Berpikir adalah merupakan aktifitas kognitif yang hasilnya dikatakan sebagai pikiran (mind). Pikiran adalah merupakan perangkat lunak (shoftware) yang dioperasikan di dalam otak (brain). Hasil olahan dari kognitif adalah logika dan afeksi. Jika kita bisa mengatakan berpikir positif maka sebaliknya kita juga bisa mengatakan ada berpikir negatif.
Secara umum berpikir dikatakan sebagai proses memaknai suatu atau berbagai informasi yang diterima oleh otak, kemudian digunakan untuk suatu tujuan terntentu. Tujuan tersebut antara lain untuk mengambil keputusan atau menyelesaikan suatu permasalahan. Mengambil keputusan sebenarnya merupakan rangkaian yang sulit dilepaskan dengan problem solving. Pengambilan keputusan bisa dikatakan sebagai salah satu metode yang digunakan untuk problem solving. Pengambilan keputusan cenderung merupakan proses berpikir lateral (menyamping) untuk mengkaji alternatif-alternatif yang setara.
Ehm… brain ku kerap berfikir, namun tak jarang juga aku kesulitan menemukan problem solver-nya. Kenapa? Itulah yang sekarang menjadi problemnya, :p Aku setuju banget dengan iklan tv rokok mild. U r U !, dia bilang orang pinter itu bukan Cuma orang yang pinter matematika, pinter bahasa, atau pinter bidang ilmu yang laen ( ups sori, aku gak begitu hafal dengan naskah iklan itu), tapi gimana cara menyelesaikannya, maksudnya mencari problem solving-nya. Problem solving merupakan aktifitas kognitif yang cenderung vertikal atau mendalam. Menyelesaikan masalah (problem solving) merupakan suatu pekerjaan ataupun proses kognitif yang setiap hari selalu dan harus dilakukan oleh siapapun yang masih hidup dengan wajar. Aktivitas menyelesaikan masalah ini dilakukan oleh siapapun tidak peduli dengan status ataupun pekerjaan seseorang. “Indeks Prestasi yang tinggi, predikat Cumlaude yang diperoleh memang merupakan indikasi bahwa orang yang mendapatkannya adalah orang yang kemampuannya akademiknya di atas rata-rata, tapi itu juga nggak terlalu cukup, kalo ternyata orang tersebut nggak bisa terjun ke dalam lingkungan masyarakat”, gitchu kata Rektor waktu nyambut wisudaku empat tahun yang lalu. (cek ile…masih inget juga…). Aku mau cerita sedikit ( mungkin jadi banyak), dulu… diantara temen2x gank-ku, aku yang paling ‘oneng’ (baca O’on). Walaupun IPK kami selisihnya gak terlalu jauh, tapi ada satu diantara kami yang lulus mulus dengan predikat cumlaude, Young namanya. sementara kami ( aku, Suzie, dan Ai) harus cukup puas dengan predikat sangat memuaskan. Kami punya klub diskusi, tapi kami punya hobi kegiatan laen yang beda-beda. Aku yang dijuluki mereka sang adventure UKM, karena hampir di setiap unit kegiatan mahasiswa aku ikut, alasannya mungkin karena aku sangat suka hal2x baru yang sebelumnya belom pernah aku alami. Nah mungkin karena kegiatanku yang seabrek ini yang ngebuat aku agak ‘once’ debandingkan temen gank-ku, karena aku sering titip tanda tangan,ups gak sering ding…kadang..!
Young, bangga dan yakin bener kalo dia bakal cepet lulus dengan nilai yang nggak biasa2x, tapi sayangnya dia jadi sombong dan sering under estimate ke kami. Sudahlah…nggak usah dibahas ya, nggak dikira aku ngiri… Jadi intinya apa? Aku cuma mau bilang, nggak penting berbesar kepala dengan nilai akademik yang diatas rata-rata itu, yang penting kita bisa memaksimalkan apa yang sudah didapet, dan bersyukur. Buat Ai dan Suzie…aku rindu kalian… ( sori gak nyambung dengan prolognya )

Advertisements

2 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s