Bila senja meninggalkan Tak berjejak Hanya jingga Sunyi berjelaga…Ahhh..
perpisahan selalu saja membuatku serupa stasiun yang lengang,
ditinggalkan kereta yang mengangkut berpuluh-puluh penumpang.
Perpisahan juga membuatku serupa gerbong, yang lepas dari rangkaian lokomotifnya. Melaju meski hampa, tiada tuju. Dan ketika tiada daya lagi, terkapar…terasing…, Walau ribuan kunang-kunang datang. Membentuk gugusan laksana gemintang. Berusaha lenyapkan sunyi.
Namun sepi tetaplah sepi
Sunyi…
Sesuatu yang tak terkatakan, namun menyiksa
Tak kuasa aku mengenyahkan perihnya.
Ahhhh, kau adalah bayang
Yang pernah menawan masa laluku
Meski kisah kita usai,
jauh sebelum kita memulainya
Namun tetap saja kau membayang
dan…
layaknya kisah yang tamat
kenangan hadir susul menyusul
menutup kisah yang usai.
Pernah suatu senja,
aku mengharapkan pertemuan yang tak disengaja antara kita
Pertemuan dengan perbandingan satu per sepuluh ribu ketidak mungkinan atau bahkan lebih,
mungkin ???
Entahlah…
Aku juga masih berharap,kalau-kalau kau membaca puisi
yang kutulis di kanvas langit
Menjelang lelapmu,
atau disaat kau menyesap secangkir teh melati dipagi hari yang lembab Tapi..tidak juga, hingga detik ini.
Kau pergi, begitu saja persis saat kau hadir ada dan tiada semaumu saja Tak perduli kau, aku dibayang-bayangi lengkung alis mata, dan coklat manikmu
Bilakah waktu
sedia menggunting jarak,
menghadirkanmu sedetik saja
sedetik saja
di sini…
*) fyuhhhh mau ikut2an Mbita… sayang tak ada kamus laknat ituh di sini, Mbit..
owh sepi memang mengusik hati, kala gundah mengingat seseorang yang pernah menggores indah bayang dirinya dalam hati kita,… seperti apa yg kurasa.. hampa dalam kesunyian kasih..
-> uhuk, kena dong Nang
ah bun tanpa kamus laknat pun kau sudah cukup sukses membuatku pilu bagaikan peron yang tertinggal di belakang
-> judulnya belajar nulis nih mbit
hiya….
datang tak diundang, pulang tak diantar…
apa hayo…
mbak, kenapa?
mbak, kenapa?
sepi..
iyah, setuju …. mbita laknat. Wakakakak …
owalaaahh….satu lagi korban kamus keparat??? hakhakhakhak….
Laknat..
huuf
indah ya kata2nya…
ah, kenangan…
miss you so much mbak
mbit laknat? wai?
puisinya keren nai
kemana aja mbak baru keliatan lagi?
@ KW : hahaha itu mah jailangkung



@ Fa : ihik sedang njajal kamus anyar
@ Imgar : Banget Im
@ Mbilung : Iyah durjana dia itu hahaha
@ Venus : jian tenan Mbok lah
@ Dioroc : ihihihi iyah laknat, bahasanya mbak sipit
@ V1rzha : kenangan ah kenangan
@ Linda : misyu banget, cantikk
@ Froz! : kamusnya yang laknat Froz..hihhihi, makasih yaaa
@ Linda : iya nih, ngrodi hehe
kerja di gatot subroto mbak gak jauh dari plasa semanggi

lagi sibuk ya mbak jadi jarang blogwalking
wuiiiiiiiiih senangnya kalo masih dipake
ulangi komen
#
Goddamn, I feel the same nai
puisi sialan hahaha…menohok dalam nai!
# 10 p
waduh yang lagi kasmaran
weh dalem banget nih puisinya …..
jadi inget yang dulu2 …..
wis jan apik tenan puisi iki..
heheh…tulisan yang cantik!