Sepanjang Jalan Kenangan (masa kecil)


“Sekelumit kenangan masa kecil berkelebat di rimba benak…”
Aku tinggal di Jl. Pramuka di kompleks perumahan itu, sejak kecil… sampe akhirnya bapak pensiun dan pindah ke rumah pribadi kami dekat stadion Prabu Jaya.

Di kompleks itu kebetulan hampir semua anak sebaya denganku, satu sekolahan juga, kebetulan waktu itu aku sekolah di SD YKPP III, yang nggak jauh dari rumahku (cuma berkelang 7 rumah, sudah sampe sekolah) Kalo Istirahat aku bisa pulang *secara uang jajan kurang*. Temen sebayaku yang tinggal di kompleks itu mayoritas cowok, jadi aku agak tomboy. Emang sih ada juga cewek, tapi umurnya lumayan jauh di atasku, jadi seringnya nggak nyambung, soalnya mereka dah pada patjaran. Devri kabarnya sekarang di Bandung, Yudha juga, Irma ada di Jogja masih sering ketemu, Yayan di Palembang, Yudhi gak tau dimana rimbanya? Ah… apa kalian juga mengingatku guys?

Mainan favorit kami, main kasti di lapangan kecil dekat lapangan tenis, biasanya aku terus yang kena bola, soalnya aku nggak bisa lari kenceng. kalo sudah gitu, aku bakal dimarahin sama temen yang laen. Kelelahan maen kasti, kami sering tidur-tiduran di rumah pohon di belakang lapangan tenis. Tau’ kata Mas Wisa pohonku sudah ditebang…hiks.. Main perang-perangan juga seru… pelurunya dari buah kecil yang warnanya kuning, pohonnya seperti semak, namanya pohon bonsai… tau tuh bener apa salah?, kami juga sering sibuk bikin ketapel dari ranting pohon yang bercabang, mencari biji buah karet di dekat lapangan golf untuk diadu. Gobak sodor adalah permainan pilihan kami di malam hari, biasanya di depan rumahku, setelah magrib… nggak gelap, karena mercuri sudah mulai dinyalakan. Ibu-ibu kami biasanya nonton di pinggiran jalan, nah kalo main gobak sodor, kelompokku bisa menang, soalnya aku kan kuyus (dulu), jadi gampang berkelit… ada lagi yang paling seru dan pasti bakal dimarahin ibu, adalah hujan2xan. Biasanya kami hujan2xan sambil main kasti atau nungguin mangga jatuh di halaman depan rumahnya Yudha. Ehmmmm, mangganya kecil-kecil, ranum, dan manissss banget. Kalo ngupas nggak usah pake pisau, digigit kulitnya dan serrrr, yummy…
Walaupun hujan sudah berhenti, kami tetep maen, bola kaki atau kasti di tempat becek, jadilah baju kami kumal..untung ibu sedia *Surf putih cemerlang*, nah lho iklan….

Pernah aku dijewer ibu, sampe kupingku panjang sebelah, gara2x disuruh ngaji aku malah memilih tidur. Waktu kulihat ibu sudah tidur, aku pelan-pelan ngelepasin pelukannya langsung lompat dari jendela. Soalnya aku dah nggak tahan mau hujan2xan. Aku sudah ditunggu sama Devri, Yudha, dan Yayan di lapangan tenis…
Jadilah kami mandi hujan sambil masuk kedalam parit dan nyari ikan kecil-kecil…. Sepulang sekolah kami juga sering mancing di Langen Tirta sambil bawa bekal yang kami makan bersama di pondokan kecil di sepanjang kolam.

Kalau puasa seperti sekarang ini, aku bikin perpustakaan kecil, aku juga nyewain kaset sanggar cerita. Laris lho…Perpustakaan buka pas pulang sekolah, sambil nunggu buka. seperempat jam sebelum buka, aku dah sibuk nyiapin apa aja yang mau dimakan… es cendol menu favorit sampe sekarang, pisang goreng juga… bahkan berbuka tanpa pisang goreng rasanya kurang afdol… heheheh. Aku suka tarawih di Masjid Darussalam, bukan tarawih tapi malah main kejar2xan sama temen2xku yang tinggal di jalan laen, Jl. Anggur dan Jl. Asampaya, soalnya temen gankku kan laki2x, jadi gak bisa maen bareng pas tarawih. Pulang tarawih, kami maen gobak sodor dan main petasan, pernah waktu itu kami masukin petasan ke dalam mulut kodok…hasilnya, meledaklah kodok itu… hancur… berkeping-keping….

Shalat subuh kami shalat di Darussalam, pulangnya jalan2x sambil bawa tamiya, trus maen di Taman Ria, deket kantor security kompleks. Baru setelah matahari muncul kami pulang dengan kantuk..hoahm…Sepertinya nggak ada capeknya.

Sekarang…kalau aku pulang, aku pasti menyempatkan melewati lagi jalan itu…
Duduk di pinggiran langen tirta seperti hendak mengurai kembali kenangan masa kecil.
Yudha, Devri,Yayan, Irma, Farouk, Yudhi…dimana kalian…?
Taukah kalian…lebar sekali senyumku menuliskan kenakalan kita?

Lagi-lagi buat MAS WISA
Kalo sempet foto prabumulih di upload lagi ya…
sebagai pengobat rindu
Advertisements

11 thoughts on “Sepanjang Jalan Kenangan (masa kecil)

  1. Halo..mbak Yuni…bicara ttg masa kecil,jadi inget lagunya Elfas Singer yg “Masa Kecilku”

    Hehehehe….hiks…hiks…jadi pengen kecil lagi…wah gawat neh!!!

  2. ealah… gede di prabumulih toh mbake…:D

    suasana puasa itu emang lebih menyenangkan waktu kecil yaaa.. kalo udah kayak sekarang, buka puasa paling di kantor dan balik juga nggak gitu2 aja.

    miss childhood.

  3. Jeng Is, tulaku pingin mudik.Mbak Ria…pinjemin ke Doraemon dong…Rio, iya nih, aku gede di sana…wah kangen banget sama temen2x kecilku…
    ehm..banyak yang datang dan pergi dalam kehidupan, tapi nggak buat mereka…:P hiks..

  4. wuach….pas lagi kecil knapa yah kok kita hobynya menyisir jalan…*klo aku menyisir pematangs sawah nai*

  5. waaaaaaaaw..
    kau mengingatkanku pada masa itu, bujang!
    aku juga tinggal di jalan pramuka…siapakah gerangan dikau? aku tinggal di sana hingga tahun 1996…
    masa nan indah… kini aku di yogyakarta. menunggu waktu kembali ke sana suatu hari kelak.
    thx… foto2nya sekarang ada tidak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s