang dekat.
Ai, seperti masih dalam hitungan detik kebersamaan kita, dan sungguh aku ingin mengulangnya kembali. Andai waktu dapat kuputar kembali ke saat itu. Sms-mu kemarin malam yang belum aku reply kembali menyadarkan aku, betapa besar hatimu dan membuat aku merasa malu dengan diriku sendiri, menyadarkan aku akan kenaifanku. Terima kasih Ai, You lifted me up. (dapet salam sayang dari Husbie dan Alif)

Advertisements

12 thoughts on “YOU LIFTED ME UP SIST…

  1. Nice Blog!!!   I thought I’d tell you about a site that will let give you places where
    you can make extra cash! I made over $800 last month. Not bad for not doing much. Just put in your
    zip code and up will pop up a list of places that are available. I live in a small area and found quite
    a few. MAKE MONEY NOW

  2. aku jga merindukan teman2 masa laluku, terkadang ingin skali memutar waktu ke masa itu saat2 aku kesepian, ttp lalu tersadar kita tidka hidup utk masa lalu, skrg meski hanya lwt telpon dan sms, aku bisa merasakan kehadiran mereka utk saling support…touch entry nai

  3. wah …indahnya persahabatan ya…., aku bisa rasa itu.

    Btw gaya cerita Unai jadi lain sekarang. Lebih punya rasa dan style… salut 🙂

  4. setiap kenangan adalah indah… dalam banyak hal, menengok ke belakang membuat kita hanyut pada romantisme masa lalu. namun tetap penting untuk hidup yang lebih baik.

  5. wah sobatan ma sodara sendiri:D. senangnya. aku sama adek kakak gak bisa dibilang temenan, we love each other tapi ya bukan sebagai teman, just siblings.

    lucky u, unai.

  6. maaf yun,kesibukanku jd bu RT dan tempat tinggalku yang jauh dari angan2ku dl unt tinggal dikota baru menyempatkan aku mampir kesini.wah,tulisanmu mengharu biru hatiku.menyadarkanku ternyata aku tak sendiri.terus terang aku kesepian disini.gak ada teman seperti kita dl.saling berbagi bahkan menangis.makasih yun,atas semua kenangan dan kebersamaan kita dl.ku harap sampai sekarang dan terus….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s