Archive for the 'Anak' Category

Kangen

Di tempat tidur, sambil melingkarkan tangannya di leherku, Alif menatapku lekat. Bibir mungilnya banyak bercerita, tentang dua kelincinya yang diberi nama Reno dan Rani, tentang teman sekolahnya, tentang anak perempuan yang suka memeluknya, tentang sahabatnya, Sabrina yang pandai mewarnai sekaligus menyanyi, tentang semua…. Continue reading ‘Kangen’

Era Layar dan Mental Anak-Anak Kita

Tv+baru+014

Lihat iklan permen Hexos kan ? Adegan merayu yang dijawab oleh suara perempuan yang mendesah lebih mirip kucing kawin. Atau iklan wafer coklat Romeo dan Juliet dengan soundtrack “kugigit lagi Romeoku, kugigit lagi Julietku” dan satu lagi, tentu masih kita ingat iklan mie instant yang mengakrabi kita sekitar tahun 2002, dengan slogan “hot hot hot” nya.

Ini baru contoh kecil dari tayangan-tayangan yang dikonsumsi oleh semua umur. Iklan produk itu sebetulnya lebih mengedepankan sensualitas tubuh dan suara wanita sexy dibandingkan produk yang dijualnya. Produk-produk dibungkus dalam kemasan yang menggoyang syahwat konsumen, dengan dalih kreatifitas. Bahkan penonton bisa berbeda-beda dalam menginterprestasikannya.

Tayangan sinetronpun tak kalah berani mengumbar adegan mesra ; mempertontonkan bagamana cara berpacaran, fenomena homoseksual, bencong, mistik, juga kekerasan dalam rumah tangga. Semua adegan tersebut dapat dipastikan ada di setiap sinetron-sinetron lokal. Menjijikkan !.

Continue reading ‘Era Layar dan Mental Anak-Anak Kita’

Ketika Eyang Berpulang

Alif

Alif2

Ckckck…ternyata kematian mantan orang nomor satu di Indonesia ini ndak hanya menarik perhatian orang dewasa. Lihat !!! anak kecilpun ingin tahu..siapa Bapak Pembangunan itu ?

Alif Rakhan Ambara Winardi

              Alifputri

Teringat lima tahun lalu, saat tangis pertamamu mengoyak kegalauan, memecah sunyi ditengah dentuman kecemasan, yang berdegup kencang di hati kami. Tak kuperdulikan rasa sakit yang tak alang kepalang, sembari terus berdoa….harap cemas atas keselamatan kau dan aku, Nak…

Seperti nyanyian yang setiap malam kunyanyikan sebagai pengantar tidurmu, seperti itu juga aku mengajarkan kepadamu agar kamu dapat mencintai hidup dan yang akrab dengan pahit dan manisnya.  

           Image(20)

Di tahun pertama usiamu,  geligi putih yang berjumlah tak genap, kaki yang sudah lincah berjalan, dan mulut yang tak berhenti menirukan apa saja yang aku katakan. Aku tersenyum mengenangnya, Nak…kau lucu dan sangat menggemaskan.

           Kakak lagi

           Picture 152

Tahun kedua, ketiga, keempat, dan sekarang… tahun kelima…. Kau kian tumbuh, mencintai aku dan Babe dengan sangat.

Kita seperti sahabat ya, Nak… Saling berbagi cerita bila bertemu. Tertawa sampai keluar air mata, dan kau hanya bisa tertawa bila aku meninggikan satu oktaf nada bicara bila aku sedang marah. Dan..melihatmu tertawa, akupun jadi ikut tertawa.                             

“Bunda jangan marah…nanti hilang cantiknya”

Begitu jurus ampuh yang membuatku tak jadi marah,  Ah nak, kau semakin pintar saja.

Pagi ini…., satu kecupan, pelukan hangat, ucapan selamat, kue dan lilin kecil, juga sebentuk kado spesial, membuatmu tergagap diantara kantukmu. Tak ada yang lain lagi selain doa, nak…

          Alifku

Selamat Ulang Tahun yang ke-5 anakku…Kaulah bintang terang itu, doa dan harap berkejaran mengiring langkahmu….

Valdisya Azzahra

                     Disya giding

Bola mata bulatmu itu, bergerak ke kanan ke kiri ; nakal sekali, membuat gemas siapa saja yang sedang memandangnya. Tak canggung kau mempertontonkan gelak tawa. Lepas, menunjukkan barisan geligi susumu yang putih bersih.

Kaus lengan panjang, celana jins, sepatu boot putih juga kerudung coklat, mempercantik tampilanmu siang itu.

“Bunda mana?”

Tanyaku menelisik di antara rimbun bulu matamu, ketika aku tak menemukan bunda datang bersama kalian. Tak ada jawaban, kau malah membalas menatapku, mungkin balas bertanya di dalam hati ”Kamu siapa?”

Aku tersenyum, membalas tatapan tanyamu, sambil mengulur tangan mengajakmu berjabat, dan Hey.… kau sambut juga ulurku. Tangan mungilmu menggenggam ujung jemariku. Masih, aku tak lepas menatap matamu…

“Ini perpaduan yang sempurna….”

Bisik batinku. Kau begitu cantik, lincah dan memesona. Kecantikan yang diwariskan ayah dan bundamu begitu sempurna, Sya…sungguh sempurna!

Continue reading ‘Valdisya Azzahra’


Archives

Blog Stats

  • 11,831 hits