Oleh-Oleh Muktamar


Aku berangkat ke Mukatamar Muhammadiyah yang ke 45 di Malang, karena kebetulan aku bekerja di Lembaga di bawah naungan Muhammadiyah. Berangkat malem Minggu tanggal 2 kemaren berempat dengan temen kantorku yang laen. Fuih…ternyata jalanan rame sekali, iring-iringan bis dari berbagai kota yang juga jadi penggembira dan peserta Muktamar. Ada 39 bis dari Pimpinan Wilayah Jawa tengah dan 15 mobil pribadi. Asli…seru!!!, tapi sayang, sepanjang jalan dari Ngawi dan seterusnya rusak, mungkin karena banyak kendaraan berat yang melintas, kebetulan juga jalannya nggak di hot mix, jadilah kami berjalan dengan kecepatan yang nggak maksimal, padahal tujuan pertamanya adalah Bandara Juanda karena kami harus jemput anggota majelis yang landing sekitar jam 7 pagi.

Perjalan kami lanjutkan setelah kami menungu sambil ngaso melepas penat dan pedes di pantat. Nah perjalanan dari Juanda ke Malang yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam tapi waktu itu kami menempuhnya selama 6 jam. Bayangkan pinggang dan pantat kami yang panas, untunglah 2 anggota Majelis yang kami jemput kocaknya minta ampun, padahal disetiap rapat rutin Sabtu, mereka terlihat cool dan jaim. Kami jadi menikmati sekali perjalana itu. Di Gempol, lalulintas padat benget, mobil kami berjalan merayap 20 km per jam. Maklumlah hari itu hari pembukaan Mukatamar, jadi banyak sekali pengunjung kota Malang dari berbagai kota dan daerah yang tumplek blek di sana.
Hampir jam 14.00 kami sampe di Universitas Muhammadiyah Malang, langsung registrasi peserta, sayangnya pelayanan panitia kurang ok… Kami harus menunggu lumayan lama untuk mengambil name tag dan Muktamar kit. Kami belom bisa menuju hotel buat istirahat dan mandi, karena jalanan masih penuh banget mana pake ditutup lagi, karena Presiden SBY dateng. Jalanan Malang yang sempit itu sempet crowdeed, wah kalo ngojek lumayan lho,( kalo bahasa gaulnya nayamul) lha wong Muktamarin antusias banget mau nyaksiin pembukaan di Stadion Gajayana, sementara jalanan penuh Bis, mobil pribadi, angkot, becak… wah penuh nuh! jadilah ojeg satu-satunya transport yang cepat dan silir…

Hampir Magrib kami baru dapet hotel di deket kota, bagus…dan nyaman… Waktu cuma sedikit, karena bentar lagi pembukaan dan kami harus jemput Ketua majelis yang ginep di salah satu hotel di Batu. Kami cuma mandi dan istirahat sebentar, shalat Magrib di Jama’ Isya langsung meluncur ke Batu.

Di jalan dicegat lagi oleh rombongan Presiden yang mau lewat. Kami terlambat jemput, walhasil, kami cuma nonton pembukaan Muktamar dari TV kamar hotel Pak Zamroni, Ketua Majelis DIktilitbang. Nggak gelo sih… karena kami bisa melihat lebih jelas dibanding kami harus berdesakan masuk ke stadion yang berjubel.

Rencananya sih kami cuma mau nyaksiin pembukaan thok, paling bermalam 2 atau 3 malem aja trus pulang sambil piknik…heheh kapan lagi dapat kesempatan. Ternyata.. kami harus lebih lema lagi tinggal di Malang, tanpa piknik, tanpa jalan2x, bahkan untuk jalan ke stan pameran aja kami nggak sempet. Bukan sok sibuk, tapi kami harus melayani Bos. 5 Hari aku di sana, akhirnya aku mutusin untuk pulang duluan, bukan gak toleran dengan temen yang laen, tapi aku cewek sendirian di sarang penyamun, karena kebetulan di kantor aku satu-satunya cewek otomatis dunk, aku manis sendiri…wakakak…

Aku naek travel, satu2xnya transpot yang lowong, karena banyak juga yang pada mau balik. Travel Agung, kirsi no 1, Waduh…aku takut banget duduk di depan, pasti sopirnya ngebut… tau deh aku takut melakukan perjalanan jauh dan duduk bersebelahan dengan sopir, karena aku memang nggak punya cita2x jadi navigator, atau mungkin juga aku punya jantung yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan jantung orang laen…wiyyy apa iya?

Ternyata duduk di depan gak semengerikan aku banyangkan. Malah aku bisa menikmati perjalanan, soalnya aku bisa leleuasa melihat pemandangan yang jarang banget aku lihat. Asli…bagus banget! Kami lewat route Batu. Ke Malang adalah kali ke empat buatku, tapi aku nggak pernah lihat pemandangan ini sebelumnya, mungkin karena di jalan aku lebih banyak tidur heeheh, tapi kali ini nggak! Ada sungai bening yang banyak batunya mengalir mengikuti jalan, ada danau juga lho… cckkckckckk… Kuasa Allah tiada tara…
Setelah hampir 7 jam, aku sampe juga di Jogja… Syukurlah… sekarang aku punya cita2x baru.. hheeheh jadi navigator!
Buat yang mau piknik ke Malang…aku mau dunk diajak wakakak
Buat Lalu… sayang ya kita gak sempet ketemu…

Advertisements

3 thoughts on “Oleh-Oleh Muktamar

  1. jadi pengen ke malang lagi.

    btw, milih sapa nih:D?

    selamat ya buat ketua barunya, pak din, mudah2an beliau bisa bawa kemajuan berarti.

  2. tengkyu dah berkunjung ke blog-ku
    Baca blogmu, keharusan buatku…
    heheh lam kenal, seru-seru ceritamu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s