Farewel…
Ketika kuterjaga di fajar yang gemetar, kusingkap selimut malam perlahan. Kau datang tiba-tiba tanpa kata. Diam saja. Tak juga kutemukan apa-apa di mata coklatmu, kecuali secuil kebimbangan yang entah sejak kapan bergelayut di sana? Kau datang di setiap sunyi, di setiap bimbang, di manapun…, pada saat apapun. Pagi hingga petang….Siang hingga malam. Kau ada…
Seperti pagi ini, saat embun menebar aroma khas pagi, kuncup harapku memutik. Pelangi menari, bak bianglala warna-warni, menambah kesegaran pada kabut yang belum terangkat. Aku akan datang, ke suatu tuju. Tempat adamu di situ.Bermusim mananti saat, dan kini…waktu berpihak, untuk kita membincangkannya.Meski tak cukup leluasa aku merekam setiap gerakmu, namun cukuplah…
“Bukankah sedikit ini lebih berarti daripada banyak yang percuma itu?”
Kaki yang kujejakkan, dan kenangan yang membentang di sepanjang jalan yang tampak lembab itu, biarlah mengabadi…jangan pernah mati. Meski tak ada apapun yang terjadi-tak ada percakapan diantara deru detik yang tengah terengah berlari.
Aku tak mampu berbuat apapun disaat kau memilih berlalu, meninggalkan cemas di sudut ruang. Kau hanya meninggalkan jejak, dan wangi tubuh yang datang sebelum kau ada. Dan aku…mematung di hamparan bisu sambil memandangi hujan bintang di pelataran. Mungkin…tak cukup mengerti, tentang makna hujan bintang yang kusaksian sendirian tadi malam ; saat kau dalam gegas.
Aku tak meminta apapun..jadi kau tak perlu memberi. Kau tak perlu memberi…

aduh ditinggal ya, bu… siapakah gerangan yang membuat kenangan terendap di sudut ruang…
jadi kaya pengalamannya si fani, istri aris idol ya? atau ini sebentuk ungkapan yang mewakilkan perasaan fani yang hanya mampu melihat dengan ketermanguan pada hujan bintang yang ada di seberang sana, menatap dia yang memilih berlalu bermandi gairah yg mendadak menjemput mimpi buruknya dulu hanyut menjadi mimpi indah..
hmmm…
-> wadohhh bukanlah Nang…cuman tulisan saja kok. Sekedar permainan kata kata saja
Di hari kau mulai kehilangan harap, angin menggelombang sampai ke rambutmu. Kau tersentak, seperti terpukul telak, ketika menyadari dia datang bersama angin itu. Itu bukan sepoi biasa, tapi riak angin yang membawa sesuatu.
“Bersiaplah, aku akan datang,” bisiknya. Tiba-tiba kau sadar, sudah begitu banyak tanda lain. Udara mendadak dingin, malam seperti akan tiba lebih cepat, lembab menyergap.
Aku tak meminta apapun..jadi kau tak perlu memberi. Kau tak perlu memberi
Lagi pula, apatah lagi yang hendak diberinya, jika keseluruhanya sudah milikmu, dari hulu sampai ke hilir, dari dulu sampai hari terakhir…
*sokmenjawabpadahalnggangerti.com*
-> cihuy banget Lae…kenapa komennya selalu lebih bagus dari postingannya
mbak Unaaaaaiiiii…. *manggil2 di plurk*
-> heheeh plurk dah loyo Jha
“Aku tak meminta apapun..jadi kau tak perlu memberi. Kau tak perlu memberi”
aku hanya ingin mencintai
-> duh uniku…indahnya..hiks
wewwww… makin keren aja olahkatanya
-> perasaan aku yang bikin aja ndak ngerti maksudnya nih da
, keren dari mananya ? hhehehee
mbak, aku ndak isa komen jadinya
*keren sekali tulisannya*
-> yuk nulis lagi Fa
hmmm…
-> hummmm
biasanya perempuan paling tdk suka pada lelaki peragu. perempuan pengennya kepastian dalam langkah.
tulisan di atas menggambarkan keraguan itu
ini mbahas opo tho..???
bun,pie kbrmu..???
-> mbuh
Tak perlu meminta, tak perlu berharap,… saat datang dan pergi-pun atas keinginan sendiri
(walah saya tambah ga ngerti)
opo iki?
tapi memang betoel bund,
sedikit lebih berarti daripada banyak tapi percuma
istilahnya, nembak pake senapan mesin yg pelurunya kemana2 itu kadang nggak epektip, mendingan sniper yg cukup one shot one kill! haalaah… tambah ngelantur…
narasi itu menguarkan wangi lelaki….
jeng….
Permainan katanya mba Unai menuai sesuatu yang OKE ;p kapan buku puisinya dirilis? Huehehehe… hepi wiken n hepi terus ya, mba
kata-katanya itu lho ni, nyang bikin sy suka……
Unai.. Miss u.. Wah gaswat nie, aq gak bs blogging kurleb 5 bln.. Gatel2 rasax, hehe.. Mana hpku ngekngok again, smua no hp n data pd amblaz.. Minta lg donk no unai, skg aq merantau nie di xmantan
Hem, the upcoming baby bs jd the next kahlil gibran nie, scr bundax lg puitis2x.. Ok take care y buwk.. Visit my newblog y..
spechles… indah…
selamat menunggu hadirnya malaikat kecil… anugerah terindah yg akan datang….
Tak perlu ada yang diberi…karena memang sudah tak ada lagi yang tersisa………
ga ada posting baru, leiot baru juga jadilah! yg penting ada yg baru.
gimana nih ibu gendut eh ibu hamil hehe..busykah? gak update2 nih. ato mabok? gpp mabok nai, mabok cinta
Nice blog..!! selamet yaa.. mba dapet award.. awardnya bisa diambil di blog chie..
maksude opo bu?
gak mudeng aku
hmmm… perpisahan memang selalu menjadi hal yang menyedihkan…
but just keep in faith that there will be the beautiful rainbow after all
*ngomong apa seh ? :p*
waaa,,, melo bangettt,,,, jadi lucu ya…. hhihhihiii..
tapi bagus kok, susah gw bikin kaya gitu…heheheheh…..lamkenal ya..:)
hmmm.. bunda makin hari makin bagus karyanya ipal jadi merasa bangga ada bunda
Sudah saatnya permainan kata2nya mbak Unai dipublikasikan dalam bentuk buku sendiri… catatan2 pendek yang mongken selama terbengkelai atau cuma bisa dinikmati sama yang nge-net…
btw, met pagi….
Wuaw bahasa indah, syahdu, dan menghentak sanuabari; hebat niak dikau menulis.
sesuai nama blognya nih. serasa mimpi, bahasanya itu lho..
harus brapa kali mbaca biar “dong” xixixi..
Terus terang saja saya susah ngerti membaca tulisan anda, tinggi banget..hehe
Tapi saya suka kok…:P
mbak…. apa kabar? baik2 to?
“Dan aku…mematung di hamparan bisu sambil memandangi hujan bintang di pelataran”
orang sunda bilang HANEU’EUL
luar biasa tulisanmu tante bohay:
biarkan lah bintang yang paling terang itu tergantung ada untuk disana saja.. cukup sebagai penanda kalo dia itu ada..
bintangpun tau ketika sinarnya dirasakan oleh insan dibumi..
dan kini yang tinggal hanyalah tarian padi menghijau menghampar.. diterpa angin.. menyapu.. menyampaikan kabarnya..
harum embun tarian padi itu masih bisa semerbak hingga kini..