Romantisme Hujan

2008 October 24
by unai

Hujan sepagi ini, daun daun basah. Bulir air menggantung berat pada kelopak mawar jingga. Kuntum bunga matahari yang baru saja mekar tersenyum menyambut titik titik yang rekah bersama fajar.

Jalanan basah, juga setapak kecil yang dikiri kanannya ditumbuhi angsana menjulang itu,  dipenuhi guguran bunga kuning menebar keharuman eksotis. Magis.

Lalu ingatanku terbang, mengawang pada kenangan yang dihadirkan hujan kepagian.

Hujan kecilkecil pagi ini mengajakku kembali menyesap manisnya riwis gerimis yang turun di senja yang ranum, belasan tahun lalu.

Sepasang mata dengan manik berwarna coklat, diteduhi alis mata yang rimbun itu, kini kerap hadir. Bukan tak kuundang. Sengaja kupanggil, namun tidak seperti anak-anak jahil yang memanggil arwah dengan bantuan jailangkung. Bukan !. Ini adalah kerinduan. Iya…aku merinduimu…merindui sesungging senyum dan gelak tawa jenaka  yang menenggelamkan mata indahmu.

Hujan selalu saja menghadirkan rasa yang berbeda di setiap partiturnya. Selalu saja menghadirkan kerinduan. Kerinduan yang membekukan.

Kau ingat saat kita berjalan bersijingkat di sepanjang emperan toko. Aku menggulung tinggi celana panjangku. Dan kau melingkarkan kemeja birumu di atas kepalaku. “Nanti kamu flu”. Begitu katamu sambil terus menjejeri langkahku. Padahal kau tau….tak ada hujan yang dapat membuatku sakit. Kita sudah bersahabat dengannya, bukan?.

Kau terkekeh, ketika aku memintamu memungut bunga melati yang dirontokkan hujan. “Nanti akan kutanam untukmu, kelak bila nanti berbunga, kau bisa memetiknya. Bukan memungut melati melati yang sudah kotor seperti ini”.

Bunga mawar merah, kelopak kenanga, cempaka, melati, gladiol, dahlia, dan entah apa lagi….Kau mampu menghapal namanya dengan sempurna. Tidak seperti aku, yang hanya tau mawar dan melati saja.

Ah begitulah. Waktu  menjalani kehidupannya seperti tergesa. Kisah demi kisah selesai. Tergantikan dengan kisah baru, namun bukan berarti kisah itu padam. Tamat, dan berujung pada sebuah titik. Tidak !. Pun orang-orang yang beranjak, pergi dan tergantikan dengan sosok baru. Tidak ada yang dapat menggoreskan kisah yang sama. Tidak ada.

Ada hujan bulan Oktober. Hujan yang seharusnya datang lebih awal. Bukan di penghujung tahun seperti saat ini. Retak retak tanah kehausan, rakus meneguk buliran air yang tercurah dari langit.

Aku masih merindui hujan. Seperti katak yang terus bernyanyi, berteriak kehausan. Memanggil hujan datang. Hujan yang  menulis haikunya sendiri.

15 Responses leave one →
  1. 2008 October 24

    ah disini ujan terus, asik. ga jadi panas deh

  2. 2008 October 24
    putirenobaiak permalink

    hujaaaan…
    jiko lah ujan hati den ibo *kalo gak tau artinya tanya max nai*

  3. 2008 October 24

    hujannn? musuh bebuyutan tuh…, sekali kena hujan langsung demam… gak mau ah hujan2an… :)

  4. 2008 October 24

    ya, hujan harusnya datang lebih awal
    entah ke mana saja dia selama ini
    mungkin dia ragu untuk datang tepat waktu karena orang banyak yang mengomel saat dia turun…

  5. 2008 October 24
    crushdew permalink

    hujan yaks mbak yogya?

  6. 2008 October 25

    sering apes kalo di jalan kehujanan, dan terpaksa harus menunggu reda.

  7. 2008 October 25
    helfiavartara permalink

    saya pun merindu hujan,.. kadang damai turun bersama rintiknya,… kadang mampu membasuh debu dan bahkan luka dari kekeringan selama ini :)

  8. 2008 October 26
    imgar permalink

    aku kangen hujan

  9. 2008 October 26

    saya juga suka hujan mbak. tulisanmu apik je :D

  10. 2008 October 27

    hujan emang selalu romantis :D I love the rain :D

  11. 2008 October 27

    kalau hujan deras…. kantorku kebanjiran mbak… :p

  12. 2008 November 19

    ah, hujan pagi ini… dalam romantisme hujan…
    pulang nyervis pagi, setelah semalam berkutat dg virus.mata ngantuk, perut lapar, pingin segera nyampe rumah… kehujanan…. dingin….
    gmn kbrnya,bu?

  13. 2008 November 21

    Hujan,
    membuat suamiku kebasahan
    membuat jemuranku tidak kering
    membuat ku jadi lapar terus
    membuat pohon dan rumput bahagia

    Hujan,
    basah.

    -sekian-

    :) )

  14. 2008 November 22

    hujaaannn.. asiiikk.. bisa main india-indiaan…

  15. 2008 November 24
    rizal619 permalink

    hujan..jadi ingat lagu utopia..hehe :)

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS