Ah….engkau seperti mengasing, aku pun terasing. dunia terus berpusing, dan kita selalu berada dalam sisi yang berbeda. “ketepe“, kata silvia dalam film “interpreter”, “kita berada di dua sisi sungai. dan menunggu sebuah alasan untuk bisa merapat.”
aku tak tahu, apakah kita juga tengah “menunggu sebuah alasan” untuk dapat merapat. tapi, hari-hari yang lewat, ternyata tak mengubur apa pun tentang kamu. jelajahanku, sejauh apa pun, pasti tetap akan singgah ke halamanmu. seakan ada simpul syaraf yang secara otomatis menuntunku ke sana.
aku kangen dengan iklim “keterhubungan” kita waktu itu. tapi, aku juga ragu, dapatkah kini aku “memanggilmu” hanya dengan “seutas” kangen, yang mungkin getas, dimakan waktu ?.
kukira, nanti, ketika kesibukan dan kerja tak lagi mampu “meringkusmu”, akan kukirimkan segaris pesan bahwa, “sungai itu tak ada. dan kita tak pernah terpisah di dua sisinya. kini kita sejalur, sejajar, dan tak perlu alasan untuk tak lagi berbicara, dengan nada yang kita berdua, memahaminya.”
semoga, di dalam diri kita, tak pernah ada sungai, tak pernah kita tumbuhkan sungai…
*) semoga….!!!
hey, kamu dimana? iya kamu…

pas baca kok ya… DEG!!! aja gitu…
** Bun, gimana calon dede? sehat-sehat semua kan?
-> heheh DEG gimana Jha? dedenya sehat..emaknya juga sehat..Alhamdulillah
Saya berharap mbak & keluarga sehat dan bahagia.
Lama ga ktm Alif
->semuanya sehat Nots, cuman agak flu sedikit nih. Alif…wah kapan yah alif ketemu om Annots lagi
amin kalo sudah bersatu jangan sampai terpisah atau membikin perpisahan.
-> iya dong Nang
saya masih di sini kok, sampai saat ini, entah nanti kalo ganti kompi, pasti ganti tempat duduk
-> ganti tempat duduk atau pulang, da?
saya di rumah kok Mbak, kita memang tak pernah terpisah sungai, tapi di depan rumahku memang ada selokan
-> heheh emang selokan kecil itu bisa memisahkan. Tapi kalo renang kan bisa sampe seberang
sini kuseberangin pake gajah.
baby & mommy sehat kan ?
-> sungai ketek mah Ni…jalan kaki juga sampe, gak usah pake gajah
Alhamdulillah baby sehat Ni, emaknya juga
membikin abadi, yang kelak retak..
bukan sungai yang memisahkan..
JAKARTA YANG NGEHE inilah yang memisahkan..
Semoga ja…!
saya disini mbak
tidah hanya sungai, mungkin laut yang menjadi pemisah.
bahasanya kereenn.. top lah..
ammiennnn…semoga ya…
Melewati jaring laba laba, electric fence sampe 3 anggota kelompok saya cedera pergelangan kaki sampe bengkak.